Wednesday, 17 February 2010

Money doesn't come easily



*image taken from istockphoto.com*

So many things happen during my latest post on my blog.

But the most memorable moment was when I educate D about money.

One night when I was picked up from the office, D whining and said that he want to go to Carrefour near our house.

And the conversation was like this :

D : Darren mau ke Carrefour
Me : Mau ngapain ke Carrefour, memangnya Darren punya duit ?
Me : Kita kan lagi gak mau belanja bulanan.
D : Mau punya duit…
Me : Kalau Darren mau punya duit, Darren harus bekerja.
Me : Kalau bekerja Darren harus sekolah dulu
D : Mau sekolah…
Me : Makanya kalau mama ajarin baca mesti nurut biar Darren bisa baca terus
nanti kalau sudah besar bisa bekerja.

Well, the next morning Darren said he wanna learn to read :D

Eventhough until now he still on and off learning his alphabet.

He just 2 (two) years old and I’m not gonna pushed him to be able to read before 3(three) years old.

I hope that simple conversation will give big impact for D that money doesn’t come easy.

You must earned it, and I still need to teached him about good money habit.

Monday, 1 February 2010

01.02.2010

I just realized that today, the number was so amazing.

the day and month was the reverse of the year.

Well, so many thing happen in January 2010 and now we're at the beginning of February 2010. The month of love and we'll celebrate the Chinese New Year... Yeay, time for D to collect the Ang Pao :-D

We grateful that we survived January *LOL*

And we ready to welcome February :-)

I need to overtime this month, mentioning so many job that need to be done.

God, help me!!!

We're planning to go to Bandung, West Java by train this month.

Since Darren interested on any kind of train, so we decide to have a lil journey by it.




And last nite, he makes me melt and I almost cried. *emaknya cengeng neh*

We read a book for D, and he pointing the train and began to pray...

D : Tuhan Yesus, Darren mau naik kereta ya... Tolong ya Tuhan Yesus supaya Darren sehat dan papa dikasih rejeki biar Darren bisa naik kereta api.

Suddenly, I thanked God because D know who is his God.

And I pray that he'll always go to God whenever he's happy or sad.

I pray that D has an excelent character as human.

Jakarta, 01022010

*image taken from istockphoto.com*

Monday, 25 January 2010

Handle the Panic Mode



I still remembered the first time I know that I’m pregnant :-)

I just laugh out loud, never expect that I’ll pregnant within one month from our wedding day :p

Never imagine that our house will be have a very demanding creature called baby :-)

I just go with the pregnancy process, the bad morning sickness on 1st trimester.

The food just in and out on day and night.

Why there isn't hypno pregnancy ???

I just know there are Hypno Birthing and Hypno Parenting.

It'll be great if there is Hypno Pregnancy :-)

Until the day to labor, that day was fascinating.

The day that I able to see my baby’s face and hold him tighly in my arm.

This 1st experience being a mother makes me “a panic mom”

I am afraid if I’m not able to nurse, nurture and nourish my son.

I remembered the 1st time D get phimosis, his body was trembled and he got high fever.

Thank God because before he got that infection I read about handling a baby with fever and it helps a lot.

But that not makes me more calm.

Don’t mention when he need to circumsiced, he cried out loud , bleeding and it was the two of us in recovery room.

It was an experience that makes me nervous and sad.

Everytime, D was sick I felt like an useless mother.

But by time, I learnt that it’s okay for baby and children to get sick.

And it took 2 (two) years for me to learnt not to be panic when D get sick.

All I need to do is just be the best mother I can be and the rest is up to God.

He’s the one whom knows the very best.

And I just playing my role as a mom.

I might not perfect, but God will help me.

And God, I’m ready to have another ones :-D

You just need to help me with the preparation :-)

*wink*

Monday, 11 January 2010

Fasilitas Mewah Penjara



Awal minggu ini, Rutan Pondok Bambu dikejutkan dengan kedatangan Patrialis Akbar secara tiba- tiba.

Dan hasil dari sidak ini adalah terbongkarnya fasilitas bak hotel mewah berbintang untuk terpidana Artalyta Suryani.

