Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Wednesday, 20 January 2016

Rentak Harmoni


Aku senang sekali bicara tentang pendidikan Indonesia, antara bangga dan gemas. Bangga karena standar mata pelajaran eksata Indonesia jauh di atas standar negara lainnya, gemas karena cara pengajaran masih jauh di bawah standar negara maju.

Tahun 2014, aku bergabung menjadi relawan Komite Rekrutmen Indonesia Mengajar. Ceritanya bisa dibaca di sini

Pastinya kamu sudah sering mendengar tentang Indonesia Mengajar. Gerakan Indonesia Mengajar (GIM) adalah sebuah gerakan yang mengajak semua pihak untuk ambil bagian menyelesaikan masalah pendidikan di Indonesia. Salah satu kegiatan utama GIM adalah menyeleksi, melatih dan mengirimkan sarjana-sarjana terbaik dari berbagai universitas untuk menjadi jendela kemajuan di daerah melalui wahana bekerja sebagai guru selama satu tahun yang disebut Pengajar Muda. Saat ini sudah tercatat 539 orang Pengajar Muda yang pernah bertugas, 16.303 relawn dalam berbagai inisiatif, ribuan donatur perorangan serta ratusan sponsor/mitra GIM.

Berawal dari ide beberapa alumni Pengajar Muda lintas angkatan untuk berkontribusi kepada GIM seusai masa tugas, mereka bersama beberapa relawan mendaftarkan diri sebagai grup tari pada acara Indonesia Menari 2014. Keberhasilan mereka meraih juara favorit pada acara tersebut menambah kepercayaan diri dalam mengajak lebih banyak lagi alumni dan relawan untuk berkolaborasi dalam bidang seni.
Oleh karenanya, alumni Pengajar Muda dan relawan GIM menampilkan sebuah drama musikal bertajuk "Rentak Harmoni" yang akan berlangsung pada hari Sabtu, 30 Januari 2016 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki Jakarta pukul 19.00. 

Tiket dapat diperoleh di sini dimana seluruh hasil keuntungannya akan didonasikan kepada Iuran Publik GIM sebagai salah satu skema pendanaan Indonesia Mengajar.

"Rentak Harmoni" adalah wadah anak-anak muda yang peduli pendidikan melalui kesenian dan kebudayaan. Seluruh pendukung adalah relawan yang telah diseleksi sebelumnya. Ada wirausahawan, pengacara, PNS, auditor bahkan mahasiswa yang berproses bersama kami selama kurang lebih 8 bulan belakangan ini," sahut Anneke Puspa Calliandra, pimpinan produksi Rentak Harmoni yang merupakan alumni Pengajar Muda angkatan ke-5.

"Bersama-sama kami belajar dan berusaha mempersembahkan yang terbaik karena kami ingin menggugah rekan-rekan yang terlibat dan hadir di drama musikal ini untuk memikirkan apa yang bisa mereka lakukan untuk pendidikan walaupun sederhana," tambah Astuti Kusumaningrum, sutradara dari Rentak Harmoni sekaligus alumni Pengajar Muda angkatan ke-2.

Rentak Harmoni mengisahkan tentang Warita Dikara yang dibangun oleh kekayaan mimpi dan pemikiran warganya. Lewat dongeng rakyat, kearifan tersebut diturunkan dari satu generasi ke penerusnya, mendidik mereka untuk hidup dalam ketentraman. Cerita indah yang mengajak kita semua untuk berpikir bahwa setiap orang bisa belajar dan berbagi di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

Tidak sempat untuk menonton namun ingin berkontribusi, kamu juga dapat mendukung dalam bentuk donasi di sini.

@HoneyJT -

Wednesday, 25 July 2012

BBM dan #KelasMenengahNgehe



Udah sering demonstrasi kenaikan BBM terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia.
Ga cuma itu, bahkan di twitter pun banyak orang yang membuat status anti kenaikan BBM ini.
Gue cuma bisa berpendapat, “ get real! If you can update status in twitter using your smartphone, that means you can afford your lifestyles and why not the gasoline?”
Gue menulis blog ini sebagai seorang #KelasMenengahNgehe :p
Kelas Menengah Indonesia yang seharusnya bisa menjadi lebih kuat untuk orang lain bukan malah ikutan minta dikasihani.
Harga minyak dunia yang melambung memang akhirnya memaksa pemerintah Indonesia untuk menaikkan BBM yang besarnya melebihi 30%
Menurut gue ada beberapa cara untuk menekan kenaikan BBM ini, ya paling gak jangan naik sampai 30% deh.
Pemerintah kan punya hak untuk mengalokasi dan memangkas APBN.
Banyak pos APBN yang bisa dipangkas untuk dialokasikan ke subsidi BBM misalnya, gaji presiden, menteri dan anggota DPR gak usah naik dulu kan bisa.
Cuma masalahnya, mereka yang katanya wakil rakyat rela dan ikhlas kalau ga naik gaji dulu?
Atau anggota DPR berhenti studi banding ke luar negeri!
Sebagai kelas menengah juga banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kenaikan BBM ini.

