Kalau dibaca dari judulnya, udah tau kan postingan kali ini tentang kesehatan.
Hello readers, how is your morning?
Udah lama banget nih ga update tentang Syukur Pagi, artikel terakhir tentang Reward Yourself.
Kali ini aku mau cerita kalau aku baru aja sembuh dari sakit maag beberapa waktu lalu.
Mungkin karena tanpa saya sadari tubuh ini stres berkepanjangan sejak akhir Januari 2017 di mana perusahaan tempat aku bekerja hampir setahun belakangan ditutup karena tidak tercapainya target revenue untuk menutupi cost perusahaan.
It is about life changing experience. Enjoy the blog, write your comment and hope that we all learn something about LIFE :)
Showing posts with label kerja. Show all posts
Showing posts with label kerja. Show all posts
Thursday, 9 March 2017
Saturday, 31 December 2016
The Best of 2016
Hello everyone!
Sejak tahun 2014, aku selalu bikin highlights atas segala hal yang terjadi, begitu juga dengan tahun 2015 dan sepertinya tahun ini juga mau melakukan yang sama!
Setahun sudah kita lewati 2016, tanpa terasa banyak hal yang telah terjadi di dalam kehidupan kita sepanjang tahun ini, suka duka, sehat sakit, mudah sulit, semua!
Ada beberapa hal yang menjadi momen terbaik sepanjang tahun 2016 yang membuat aku tidak henti-hentinya bersyukur atas berkat dan anugerah yang aku nikmati,
Sejak tahun 2014, aku selalu bikin highlights atas segala hal yang terjadi, begitu juga dengan tahun 2015 dan sepertinya tahun ini juga mau melakukan yang sama!
Setahun sudah kita lewati 2016, tanpa terasa banyak hal yang telah terjadi di dalam kehidupan kita sepanjang tahun ini, suka duka, sehat sakit, mudah sulit, semua!
Ada beberapa hal yang menjadi momen terbaik sepanjang tahun 2016 yang membuat aku tidak henti-hentinya bersyukur atas berkat dan anugerah yang aku nikmati,
Labels:
family,
gratitude,
kerja,
kids,
life,
Momen Pertama,
news,
photos,
the urban mama,
update
Monday, 26 September 2016
[SYUKUR PAGI] Reward Yourself
Good morning!
How is your morning?
Mine is busy but good! Sibuk banget sampe ga bisa update blog!
Beberapa waktu lalu, pagi hari saat berangkat ke kantor menggunakan bus transjakarta, aku melihat aksi unjuk rasa di depan stasiun Gambir yang isinya kurang lebih tentang pertanyaan mengapa mereka ternacam di-PHK. Duh, sedih ya ngeliat kayak gitu, sempat kepikiran gimana dengan anak-anak kalau orangtuanya dipecat dan terpaksa harus putus sekolah. Makanya, kita yang sudah punya pekerjaan yang layak dan nyaman harus bersyukur sekaligus gak lupa untuk berdaya bagi lingkungan sekitar kita. Enggak usah deh merasa iri dengan kesuksesan orang lain, yang padahal kalau kita mau tau, dia sukses karena dia bekerja 100 kali lebih keras dibandingkan dengan kita.
Kali ini aku mau ngomongin soal menghargai diri sendiri. Penghargaan terhadap diri itu datangnya dari kita sendiri, kalau datang dari orang lain, kita akan rendah diri. Seringkali banyak orang terjebak dengan opini orang lain tentang dirinya. Kalau kata kata orang lain sudah mulai membuat kamu sedih, inget aja lagunya Christina Aquilera "I am beautiful no matter what they say"
Thursday, 26 May 2016
MPASI saat bepergian
![]() |
| makan di perjalanan |
Karena aku gak punya babysitter ataupun asisten rumah tangga maka kemanapun aku pergi, pasti Xiao Dre diajak.
Saat Xiao Dre masih ASI Eksklusif, aku ga merasa kesusahan untuk menyusui di ruang publik tapi lain ceritanya waktu Dre sudah makan makanan padat pertamanya.