Semua stasiun televisi ramai- ramai memberitakan sidak ini.

Padahal, bukan hal yang aneh lagi untuk para terpidana yang memiliki uang untuk membayar suatu Rutan untuk mendapatkan fasilitas yang membuat mereka nyaman.

Ibaratnya mereka “cuma pindah rumah”

Selama puluhan tahun, pemerintah menutup mata dan berakting dengan sangat sempurna mengenai hal tersebut diatas.

Selama puluhan tahun juga penjara juga menjadi sarang pungli terutama bagi terpidana kelas teri.

Saya memang belum pernah melangkahkan kaki ke dalam penjara, dan mudah- mudahan tidak akan pernah. Seandainya harus pun, mudah- mudahan itu untuk pengabaran Injil semata.

Beberapa waktu lalu, ada salah seorang rekan yang anaknya harus masuk ke dalam penjara.

Sebut saja X, X adalah seorang remaja yang tertangkap basah memiliki ganja yang dia beli bersama- sama dengan teman sepermainannya. Awalnya mereka hanya mau coba- coba, tapi ternyata dekat tempat nongkrong mereka di salah satu tempat hiburan di Jakarta Pusat terdapat polisi/ petugas yang sedang menyamar.

Alangkah malang nasib X, dia terpaksa harus di giring ke kantor polisi dan dijebloskan ke dalam sel di kantor polisi.

Sel kantor polisi masih bisa dikatakan layak, namun sel penjara… itu mengerikan.

You pee and poo there, it stink and sexual harassment banyak terjadi disana.

Untuk menjaga supaya X ini tidak masuk ke dalam sel orang- orang yg “sangar” maka orang tua X harus memberikan pungli sampai jutaan rupiah kepada sipir penjara sampai hukuman X selesai.

Entah sampai kapan X akan berada disana, saya juga tidak tahu.

Oleh sebab itu, tidak heran kalau Artalyta bisa mendapatkan fasilitas seperti itu, dia mampu membayar sampai ratusan juta untuk tidak satu sel dengan yang lainnya.

Yang sangat disayangkan adalah bahwa pemerintah yang seolah tidak tahu dan bahkan tidak mau tahu.

Tuesday, 5 January 2010

Happy New Year 2010





Happy New Year 2010 everyone !!!

I know it is a lil bit late to write here but I think I need to write it.

There are so many resolution that I make this year, last year my resolution only to put on my body lotion just to moisture my skin.

But this year, so many… I mean it, the resolution including 7 aspect in my life and I hope I don’t need to redo this year’s resolution next year :-D *crossing finger*

And through this blog, I just wanna Thanked God for everything that He gave me last year.

The happiness, joy also the sorrow … He proves to me that He always there and never ever leave me alone.

I have a bad stomach on New Year’s Eve, I didn’t get chance to go to church.

And the stomach still continue until today, the day , the first time I write this blog in 2010 but it’s getting better.

I realized that my stomach getting better after I pray this morning to open the day, I thanked God for what I had for the rest of my life until now.

Thank you Lord,

Though I walk to valley of death, I fear no Evil and I will LIVE because of YOU !!

*photo taken from photosearch*

Tuesday, 1 December 2009

Get Rid the Pacifier



D is using pacifier since he was 3mos.

Awalnya saya gak setuju D pake empeng karena pasti deh jadi masalah nanti klo dia harus berhenti ngempeng.

But look like hubby and in law ga mikir dampaknya bisa sampai kesana.

Akhirnya saking udah gak betahnya saya liat D yg udh umur setahun lbh pake pacifier, saya memutuskan untuk gunting pacifier supaya D ga ngempeng lagi.

Sadis memang dan saya sudah siap dengan konsekuensi D akan meronta, menangis tiada henti karena empeng-nya di gunting.

Setelah empeng di gunting saya bicara kepada D bahwa he’s a big boy now and doesn’t need pacifier anymore. And he mention his pacifier “empeng buntung”

And, he’s truly a good son. On May 25th 2009 eventhough he’s upset and not in a good shape of his body, I get rid the pacifier and he didn’t cry at all !!!

Now, he doesn’t need his pacifier anymore to soothe him.

