Monday, 17 September 2018

We Met Jia Jia and Kai Kai


Masih ingat kan cerita anak bungsu aku yang mendadak demam saat tiba di bandara Changi? 
Setelah memutuskan beristirahat selama sisa hari pertama, keesokannya dia masih hangat suhu badannya tapi karena aku sudah membeli tiket wisata dari mbak Darling JJS jadi kami memutuskan berangkat dengan berbekal makanan dan obat-obatan.

Baca juga: SIN, the day!

Agenda hari kedua kami di Singapura sebenarnya cukup padat. 
Pagi hari kami akan berkunjung ke Singapore River Safari kemudian siang menuju sore kami akan berjalan-jalan di sekitar Chinatown apabila si bungsu sehat. Jadi kami membuat agenda kami fleksibel mengikuti kondisi kesehatan D2.

Sarapan yang disediakan hostel hanya light meal berupa roti dan sereal. Kalau untuk dewasa makanan ini cukup tapi untuk balita, aku memilih menyeduh gandum instant agar lebih mengenyangkan. Sarapan dinilai cukup maka kami pun bergegas menuju Singapore River Cruise. 
Tidak jauh dari hostel tempat kami menginap ada rumah makan India, kami pun memutuskan membawa bekal makan siang dengan membeli dari kedai ini.

Singapore River Safari beralamat di 80 Mandai Lake Road, Singapore 729826 terletak di bagian Utara negara Singapura. Bisa dibilang kalau tempat wisata ini cukup jauh dari pusat kota Singapura karena dibutuhkan durasi waktu perjalanan 1-1,5 jam.

HOW TO GET THERE
Untuk mencapai Singapore River Safari, kami mengandalkan transportasi publik Singapura yang nyaman.

Kami naik MRT jalur DT22 Jalan Besar menuju Bukit Panjang. Setelah tiba di Bukit Panjang, kami diarahkan oleh Singapore Maps apps untuk berganti MRT line di stasiun Newton. Dari DT (Down Town line berwarna biru), kami pindah ke jalur merah menuju stasiun NS8 Marsiling. Tapi NS8 Marsiling hanya beroperasi pada hari Minggu dan hari libur nasional Singapura. Kebetulan kami ke Singapore River Safari pada hari Minggu.

Sesampainya kami di stasiun Marsiling, saya menjelajahi sekitar stasiun. Terdapat mini market dan beberapa counter makanan dan aku pun membeli beberapa barang kebutuhan untuk jaga-jaga selama di Singapore River Safari termasuk membeli air minum.

Rasa penasaran menuntun aku kepada sebuah monitor besar yang berisi petunjuk nomor bus, tujuan dan jam keberangkatan. Pas sekali ada bus yang langsung melayani dari stasiun Marsiling menuju Singapore River Safari. Aku pun mengestimasi kedatangan bus akan cukup lama sehingga kami pun bisa mengisi perut agar tidak kosong sama sekali.

Tibalah bus dengan jurusan Singapore River Safari – Marsiling. Bus berhenti tepat di depanku dan sebelum naik, aku bertanya apakah bus ini langsung ke Singapore River Safari…. Supir bus menjawab kalau ingin ke Singapore River Safari harus menunggu di halte seberang. Maka kami pun berjalan melewati jembatan penyeberangan dan menunggu bus selanjutnya di halte seberang stasiun Marsiling.

Tanpa menunggu lama, kami akhirnya naik ke dalam bus menuju Singapore River Safari. Di dalam bus sangat nyaman dan lowong karena hanya ada 2 turis dan keluarga kami saja yang berada di dalamnya. Kami pun sempat berswafoto bersama.
  


Di Singapore River Safari semua tampak senang karena areanya bersih dan luas.River Safari terdiri atas 2 bagian utama yang saling dihubungkan dengan jembatan. Area di sebeleah kiri pengunjung merupakan area East yang ditandai dengan nama-nama sungai yang ada di Asia. Sedangkan area di sebelah kanan pengunjung merupakan area Amazon.

Dan tentu saja yang paling bahagia adalah si sulung karena bisa melihat banyak binatang kesukaannya.



Area Singapore River Safari dengan luas 12 hektar membuat kami sedikit kewalahan karena cuaca yang panas sehingga kami memutuskan untuk masuk ke restoran Mama Panda Kitchen dengan tema panda yang menggemaskan.