Awalnya aku pikir, aku akan kerepotan untuk mempersiapkan-memberikan makan di ruang publik untuk Xiao Dre.
Sebenarnya sih pilihannya akan sangat mudah kalau aku memakai produk MPASI/MPASU instant yang tinggal seduh dan aduk, voila jadi! Tapi biasanya produk MPASI/MPASU instant mengandung gula atau garam yang memperberat kerja ginjal bayi, kasian kan! Makanya aku memutuskan untuk memberikan MPASI/MPASU rumahan untuk Xiao Dre walaupun saat harus di luar rumah.
Di postingan kali ini, aku mau berbagi peralatan MPASI saat bepergian. Saat anak pertama, aku menggunakan lunch jar tapi sekarang aku kurang sreg karena panas makanan tidak bisa bertahan lama. Aku putar otak gimana caranya supaya MPASI Xiao Dre yang sudah dimasak dapat tetap fresh dengan peralatan yang ada sekarang.
Di postingan kali ini, aku mau berbagi peralatan MPASI saat bepergian. Saat anak pertama, aku menggunakan lunch jar tapi sekarang aku kurang sreg karena panas makanan tidak bisa bertahan lama. Aku putar otak gimana caranya supaya MPASI Xiao Dre yang sudah dimasak dapat tetap fresh dengan peralatan yang ada sekarang.
Thursday, 27 February 2014
STOP seeing myself as a VICTIM
Masih ingat dengan cerita gw di sini ?
Tanpa disadari kejadian itu membuat gw memposisikan diri gw sebagai "korban" selama hampir satu minggu lamanya.
Seolah-olah gak ada orang lain yang hidupnya semerana gw, jadi ibu rumah tangga juga jadi ibu yang bekerja!
"Hellooowww! Di luar sana banyak kali yang punya peran sama kayak loe!" batin gw berkata.
Beruntungnya gw dikelilingi orang-orang yang selalu memberikan dampak yang sangat baik bagi kehidupan pribadi dan juga karier, salah satunya career coach Rene Suhardono.
Lewat kolom #UltimateU-nya Rene selalu bisa membangunkan gw bahwa semua orang mengalami kendala yang sama dalam karier dan pekerjaan.
Persoalannya, langkah seperti apa yang mau diambil terkait karier dan pekerjaan?
Kalau gw ga suka dengan pekerjaan yang sekarang maka gw bisa memilih untuk meninggalkan organisasi di mana gw berkarya sekarang atau melakukan perubahan!
Hati menimbang, logika memperhitungkan untung rugi.
Suatu hari di awal tahun ini, saat ngobrol dengan tim kerja gw, gw menyadari bahwa mereka masih butuh untuk diayomi dan banyak hal yang bisa dilakukan agar mereka juga mengerti untuk apa dan siapa mereka ada di organisasi ini.
Agar juga mereka mengerti bahwa BEKERJA = BERKARYA DAN BERDAYA
Dan gw mau ambil bagian itu.
Sejak saat itu gw mengubah pola pikir, gw stop menjadikan diri gw korban!
Gw mulai mengucap syukur untuk semua hal yang terjadi di dalam hidup gw setiap harinya.
Gw menemukan satu metode lucu di twitter yang diberi tagar #3Gratitudes, selama dua puluh satu hari menuliskan rasa syukur untuk tiga hal yang terjadi setiap harinya.
Dan perlahan, situasi kantor berubah menjadi lebih baik, kondusif dan menyenangkan :)
Cobain deh!
Friday, 17 January 2014
Should I STAY or Should I GO?
If you think what I'm thinking, the answer probably YES!
Kenapa blog ini mati suri selama tiga bulan?
Jawabannya karena muatan kerja yang banyak di kantor dan gw di rumah udah ga pake Asisten Rumah Tangga (ART) sama sekali!
Tiga bulan lalu itu GILA banget!
Emosi gw campur aduk, sedih, kecewa, sakit dan capek saat itu!
Semua berawal dari keputusan gw untuk gak memakai jasa ART karena peristiwa ini!
Gw pikir saat itu, "Bisalah gw mengatur waktu untuk ngerjain kerjaan domestik dan kantoran"
Ternyata......