Thank God!!!

Buat moms, don’t let your baby get used to pacifier if it isn’t necessary.

Thursday, 12 November 2009

Unit Link VS Reksadana



Seandainya saya dapat memutar waktu kembali, saya ingin memulai investasi semuda mungkin.

Selama saya masih single dan belum memiliki tanggungan apa pun.

Satu- satunya investasi yang saya kenal saat itu hanya deposito kemudian berlanjut dengan Unit Link dan kemudian ORI.

Unit Link pun bukan untuk saya pribadi tapi untuk papa saya tercinta.

Dengan premi yang melebihi enam ratus ribu rupiah per bulan, agaknya Unit Link juga tidak memuaskan saya.

Pertumbuhannya tidak agresif karena harus terpotong sana sini untuk biaya asuransi dll.

Tapi ya sudahlah, sudah kepalang tanggung, Unit Link papa sudah berjalan 3 tahun.

Dan ingin rasanya saya menyusutkan nilai premi yang dibayar setiap bulannya ke angka yang lebih masuk akal.

Bayangkan saja sudah berjalan 3 tahun tapi unit yang terbeli baru dalam hitungan seratus sekian.

Untuk saat ini, setelah saya menikah dan langsung punya anak (gosh, my hubby boys are great swimmer :-P) Unit Link bukan lagi investasi yang menarik bagi saya.

Saya mulai melirik ORI dan returnnya cukup menarik.

Tapi tetap ORI kurang agresif buat saya, hingga saya akhirnya menemukan investasi dalam instrumen yg disebut Mutual Fund a.k.a reksadana.

Mutual Fund ini sudah ada di Indonesia puluhan tahun lalu hanya saja, entah mengapa Reksadana terdengar asing di telinga kita.

Awalnya adalah saat suatu hari tanpa sengaja saya mendengarkan Financial Clinic by Ligwina Hananto, mulailah saya mengunjungi website www.tujuanloapa.com/ www.qmfinancial.com dan mencari- cari Reksadana yang dapat dibeli retail melalui beberapa website seperti www.danareksaonline.com www.reksadana-manulife.com dll

Akhir Oktober 2008, saat krisis global tengah melanda justru saya membuka rekening Reksadana Campuran yang investasi perbulannya hanya dua ratus ribu dipotong biaya pembelian 1%.

Dan Unit yang saya miliki saat ini sekitar hampir 900 unit.

Return selama satu tahun untuk RD Campuran ini sebesar 38.49% .

Well, not bad at all :-D

Awal Juli 2009 saya memutuskan untuk memiliki RD Saham , dan saya kembali menemukan Manajer Investasi yg tidak mengenakan biaya pembelian dan investasi per bulannya pun hanya sebesar seratus ribu rupiah :-D (even my son can invest his money into it :-P)

Turunnya IHSG Oktober 2009 lalu membuat saya kembali memutuskan untuk memiliki RD Saham kembali dengan Manajer Investasi yang sama dengan RD Saham saya.

Investasi ini memang saya tujukan untuk kebutuhan sekolah D , saya berharap D bisa sekolah di sekolah Nasional Plus.

Sekolah Memang MAHAL, tapi apa kita tega untuk gak sekolahin anak kita ???

Dan salah satu jawaban selain kerja yg menghasilkan uang yg banyak adalah investasi kecil- kecilan dengan return yg cukup memuaskan adalah pilihan saya.

Total Investasi ini hanya menghabiskan lima ratus ribu per bulan.

Yang mana masih lebih kecil dibanding Unit Link papa saya tapi unit yg terbeli bisa lebih besar dibanding Unit Link.

Lalu, bagaimana dengan asuransinya ? Unit Link kan ada asuransinya, klo RD mana ada ???

Kebetulan waktu saya masuk RD Campuran, saya dapat asuransi tuh walaupun Uang Pertanggungannya tidak menakjubkan.

Lagipula saya juga sudah di cover asuransi oleh kantor.

Sedangkan untuk suami dan anak saya, kami mengambil asuransi term life dan kesehatan yang preminya kembali 50% apabila tidak terjadi klaim selama satu tahun. Jadi preminya tidak hangus.