Merasa cukup beristirahat dan mengumpulkan kembali tenaga, kami berjalan mengantar si sulung yang akan naik Amazon River Quest bersama kedua orangtuaku. Aku dan suami menemani si bungsu yang mulai demam kembali.

 

Sambil menunggu, kami bertiga menuju Panda Outdoor Viewing Gallery. Nah di sinilah kami bertemu dengan Jia Jia dan Kai Kai! Tidak berapa lama si sulung dan kedua orangtuaku pun menyusul setelah selesai dengan wahana Amazon River Quest.

Seharian kami di Singapore River Safari rasanya belum mau pulang tapi apa daya jam operasional tempat wisata ini sudah berakhir. Kami pun beranjak dari Singapore River Cruise dan melanjutkan perjalanan untuk makan malam di China Town sambil bertemu cousin by law, Agnes. 


Kami memutuskan menggunakan sewa mobil pribadi yang ditawarkan seorang Cik dari keturunan Malaysia yang sudah menetap di Singapura. Biaya yang dikeluarkan sebesar SGD50 untuk kami ber-6.

Ikuti terus cerita perjalanan theChenXtheJoseps jalan-jalan ke Singapura ya!

Monday, 23 July 2018

Cerdas Didik Anak Digital

Masih ingat keresahanku tentang Generasi Media Sosial?

Nah, minggu lalu, aku mendapatkan beberapa insight mengenai Cerdas Didik Anak Digital bersama Najelaa Shihab, inisiator KeluargaKita dan Shopee Indonesia.


Sebelum berbagi apa yang aku dapatkan saat Bincang Shopee kemarin, ada hal dasar yang menjadi salah kaprah seputar anak dan dunia digital seperti,
  • Anak tidak perlu belajar keterampilan di dunia digital, nanti mahir sendiri kok! Kebanyakan orangtua menganggap bahwa ketika anak sudah bisa mengoperasikan gawai maka mereka sudah mahir. Padahal orangtua perlu mengajarkan kemampuan untuk memahami batasan, misalnya: tahu apa yang yang boleh/tidak boleh dilihat/didengar serta paham sebab akibatnya. Kalau anak sudah memiliki kemampuan memahami batasan maka di manapun dan kapanpun, anak tidak akan terpengaruh hal negatif.
  • Etika di dunia maya berbeda dengan dunia nyata. Sopan santun dan etika di dunia nyata perlu dilakukan di dunia maya.
  • Semua yang kita pubikasikan di dunia maya akan hilang dengan sendirinya. Gambar, tulisan, dan video yang dipublikasikan di dunia maya akan tetap meninggalkan jejak walaupun sudah kita hapus. Bisa saja kan, kita sudah menghapusnya tapi ada pihak lain yang menyimpan gambar tersebut?
Untuk mengajarkan anak cerdas digital, orangtua perlu mengetahui cara dunia digital bekerja, yaitu
  • Platform digital mengenal kebiasaan penggunanya dan memberikan respon seperti iklan, berita dan lainnya. Di dunia digital, informasi baik maupun buruk datang dengan sendirinya tanpa perlu dicari. Contoh iklan-iklan yang pop up sesuai dengan umur pembuat akun. Jadi, jangan salahkan Youtube kalau memunculkan iklan orang dewasa padahal gawai sedang dipakai oleh anak. Coba cek berapa usia yang anda masukkan ke akun Youtube yang dimiliki!
  • Setiap platform memiliki aturan tersendiri. Pengaturan mencakup batasan usia, privasi, restriksi dan lainnya. Sebelum menyetujui dan melanjutkan menekan tombol "Accept/Agree", orangtua perlu membaca semua ketentuan dan anak harus menaati.
  • Sosialisasi tidak terbatas. Dunia maya memberikan banyak kesempatan kepada penggunanya untuk membuka pergaulan seluas-luasnya tanpa batasan usia dan jarak. Tentu saja hal ini ada kelebihan dan kekurangannya. Orangtua perlu waspada. Ada berapa banyak kasus anak yang tertipu melalui media sosial?
  • Ada risiko adiksi. Internet Addiction Disorder (IAD) adalah perilaku penggunaan internet yang mengarah pada gangguan perkembangan yang ditandai dengan sikap berlebihan dan kontrol diri yang rendah. Adiksi pada internet termasuk waktu penggunaan yang lama, mengisolasi diri dari segala bentuk kontak sosial, dan hanya fokus pada internet, bukan pada kehidupan dirinya.
Agar tidak terjadi adiksi anak kepada gawai, buatkan aturan penggunaan waktu di depan layar digital (screen time) sebagai berikut:


USIA ANAK
REKOMENDASI
< 18 bulan
Hindari penggunaan media digital kecuali video call sebagai sarana komunikasi dengan anggota keluarga yang berjauhan
18-24 bulan
Bila ingin mengenalkan media digital, pilih program berkualitas serta sesuai tahap perkembangan anak. Dampingi ketika menonton dan bantu anak memahami apa yang dilihat
3-5 tahun
Maksimal 1 jam per hari dan harus didampingi orangtua. Pilih program berkualitas dan sesuai tahap perkembangan anak. Dampingi ketika menonton dan bantu anak memahami apa yang dilihat dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari
lebih dari 6 tahun
2 jam per hari. Terapkan aturan waktu layar ini secara konsisten. Pastikan tidak mengganggu pola tidur dan makan, perhatikan postu tubuh dan perbanyak aktivitas fisik

Tapi terkadang nih, justru orangtua yang seolah tidak peduli saat anak bermain gawai, bisa jadi karena orangtua merasa:
  • Gaptek, tidak mau tahu. Dengan alasan  gaptek dan enggan belajar, kebanyakan orangtua malah bangga kalau anaknya lebih hebat dan maju darinya. Orangtua bahkan menyerahkan sepenuhnya penggunaan gawai kepada anak.
  • Belum menjadi prioritas. Kesadaran orangtua akan pentingnya pembatasan penggunaan gawai dan internet mulai muncul. Tapi implikasinya belum berimbang, jadi hanya fokus pada aturan, tanpa ada pendampingan dan pembelajaran pada anak.
  • Kekhawatiran melihat kenyataan. Kekhawatiran yang berlebihan, takut dianggap tidak mampu atau tidak lebih hebat daripada anak, hanya akan menghalangi keterbukaan dan menghambat hubungan antara orangtua - anak.
  • Merasa tidak enak. Emosi "tidak enakan" yang tidak dikelola dengan baik mendorong orangtua memberikan gawai pada anak tanpa persiapan.
Lalu, apa peran orangtua apabila ada anak yang merasa bahwa "Tidak ada internet itu rasanya seperti mati lampu," -Eka, 13 tahun-? 



Papa zaman now, Rezki Yanuar selaku Country Brand Manager Shopee Indonesia mengajak orangtua untuk memberdayakan dan membantu meningkatkan kemampuan anak dalam berkomunikasi, mencegah dan belajar dari kesalahan.

Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional, Shopee Indonesia memberikan diskon untuk pembelian kategori Perlengkapan Anak. Waaah, buat aku ini berarti saatnya menyetok mainan sebagai kado ulang tahun anak dan teman-temannya!

Ini dia 4 Cara Cerdas Didik Anak Digital:

1.       KREATIVITAS
Ajak anak untuk bertanya “Karya apa yang bisa saya bagikan atau berikan kepada orang lain?” Ajar anak untuk memberikan kredit kepada penulis atau seniman yang digunakan dan disebarkan karya kreatifnya.


2.       KOLABORASI
Ajak anak untuk bertanya “Apakah yang saya kerjakan berhubungan dengan orang lain?” Orangtua dapat membantu anak mengenali minat dan menemukan aktivitas dan teman-teman offline yang beragam dan menyenangkan.

3.       KRITIS
Ajak anak untuk bertanya “Dari mana say atahu informasi ini benar dan baik?” Ajar anak untuk memberikan dan menyebarkan informasi dengan sadar, siapa yang meminta dan kenapa diperlukan.

4.       KEAMANAN
Ajak anak untuk bertanya “Apa konsekuensi dan risiko dari perbuatan saya?” Ajar anak untuk menggunakan prinsip baik saat membuat kata kunci dan tidak berbagi kata kunci, kecuali dengan orangtua.


Selamat mendidik anak-anak dengan CINTA!

related article: KELUARGA INDONESIA yang BERDAYA

Kalau Anda, apakah juga menerapkan pembatasan penggunaan gawai dan internet kepada anak? Let's share!