Gw benar bahwa gw mampu mengerjakan pekerjaan domestik dan kantoran
Tapiiiii......
Gw udah ga punya waktu untuk MIKIR!
Begitu bangun tidur, gw otomatis langsung loncat dari tempat tidur dan ngerjain kerjaan domestik seperti nyapu pel, cuci dan setrika pakaian, ngurus Darren sebelum berangkat sekolah.
I feel like a ZOMBIE!
Sampai akhirnya gw melakukan kesalahan fatal di tempat kerja karena ya itu, gw udah ga bisa mikir, energi gw udah abis!
Ditambah lagi gw harus kudu wajib ngurus bank garansi yang menyebalkan.
Kenapa gw bilang menyebalkan? Karena permintaan pihak ketiga yang gak umum untuk sebuah bank garansi.
I do all the process for the sake of work and responsibility!
Yang menjengkelkan adalah pihak ketiga yang mengulur waktu selama berbulan-bulan kemudian minta bank garansi itu sehari jadi sesuai dengan maunya dia.
Dia kata yang punya bank itu moyang gw, bisa seenaknya nyuruh-nyuruh orang buat keluaran itu surat sekarang juga? Ada yang namanya Standard of Procedur, maliiiih!
Yang bikin jengkel, cuti gw pas Natal 27 Desember 2013 untuk kumpul dengan om yang pulang jauh-jauh dari San Diego dibatalkan!
DIBATALKAN! padahal bank garansi itu baru selesai 31 Desember 2013...... -_-"
Kejadian ini bikin kecewa anak gw, Darren udah pasti!
*Mama owe you our time* :(
Ajaibnya, di saat mau menunaikan ibadah kebaktian malam Natal, gw disuruh untuk tinggal di kantor sampai malam hanya untuk bank garansi itu, padahal karyawan bank yang ngerjain juga udah pada pulang kantor karena sebagian besar merayakan Natal!
Anehnya lagi, si mister mengucapkan "Selamat Natal" sambil jalan pulang setelah dia nyuruh gw untuk tinggal di kantor.....
WTF!
Sumpaaaah, gw ga ngerti apa yang ada di pikiran dia..... saat itu juga gw memutuskan untuk berhenti kerja.
Di perusahaan tempat gw kerja sekarang masih menganggap karyawan sebagai RESOURCE bukan sebagai SOURCE
Terbukti dengan berhentinya salah satu teman kantor yang kebetulan dibawah departemen gw, ya itu karena organisasi gak memanusiakan manusia.
Yes, I want to resign in 2014!
So, Should I STAY or Should I Go?
Tuesday, 21 September 2010
#Delegation
Below are the summaries of Good Morning Hard Rock FM Radio Show on Wednesday, Sep 22nd, 2010 with Iwet Ramadhan, Ayu Dewi and Rene Suhardono Cananeo.
There is no way we shall be able to take the lead in all things ourselves.
Some managers may feel they never need to delegate since they can do it faster and more precise, alone.
Reasons why people don't delegate : lack of trust, plain silly or afraid of the other person will do better.
If you think that way, here is the question: "Do you want to be the same type of work 10 (ten) years from today?"
Delegation is not just to complete work. It is the path to grow proffessionally and personally.
Great people and great companies are masters in delegation.
We don't delegate because we have to , we delegate because it is the best way to empower people.
The prospect of somebody can do the work better than us should be seen as great news and not as a threat.
There is no better way to grow and to improve business than to delegate to every able and willing people.
The key to delegation: different people has different style of delegation.
You can delegate authority but not responsibility.
You need to understand the nature of the work and the way to break them into pieces before delegation.
Spend time to understand your team member's passion, talent, ambition etc
Be their boss and be their coach. The best support is by being there when they need you.
Your job is to assist them over difficult phase and to show them that they are able.
But you have to be able to do it yourself before begin delegating any work.
Build business around people not the other way.
Never compare your own experience when delegating work. You are you, they are not you.
There is no way we shall be able to take the lead in all things ourselves.
Some managers may feel they never need to delegate since they can do it faster and more precise, alone.