Ada banyak asuransi term life diluar sana yang preminya sangat masuk akal mulai dari puluhan ribu per bulan tapi Uang Pertanggungannya sesuai dengan keinginan kita.

No Offense, kebanyakan agen asuransi menawarkan Unit Link padahal gak semua orang punya tujuan yg sama dalam keuangan mereka. Jadi seharusnya yg paling bijaksana adalah agen asuransi juga menawarkan opsi lain seperti asuransi murni term life.

*photo taken from istockphoto.com*

Wednesday, 28 October 2009

Every Mums Battle

Posting-an ini ditulis untuk membantu para ibu apabila sedang menghadapi bayi ataupun balita yang sedang sakit.

Dua bulan belakangan ini, Darren seringkali sakit dan yang membuat khawatir adalah penyakitnya termasuk cukup bikin kaget.

Saya masih ingat persis tanggal 12 Agustus 2009 lalu,di mulut D muncul titik- titik putih bahkan menyerupai busa sabun. Mungkin D terkena herpes atau flu singapura yg lebih dikenal dengan Hand, Foot and Mouth Disease. Entahlah, kami tidak pernah melakukan cek darah di laboratorium karena menurut kaka ipar saya yg juga adalah dokter spesialis anak, hal itu tidak perlu kalau dilihat dari ciri- ciri yg tampak pada mulut D.

Perih hati ini melihat anak sekecil D terkena penyakit yg bisa berdampak pada perkembangan otaknya. Dan tidak ada satu obat yang bisa diberikan untuk menangani penyakit tersebut karena semua itu disebabkan oleh virus. Hanya kekebalan tubuh D lah yang mampu melawan virus ini dan prosesnya juga akan panjang, memakan waktu serta menguji kesabaran saya sebagai seorang ibu.

Perawatan terhadap luka dimulut hanya dilakukan dengan mengoleskan Kenalog in Orabase tipis- tipis dan itupun hanya bisa dilakukan bila D sedang terlelap. Minum air putih yang banyak, makan makanan bergizi dan ditambah supplemen vitamin khususnya A dan D untuk membantu flora mulut serta penyembuhan luka di mulut agar lebih cepat. Ada juga tambahan ekstrak Fucoidan (ganggang laut) dengan merek dagang UMI Agel untuk membantu mem-boost system kekebalan tubuh D.

Saya amat bersyukur bahwa D bukanlah anak yg sulit. Saat sakit, D tidak pernah sekalipun menangis ataupun rewel walaupun saya tahu bahwa D mengalami kesulitan pada saat makanan mampir ke mulutnya karena luka- luka tsb.

Dan hal inilah yang membuat saya kadang kala tak kuasa menahan tangis saya saat melihat D harus berjuang makan supaya tubuhnya bisa tetap mendapatkan makanan bergizi agar tetap fit.

Dua minggu terhitung semenjak D terkena herpes, D juga menderita pilek.

Kali ini saya berkonsentrasi untuk penyembuhan pilek yg kemungkinan disebabkan virus.

Obat yang diberikan hanya Actifed kuning sesuai dosis dan vitamin masih dilanjutkan.

Selang beberapa hari, batuk melanda D dan lagi- lagi kami hanya member Actifed kuning dan Ventolin Salbutamol sesuai dosis.

Dan berdoa semoga pilek dan batuk D kali ini hanya virus. Namun hampir satu minggu batuk D tak kunjung sembuh, akhirnya saya putuskan untuk memberikan antibiotic dan pada pemakaian hari ke-3 telah terlihat kemajuan, batuk D jauh berkurang.

Dan tepat 12 September 2009, D sembuh total baik dari herpes (atau mungkin flu Singapore) dan batuk. Thank God!!! And what is surprising is, D advanced on using his potty even adult toilet.

Mungkin ini yg diyakini oleh orang tua jaman dulu bahwa apabila anak sakit, mungkin mau bertambah pintar akan sesuatu hal.

Tapi lewat kejadian sakitnya D, saya merasakan kembali keintiman saya dengan Tuhan. Saya kembali jatuh cinta seperti saat mula- mula. Seperti sahabat saya yg mengatakan bahwa saat masalah datang, Tuhan sebenarnya sedang menarik perhatian kita kepadaNya.

