Aku mau bahas salah satu restoran ramah anak yang terletak
di dalam National Museum of Singapore, Food For Thought.
Jadi, hampir di setiap
museum yang ada di Singapura punya restoran yang comfy dan instagramable
maka enggak boleh ketinggalan untuk merasakan suasana makan di dalam museum.
Menu yang disajikan di Food For Thought cocok untuk anak dan
dewasa mulai dari brunch sampai makan berat. Ada kuliner lokal sampai western
food.
Minum kopi sambil ditemani kicau burung itu rasanya
menyenangkan sekali! Aselik ambience-nya tuh gokil! Buat orang introvert macam aku gini sih pasti bakalan suka banget sama resto di dalam museum ini!
Restoran ini ramah anak juga dilengkapi dengan highchair.
Harga makanannya mulai dari SGD7 sampai SGD23. Rasanya, cocok di lidah aku sekeluarga, hepi!
Food For Thought 93 Stamford Road #01-04/05 National Museum of Singapore Singapore 178897 P. +65 6338 9887 Email: nms@foodforthought.com.sg Website| Instagram | Fan Page
Thank you for reading and I really hope that you enjoy this post. See you on my next post and remember to follow my blog, IG, FB and Twitter.
Setiap orangtua pasti mendambakan anaknya bertumbuh dan
berkembang dengan baik, tidak terkecuali aku. Pertumbuhan anak tidak hanya
diukur secara fisik tapi juga perkembangan otaknya. Satu hal lagi yang menjadi
perhatian orangtua adalah kecerdasan anak. Orangtua mana sih yang enggak bangga
punya anak yang cerdas?
Kecerdasan anak dapat diukur dari berbagai hal. Anak yang
memiliki daya ingat tinggi hingga bisa menghafal berbagai macam hal seperti
bahasa, angka, rumus dan lainnya juga bisa dikategorikan sebagai orang cerdas.
Agar anak cerdas, perlu adanya stimulasi berupa Akal, Fisik dan Sosial. Sinergi
kehebatan anak yang meliputi Akal, Fisik dan Sosial dapat dikembangkan secara
optimal dalam periode emas si kecil dengan memberikannya asupan nutrisi yang
tepat serta stimulasi yang sesuai dengan tingkat sinergi kehebatannya.
Periode
emas mulai dari usia anak 0-5 tahun, masa di mana otak si kecil tumbuh dengan
pesat sesuai dengan stimulasi yang diterimanya. Orangtua harus benar-benar
memberikan stimulasi Akal, Fisik dan Sosial terbaik bagi anak pada umur 0-5
tahun karena periode emas ini hanya terjadi satu kali dalam kehidupannya.
Sebagai seorang ibu, pasti deh persoalan berat badan anak sering
bikin baper! Seringkali aku membandingkan berat badan Darren ataupun
Xiao Dre dengan anak sebayanya. Ditambah lagi, Darren, si sulung susah
sekali untuk diajak makan sayur dan buah, aku jadi makin kuatir dengan
asupan nutisi dan gizinya apalagi setelah mendengar pencerahan dari dr.
Jansen Ongko mengenai zat gizi.
Siapa yang di sini bingung membedakan zat gizi makro dengan zat gizi mikro? Aku nih termasuk salah satu yang ga bisa membedakan nutrisi zat gizi makro dengan zat gizi mikro... Ketauan banget deh kalau pas pelajaran biologi ga nyimak *hahahahahaha
Zat gizi makro itu terdiri atas: karbohidrat - protein - lemak yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar.
Sedangkan zat gizi mikro yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil sering disebut sebagai "kendaraan" agar zat gizi makro terpenuhi. Zat ini terdiri dari mineral dan vitamin.
Kedua zat gizi tersebut sangat penting terutama zinc, zat besi, vitamin B serta vitamin C bagi anak usia sekolah. Kenapa penting? Karena zat mikro tersebut sebagai energi untuk anak melakukan aktivitas harian mereka. Selain itu, kandungan gizi tersebut dapat memperkuat daya tahan tubuh serta meningkatkan konsentrasi anak.
Ternyata kebutuhan harian zat besi pada anak adalah 10 mg dan zinc sebanyak 11 mg. Dan, masih banyak lho anak usia sekolah yang terkena anemia. Tahun 2013 misalnya, tercatat sebanyak 26,4% anak usia 5-12 tahun yang menderita anemia gizi.
Kekurangan zat besi pada anak dapat mengakibatkan:
Turunnya sistem kekebalan tubuh
Gangguan pertumbuhan organ tubuh
Gangguan perilaku
Daya ingat rendah
Penurunan konsentrasi belajar
Psikolog Anak dan Keluarga, Verauli Roslina menjelaskan, "Sejalan dengan nutrisionis, sejumlah studi
menunjukkan bahwa kualitas protein, vitamin, dan mineral pada makanan
berkorelasi dengan baik terhadap perkembangan kognitif anak usia sekolah
(Sigman, 1995; Watkins & Pollitt, 1998).
