Showing posts with label museum. Show all posts
Showing posts with label museum. Show all posts

Thursday, 20 February 2020

Seeing Past in National Museum of Singapore

Halo semuanyaaa,
udah lama banget nih aku enggak update blog parenting ini... biasa deh, sibuk, enggak ada waktu yang jadi alasannya padahal semua bisa dikerjakan tergantung prioritasnya gimana dan seperti apa *oops

Kalian masih inget cerita aku dan keluarga bertemu dengan duo panda super gemas, Jia Jia dan Kai Kai?

Di hari ketiga aku dan keluarga liburan di negara little red dot, kami berkunjung ke museum nasional Singapura yaitu National Museum of Singapore. Sebelumnya memang aku udah pernah mengunjungi National Museum of Singapore dan jatuh cinta dengan arsitektur bangunannya. Dengan menggunakan gaya arsitektur Eropa yaitu desain Neo Palladian, National Museum of Singapore merupakan salah satu deretan tempat wisata wajib kunjung saat liburan ke Singapura.

National Museum of Singapore merupakan museum tertua yang dimiliki Singapura. Di dalam museum ini pengunjungnya dapat belajar mengenai sejarah negara ini yang dimulai sejak tahun 1849. Selain itu, museum ini juga memiliki tema-tema setiap bulannya. Kebetulan saat kami berkunjung, tema yang diangkat adalah tentang Perang Dunia II. Yang mana sejarah tentang Perang Dunia II menjadi salah satu ketertarikan anak aku yang sulung. Tapi sayang, karena si bungsu sakit, kami pun harus berdamai dengan situasi dan tidak bisa berlama-lama mengunjungi museum ini. Hopefully, someday D1 and I can revisit this museum!

baca juga: Anti Panik saat anak sakit di tempat liburan

HOW TO GET THERE
Berangkat dari  Footprints Hostel, kami menuju stasiun MRT di stasiun Jalan Besar (DT22) menuju Bencoolen MRT Station dan keluar di sana. Dari stasiun MRT Bencoolen, kami berjalan sekitar 4 menit menuju National Museum of Singapore. Dan tibalah kami di National Museum of Singapore. 

INSIDE THE MUSEUM
Museum ini memiliki 4 (empat) lantai:



Level Basement biasanya digunakan untuk pameran dengan tema khusus, salah satunya seperti Perang Dunia II yang sedang berlangsung saat itu.


Untuk bisa memasuki museum di Level 1 yang berisikan tentang sejarah Singapura, pengunjung diharuskan masuk melalui pintu di Level 2. Ada baiknya bila kamu mengunjungi museum ini, kamu sebaiknya menjelajahi Level 2 terlebih dahulu. Kenapa? Karena di level 2 ini kamu bisa melihat Singapore Living Gallery yang di dalamnya seperti team lab Future Park Jakarta. Setelah puas menjelajah Level 2, barulah kamu memasuki pintu masuk menuju Singapore History Gallery.

Level 3 ada tertulis Canning Entrance, yep, ini merupakan salah satu jalan tembus menuju Fort Canning! Fort Canning sedang heits saat ini dan menjadi tempat incaran untuk berfoto!




National Museum of Singapore cocok banget untuk dikunjungi oleh keluarga bahkan bayi sekalipun karena fasilitas penyewaan stroller dan nursing room tersedia. Ada juga loker yang bisa kamu sewa kalau membawa koper dan lainnya. Selain itu, tersedia juga resto dan kafe yang makanannya cocok untuk anak. Ak juga memutuskan untuk makan siang di Food For Thought bersama keluarga. Nanti kapan-kapan aku review ya Food For Thought ini.

ADMISSION
Untuk warganegara dan permanent resident Singapura, tidak perlu membayar tiket. Sedangkan untuk non warganegara, begini harga masuknya:


Permanent Galleries

(All Level 1 & 2 Galleries and Glass Rotunda)
 Special Exhibition
An Old New World:
From the East Indies
to the Founding of Singapore,
1600–1800
 All Galleries
(Permanent &
Special Exhibition)
 Standard Adult  $15 $18 $26
Concession1
Senior (60 years and above)
Student2
Special Access3
  $10 $14 $19

Untuk informasi lebih lengkap, kamu bisa mengunjungi:
National Museum of Singapore
website: https://www.nationalmuseum.sg/
address: 93 Stamford Road, singapore 178897
IG: @natmuseum_sg
Open daily: 10AM-7PM

related articles

Thank you for reading and I really hope that you enjoy this post. See you on my next post and remember to follow my blog, IG, FB and Twitter.



Monday, 11 June 2018

Anti Panik saat anak sakit di tempat liburan

Memiliki anak yang mudah diajak liburan memang menyenangkan. Darren, si sulung memang terbiasa menggunakan jalur darat dan udara sejak usianya belum satu tahun. Aku enggak pernah mengalami D1 mendadak sakit saat bepergian, pokoknya memori liburan kami indah sekali!

Maret lalu, kami sekeluarga liburan ke negara singa nyembur banyu. Persiapannya memakan waktu 4 tahun dengan menabung karena aku juga mengajak papi dan mami ikut serta.

read more: Liburan Pertama Kali Ke Singapura

Perjalanan pun lancar,  D2 tertidur saat pesawat take off. Ketika mendarat, mendadak tubuh D2 demam! Celakanya, aku enggak membawa obat penurun demam yang biasa dikonsumsinya. Yang aku bawa hanya minyak atsiri peppermint yang dapat digunakan untuk membantu meredakan demam. Aku pun berharap setelah diolesi minyak atsiri, demam D2 bisa turun sehingga kami bisa melanjutkan liburan.