Setelah D berumur 2 tahun, 22 Oktober 2009 kemarin D kembali sakit. Tiba- tiba saja pagi itu D muntah dan setiap makanan yg masuk pasti keluar. Mungkin saja perut D penuh sehingga tubuhnya menolak menerima makanan atau kemungkinan terburuk adalah adanya virus.

Klo cuma virus, saya tidak khawatir karena biasanya dalam waktu maksimal lima hari, D pasti akan sehat kembali. Perawatan yg saya berikan juga bukan berupa obat hanya berupa pemberian makanan lunak sedikit demi sedikit dalam jangka waktu tertentu dan menjaga agar D tidak dehidrasi.

Keesokkan harinya, frekuensi muntah D berkurang tetapi frekuensi BAB-nya lebih dari 5 kali. Akhirnya saya berikan Lacto B agar frekuensi BAB D bisa berkurang. Selama sakit, D jarang minum susu kalaupun minum saya membuatnya lebih encer dibanding takaran semestinya.

Yang menyebalkan adalah tiba- tiba saja saya sakit maag akut pada jumat malam dimana seharusnya saya merawat D yg sedang sakit. Benar- benar tersiksa!

Merasa tidak sanggup, saya memanggil bala bantuan yaitu mami tercinta saya untuk merawat D sementara. Satu hal yg saya lupa saat perut D kembung, membalurkan bawang merah yg dimasak beserta dengan minyak kayu putih. Dan, perlahan perut kembung D mengempis dan frekuensi muntah D berkurang drastis.

Sedangkan saya, Saya paling benci minum obat! Tapi demi sembuh akhirnya saya menenggak Omeprazole, InPepsa dan Magasida agar lambung saya yg terluka ini bisa cepat sembuh dan saya bisa merawat D lagi.

Dan sekali lagi saya mengucap syukur bahwa D sudah sembuh sejak Senin, 26 Okt 2009 lalu.

Tips untuk para ibu bila sang anak sedang sakit:
1. Jangan panik.
2. Konsultasi ke dokter.
3. Beri minum air putih yg banyak dari biasanya.
4. Cari alternative pengganti obat.
5. Beri dekapan hangat untuk sang anak walaupun ia rewel luar biasa.
6. Minta bantuan dari orang- orang terdekat untuk membantu merawat apabila Anda juga dalam keadaan sakit.
7. Cari sebab penyakit supaya penanganannya maksimal dengan intervensi obat yg minimal.
8. Imunisasi harus lengkap karena virus zaman sekarang sudah bermutasi menjadi lebih berbahaya
9. Jaga Kebersihan tubuh si kecil, usahakan mandi air hangat bila tubuh tidak demam supaya si anak segar
10. Bersabar dan berdoa bahwa penyakit adalah proses agar anak semakin kuat daya tahan tubuhnya.

SEMOGA BERMANFAAT

Tuesday, 27 October 2009

A Very Pleasant Morning :-)

Hm, its almost 1 month since my last post :-D

this past two days, i have a very pleasant morning with my son, D.

Yesterday, i have chances to wake him up before 8 o'clock and bath him.

After taking bath, D eating bread for his breakfast by himself.

That's just lovely!!!

and when his daddy and I need to go to the office, he didn't whining at all.

and today, we have a lil conversation :

*when D open his eyes this morning*
Me : Gud Morning

*D trying to opened his eyes wide*

Me : I'm going to work, be nice okay ?! Obey your Grandma okay ?!

D : okay

*then i kissed him*

He's so lovely... thank you son and i love you so much :-)

Friday, 2 October 2009

D 2nd big day

Hey boy,

today is your big day





May all your wishes come true
Let not your heart see any rooms of blue
May all your dreams flower and bloom
And let not your eyes hold any gloom






May God always shine his blessings upon you
Every path you take may he guide you
I always wants to see you happy and glow





My dearest Darren,
mommy loves you so
We wishing you with joy
A very happy happy birthday
To you on this very special day


Proud of you,
Mom and Dad