Reasons why people don't delegate : lack of trust, plain silly or afraid of the other person will do better.
If you think that way, here is the question: "Do you want to be the same type of work 10 (ten) years from today?"
Delegation is not just to complete work. It is the path to grow proffessionally and personally.
Great people and great companies are masters in delegation.
We don't delegate because we have to , we delegate because it is the best way to empower people.
The prospect of somebody can do the work better than us should be seen as great news and not as a threat.
There is no better way to grow and to improve business than to delegate to every able and willing people.
The key to delegation: different people has different style of delegation.
You can delegate authority but not responsibility.
You need to understand the nature of the work and the way to break them into pieces before delegation.
Spend time to understand your team member's passion, talent, ambition etc
Be their boss and be their coach. The best support is by being there when they need you.
Your job is to assist them over difficult phase and to show them that they are able.
But you have to be able to do it yourself before begin delegating any work.
Build business around people not the other way.
Never compare your own experience when delegating work. You are you, they are not you.
Thursday, 12 March 2009
symptoms
saya sedang flu pada saat saya menulis blog ini.
tapi flu yang aneh, mudah- mudahan hanya gejala flu =)
dua bulan kemarin juga saya terserang flu yg lebih berat dari sekarang.
dahulu, tenggorokan dan kepala sakit, demam, sendi- sendi dan tulang belakang serasa mau patah.
biasanya bila saya mau flu, hal pertama yg saya rasakan adalah sakit tenggorokan tapi kali ini berbeda tiba- tiba saja sejak minggu siang kemarin hidung ini meler terus dan bersin- bersin berulang kali.
flu kali ini saya segera minum obat tapi nampaknya progresnya tidak signifikan terbukti semenjak dua hari lalu tenggorokan saya gatal dan telinga sebelah kanan saya tiba- tiba tidak dapat mendengar suara dengan jelas. syukurlah, hari ini telinga kanan saya kembali normal.
Saya adalah orang yg sangat jarang minum obat, terapi saya hanya tidur dan minum air putih yg banyak bila sakit.
tapi semenjak punya anak saya harus hajar obat segera supaya anak saya tidak tertular.
Rasanya lebih sakit melihat dia terbaring lemah tidak berdaya dibanding saya menderita sakit.
terkadang orang- orang tersayang menyarankan saya untuk istirahat, memang saya sangat butuh istirahat namun melihat tanggung jawab pekerjaan saya yg belum selesai rasanya hati ini juga tidak tenang untuk istirahat di rumah.
*untuk kamu juga yg kadang gak mau istirahat klo lg sakit*
tapi flu yang aneh, mudah- mudahan hanya gejala flu =)
dua bulan kemarin juga saya terserang flu yg lebih berat dari sekarang.
dahulu, tenggorokan dan kepala sakit, demam, sendi- sendi dan tulang belakang serasa mau patah.
biasanya bila saya mau flu, hal pertama yg saya rasakan adalah sakit tenggorokan tapi kali ini berbeda tiba- tiba saja sejak minggu siang kemarin hidung ini meler terus dan bersin- bersin berulang kali.
flu kali ini saya segera minum obat tapi nampaknya progresnya tidak signifikan terbukti semenjak dua hari lalu tenggorokan saya gatal dan telinga sebelah kanan saya tiba- tiba tidak dapat mendengar suara dengan jelas. syukurlah, hari ini telinga kanan saya kembali normal.
Saya adalah orang yg sangat jarang minum obat, terapi saya hanya tidur dan minum air putih yg banyak bila sakit.
tapi semenjak punya anak saya harus hajar obat segera supaya anak saya tidak tertular.
Rasanya lebih sakit melihat dia terbaring lemah tidak berdaya dibanding saya menderita sakit.
terkadang orang- orang tersayang menyarankan saya untuk istirahat, memang saya sangat butuh istirahat namun melihat tanggung jawab pekerjaan saya yg belum selesai rasanya hati ini juga tidak tenang untuk istirahat di rumah.
*untuk kamu juga yg kadang gak mau istirahat klo lg sakit*
Subscribe to:
Posts (Atom)