Monday, 20 July 2015

Melawan Stigma Dengan Cinta


Jatah cuti dan liburan akan segera berakhir? Gak perlu kuatir karena banyak tempat di Jakarta yang bisa dikunjungi dan yang pasti murah meriah :)

Beberapa kali melewati sebuah museum yang ada patung gajahnya, aku penasaran ingin berkunjung namun  ternyata belum kesampaian sampai sekarang, malah yang lebih beruntung untuk berkunjung terlebih dahulu adalah suami dan Darren.

Sabtu, 30 Mei 2015 yang lalu mereka berdua menyambangi Museum Nasional atau yang lebih dikenal dengan nama Museum Gajah sementara aku menghadiri seminar tentang ASI dan parenting.


Mereka berangkat dari Sarinah Thamrin dengan menggunakan Jakarta City Tour Bus

Museum Nasional dibuka hanya pada hari Selasa sampai dengan Minggu, untuk detil harga tiket yang menurutku sangat terjangkau dapat dilihat di sini

Ada apa saja di dalam Museum Nasional ini? Mari kita lihat foto-foto yang terkumpul :)



Koleksi Museum Nasional ini cukup beragam mulai dari benda prasejarah sampai benda pencetak uang.

Selain itu, agar menarik saat ini Museum Nasional banyak mengadakan kegiatan untuk anak-anak. Salah satunya dukungan untuk Melawan Stigma dengan Cinta untuk anak-anak Disabilitas dengan menggambar dan Darren ikut ambil bagian didalamnya :)


Dengan dukungan dari IKEA Foundation Save the Children, semoga dapat memperbanyak anak Indonesia penyandang disabilitas dan keluarga mendapatkan haknya melalui akses rehabilitasi berbasis masyarakat, dukungan masyarakat, dan pendidikan yang berkualitas.Sehingga anak Indonesia penyandang disabilitas dapat menikmati kehidupan yang layak dalam kondisi yang bermartabat, serta mempromosikan kemandirian dan memfasilitasi anak untuk dapat berpartisipasi aktif dalam masyarakat.

Ayo ke Museum!

- HoneyJT - 

Monday, 8 June 2015

Museum for A Railway Fans


Awal mula aku tahu tentang Museum Transportasi karena baca artikel di sini nih :)

Karena kegemaran Darren (saat itu usia 3 tahun) akan kereta api, terutama kereta api uap aku mengajaknya ke Museum Transportasi di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Ini merupakan pertama kalinya Darren ke museum.

Dan benar saja, sekalinya kesana Darren ketagihan!

Setiap kali ke Museum Transportasi, Darren gak mau pulang!  HAHAHA 

Selain karena koleksi kereta api yang sangat tua dan cukup lengkap, Museum Transportasi ini memang punya sudut-sudut yang bagus banget untuk difoto :)

Saat kami kesana, selalu ada kumpulan orang-orang yang sibuk berfoto entah untuk foto pre wedding, kelompok atau pun katalog fesyen.


Museum Transportasi beroperasi Senin-Minggu (08.00-16.00) dengan harga tiket masuk Rp2.000 per orang. Tiket masuk gerbang TMII Rp10.000 per orang, mobil Rp10.000, motor Rp6.000  dan sepeda Rp1.000. Tergolong affordable bukan? Selain itu juga, tempat ini bisa menjadi sarana anak untuk belajar tentang transportasi :)

Sebenarnya Museum Transportasi ini dibagi menjadi beberapa bagian. Pada bagian pintu gerbang, terdapat pesawat Garuda Indonesia dan helikopter SAR. Ada juga bagian mobil, taksi serta bus yang letaknya harus dijangkau dengan berjalan kaki ke bagian dalam.

Pada bagian belakang juga masih terdapat kereta api, turn table serta terowongan.


Bagi anak-anak yang tidak terlalu menyukai kereta api, ada tempat penyewaan becak mini yang juga dapat dimanfaatkan oleh orangtua.

Apabila Anda ingin mengajak keluarga untuk berkunjung ke Museum Transportasi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:
  • Waktu. Sebaiknya berkunjung pada saat pagi hari atau sore hari karena matahari tidak terlalu terik. 
  • Perlengkapan Anak. Karena museum ini termasuk luas, ada baiknya Anda membawa stroller agar tidak kesulitan untuk menggendong anak bila dia sudah mulai lelah. 
  • Makanan dan Minuman. Bawalah makanan dan minuman yang cukup agar perut tidak kelaparan dan tubuh tidak dehidrasi. Ada gazebo yang dapat dipergunakan untuk duduk menikmati makanan dan minuman yang dibawa tapi ingat ya untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan museum karena tersedia banyak tempat sampah sehingga tidak ada alasan untuk meninggalkan sampah makanan di sembarang tempat!
  • Kamera dan baterai. Siapkan kamera Anda untuk merekam keseruan bertamasya di Museum Transportasi
  • Have fun. Lupakan sejenak setrikaan pakaian yang menggunung atau bahkan rumah yang masih berantakan. Bersenang-senanglah sementara waktu karena Anda dan keluarga layak mendapatkannya :)

Selamat bertamasya!

- HoneyJT-