Ada 3 faktor yang
harus diperhatikan pada anak usia sekolah yakni FOKUS, AKTIFITAS dan KETAHANAN TUBUH. Tiga hal ini sangat berkaitan dengan performa anak di
sekolah. Kids jaman now saat ini memiliki banyak tuntutan, seperti tuntutan
berprestasi di sekolah, aktif di luar sekolah dan sosial pertemanan. Dengan
begitu besar tuntutan mereka, sangat dibutuhkan kecukupan nutrisi agar
mereka bisa nyaman menjalankan peran anak usia sekolah.
Terus apa hubungannya sama MINUTE MAID NUTRIFORCE?
Andrew Soendjojo, Marketing Manager Minute Maid menjelaskan, "Fokus, aktivitas dan ketahanan juga
merupakan tiga pilar dari Minute Maid Nutriforce. Minute Maid Nutriforce merupakan minuman rasa buah yang dilengkapi dengan kandungan 11 gizi bermanfaat. Dengan Minute Maid Nutriforce, kita dapat membantu penuhi 1/3 kebutuhan nutrisi harian si buah hati. "
Kandungan vitamin C dan E yang merupakan jenis antioksidan baik untuk melindungi si buah
hati dengan melindungi jaringan tubuh, sementara vitamin B1, B3 dan B12
mampu membantu pembentukan energi bagi anak untuk menjalankan segala
aktivitas di sekolah dan luar sekolah, dan zat besi yang merupakan
komponen hemoglobin dalam sel darah merah yang membawa oksigen keseluruh
tubuh untuk membantu perkembangan kemampuan berpikir anak.
Minute Maid Nutriforce hadir dalam dua varian rasa yaitu jeruk dan mangga. Minuman ini bebas pengawet, bebas pewarna dan bebas pemanis buatan. Diperkenalkan dengan ukuran 180ml dengan harga terjangkau Rp3.000 per kotak.
Saat aku mencoba Minute Maid Nutriforce rasa jeruk, kesannya asam segar. Itu membuktikan bahwa Minute Maid Nutriforce dibuat dari jeruk asli. Walau asam, saya juga merasakan sensasi sedikit manis di lidah. Ternyata minuman ini menggunakan stevia.
Jadi gampang nih melengkapi bekal Darren dan Xiao Dre sehari-hari dengan minuman yang sehat, praktis dan mudah untuk dinikmati kapan saja.
Tentunya kita semua familiar dengan chicco (baca: kiko), brand produk perlengkapan bayi yang menjadi pilihan ibu termasuk aku.chicco diciptakan pertama kali oleh Pietro Catelli, seorang penemu peralatan kesehatan pada tahun 1958. Saat putranya lahir, Mr Catelli mendedikasikan pekerjaannya untuk menciptakan solusi terbaik untuk orangtua dan bayi sejak 0-36 bulan.
Tentu saja sebagai ibu baru, saya panik bahkan merasa ingin
menangis pada saat itu. Padahal tindakan pertolongan pertama saat si kecil
sakit sangat krusial. Dibutuhkan ketenangan dalam berpikir dan bertindak agar
sakit yang diderita si kecil tidak bertambah parah.
Siapa sih yang ga suka nyemil? Tentunya semua suka dong termasuk aku yang suka banget nyemil aneka kue kering. Saking sukanya, aku jadi kepengen bikin kue sendiri tapi niat ini terpaksa diurungkan karena aku ga punya oven, salah satu peralatan membuat kue yang penting. Sampai-sampai aku mau bikin kue tanpa oven tapi kira-kira bisa gak ya? Akan berhasil atau gagal total ya?
Tau gak sih, padahal mama aku itu jagoan bikin kue lho! dan setiap memasuki bulan puasa dan Idul Fitri, pasti beliau kebanjiran pesanan kue kering. Dulu waktu belum berkeluarga, aku ikut membantu mama membuat kue pesanan tersebut jadi kurang lebih cukup tahu bahan serta proses pembuatannya. Nah sekarang setelah berkeluarga, aku kepengen juga dong bisa bikin kue yang enak buat suami dan anak-anak.
Adakah yang merasa kalau cuaca belakangan ini terasa panas?
Sudah beberapa hari ini aku memasang AC dengan suhu 20o dari malam hingga pagi padahal biasanya dengan suhu 25o saja sudah nyaman. Akibatnya bukan hanya aku saja yang kegerahan tapi Xiao Dre juga, dia jadi rewel dan sulit tidur karena kepalanya gerah dan basah akibat keringat.
Masih ingat kan ceritaku yang terpaksa harus menjalani Long Distance Love dengan pasangan?
Duh, sedih banget deh karena beberapa minggu lalu, suami dan ibu mertua
sakit secara bersamaan dan aku ga bisa hadir 24 jam untuk merawat mereka.
Entah ya, kenapa aku merasa kalau kuman semakin kuat dibandingkan
sewaktu dulu. Bahkan, rekan kerja aku juga ada yang anaknya harus dirawat di
rumah sakit karena demam namun setelah dites darah masih belum terlihat jenis
penyakit apa yang dideritanya, dokter hanya mengatakan bahwa ada virus saja.
Kekhawatiranku menjelang D2 berusia hampir 18 bulan adalah kemampuannya berbicara.
Bila dibandingkan kakaknya D1 yang lebih fasih berbicara saat seusianya, D1 lebih dulu menguasai kata dan mampu berbicara dua suku kata dengan jelas.
Karena aku masih mengungsi sementara di rumah orangtuaku, kebanyakan orangtuaku menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi dengan D2 sedangkan aku terkadang bahasa Indonesia dan Inggris. Hal ini membuat aku mengira-ngira apakah ada hubungannya keterlambatan bicara (speech delay) dengan penggunaan multi bahasa sehari-hari.
Rasanya baru sekejap mata aku melahirkan Xiao Dredan sekarang bayi itu sudah berumur genap satu tahun.
Seperti beberapa tahun lalu saat putra sulung saya berulang tahun yang pertama, kami hanya merayakannya meniup lilin pada hari H dan acara syukuran mengundang keluarga saja saat akhir pekan.
Aku termasuk perempuan yang jarang masuk ke dapur karena sudah terbiasa mendapatkan bala bantuan dari ibu mertua dan asisten rumah tangga. Bukannya anti masuk dapur sih, memang waktu aku aja sebagai working mom yang amat terbatas tapi kalau ada waktu luang yang teramat panjang saat akhir pekan pasti deh langsung masuk dapur walau hanya sekadar ngejus.
Karena aku gak punya babysitter ataupun asisten rumah tangga maka kemanapun aku pergi, pasti Xiao Dre diajak.
Saat Xiao Dre masih ASI Eksklusif, aku ga merasa kesusahan untuk menyusui di ruang publik tapi lain ceritanya waktu Dre sudah makan makanan padat pertamanya.
Awalnya aku pikir, aku akan kerepotan untuk mempersiapkan-memberikan makan di ruang publik untuk Xiao Dre.
Sebenarnya sih pilihannya akan sangat mudah kalau aku memakai produk MPASI/MPASU instant yang tinggal seduh dan aduk, voila jadi! Tapi biasanya produk MPASI/MPASU instant mengandung gula atau garam yang memperberat kerja ginjal bayi, kasian kan! Makanya aku memutuskan untuk memberikan MPASI/MPASU rumahan untuk Xiao Dre walaupun saat harus di luar rumah.
Di postingan kali ini, aku mau berbagi peralatan MPASI saat bepergian. Saat anak pertama, aku menggunakan lunch jar tapi sekarang aku kurang sreg karena panas makanan tidak bisa bertahan lama. Aku putar otak gimana caranya supaya MPASI Xiao Dre yang sudah dimasak dapat tetap fresh dengan peralatan yang ada sekarang.
Gak terasa aku berhasil menyusui selama 6 bulan, (pengalaman menyusui Xiao Dre bisa dibaca di sini) dan sudah lulus ASI Eksklusif maka kini saatnya Xiao Dre memulai makanan padat pertamanya.
Fase makanan padat pertama bikin aku senang sekaligus deg-degan, senang karena ada alasan untuk belanja HAHAHAHA, deg-degan kalau Xiao Dre bakal suka atau gak sama makanan yang aku bikin :)
Untuk menjaga kebersihan tubuh, penting sekali untuk mandi dua kali sehari dengan sabun yang tepat. Mengapa harus dengan sabun yang tepat? Karena dengan sabun yang tepat, kuman dapat dibasmi tetapi kulit tetap terawat.
Sedari kecil, aku akrab dengan sabun batang yang kadang-kadang saat dipakai bisa jatuh dan jadi kotor. Ditambah lagi sekarang anak sulung aku, D1 senang sekali mandi sambil bermain busa. D1 pernah kepergok aku sedang mencelupkan sabun batang ke dalam bak air mandi. Kalau kayak begitu, yang ada kita malah mentransfer kuman ke kulit sendiri....Serem kan?!
Beberapa waktu yang lalu, saat sedang bekerja di kantor, aku dikabari kalau ada sebuah luka yang bernanah di paha Xiao Dre.
Duh, rasanya saat itu juga aku ingin segera kembali ke rumah!
Tapi aku ingat kalau di ponselku tersedia aplikasi #BerbagiSehat yang dapat memantau gejala dan penyakit anak sebelum akhirnya ke dokter spesialis anak atau ke rumah sakit untuk tindakan medis lebih lanjut.
Aplikasi #BerbagiSehat ini seperti jurnal kesehatan bayi dan anak. Ketik keluhan pada kolom Gejala, maka dapat diketahui penyakit yang mirip dengan gejala yang disampaikan. Aku ketik "Benjolan Bernanah" pada gejala, kemudian penyakit yang muncul, akibat vaksinasi.