Menaikkan Penghasilan
Cara menaikkan penghasilan bisa macem- macem. Loe bisa coba cari pekerjaan yang gajinya lebih tinggi dari perusahaan loe sekarang.
Atau loe juga bisa cari tambahan melalui jualan online, bikin usaha kecil- kecilan dan sebagainya.

BerHEMAT
Kata diatas merupakan kata yang paling ngeselin sih menurut gue J
Salah satu cara untuk mengatasi kenaikan BBM ini ya berhemat.
Kalo biasanya loe ngopi Starbucks bisa sampe 3 kali seminggu, coba dikurangin jadi 2 kali seminggu.
Kalo biasanya loe nonton film di bioskop bisa tiap minggu, coba dikurangin jadi 2 minggu sekali.
Kalo biasanya loe makan diluar hampir setiap hari, coba bawa bekal makanan dari rumah.
Kalo biasanya loe setiap minggu beli baju, coba deh stop beli baju baru. Sortir lemari loe dan liat di bawah kolong tempat tidur loe… jangan- jangan malah ada barang yang masih ada tag-nya!
Jadi, masih mau nyebut diri loe miskin?

Thursday, 21 June 2012

Day 4 Coming Home

Today is our last day in Ubud.


In the morning we went to Ubud market.


Found some accesories for me and husband and me likey!


Back to homestay and chit chat with one of the staff while having breakfast. 


I wish I can stay longer to go to virgin beach but I can't :(


*I am forever grateful*

We have an evening flight, so we went to Bedugul, a mountain lake resort first for fishing and lunch :)

Road to Bedugul is damage, it cost more time to reach Bedugul :(

I
*the beauty of Bedugul*
*I got three fishes*

After finished fishing and lunch, we rushed to airport because we are in tight schedule!

We arrived at airport late :(

I run to check in counter like insane person :(

Thank God! we finally flying home :)

What a journey!


Wednesday, 20 June 2012

Day 3 Breeze of Kintamani

On day 3, we check out from Novotel Tanjung Benoa.

We decided to stay for one night in Ubud.

Why we choose Ubud? because in Ubud we can learn about art, yoga and many more.

I found that Ubud is a perfect place to hibernate :)

After having breakfast, we packed and move to down town first because my mom want to buy some T- shirt for my brother and sister in law.

We stop at Krisna and shop some shawl for my collague. 

One shop that also very famous in Bali is Joger.

I dunno why, people is crazy over Joger.

To me, Joger is too expensive and the shop is very crowd :(

Thank God, I do not need to queu too long!

Having lunch in some food court that nearby Joger.

Finally! I can rest my feet :D

On our way to Ubud, we stop by in a hotel and resto named Lakeview at Kintamani.

*Batur Lake*

*this resto has playground for kids*

After enjoying the breeze of Kintamani, we continue our journey to Jati Homestay, Ubud

Jati homestay located at couple local residential.

The room face to paddy field.

* a peaceful Ubud*

*a happy face*

What I enjoy the most while in Ubud is the sound of nature.

You can hear water run from river irrigation and cricket along the night :)

Nighty nite :)

Monday, 18 June 2012

Day 2 Sea Temple

On second day, my husband and I need to attend a presentation about 1pm.


So we decided to play jetski and swimming in the morning.


While husband taking breakfast with D and my dad, I decided to have a photoshoot session with my mom :D


*like a model huh?!*
*this is my mom*

After finishing their breakfast, husband and D playing jetski.


Done playing at the beach , it's swimming time :)

After attend presentation, we rushed to Pura Luhur Uluwatu that located at Pecatu.

Pura Luhur Uluwatu is a Balinese sea temple in Bali. Built in the 11th century, it is one of nine directional temples meant to protect Bali from evil spirits.


and there are many monkey in this temple.

We found a monkey that babysitt a kitten :)

Done visiting Uluwatu, we go down town to Denpasar.

We shop for pie and some snack at Titiles and have dinner nearby. Depot Tanjung Pinang is our choices.

went home to hotel with full tummy and sleepy head :D

Thursday, 14 June 2012

Day 1 Quick Gateway

We decided to give my dad and my mom a quick gateway this year.

My dad has not travel to Bali.

He said that he did not want to travel abroad, Bali is enough :)

This time I travel with my small family and my parents.

I pick up my parents with premium taxi :)

*wishing that someday able to own this car ;p*

We use Sriwijaya Air because when we searched for tickets, they came with a great offers :)

Darren enjoyed flying with Sriwijaya Air :)

Arrived at Ngurah Rai airport, we are heading to Uluwatu to find the famous nasi Jinggo (Jinggo Rice) Simpangan Pak Alit and Ibu Kasih.


Nasi Jinggo Simpangan Uluwatu

This Nasi Jinggo is very cheap, come in small amount and spicy :D

Do not forget to buy some mineral water. I bought mineral water at local mini market because it is cheaper.

After that we rushed to our hotel, Novotel

I have stayed in Novotel two years ago and still wanting to be served by them :)

Well, this is our first nite :)

Monday, 22 November 2010

Day 4 Liburan Lokal 2010

Pagi- pagi sekali kami menuju pantai untuk melihat lumba- lumba.



Sayangnya, lumba- lumba hanya sesekali melompat keluar ke permukaan air. Saya rasa terlalu banyak kapal yang mengejar sehingga lumba- lumba enggan keluar permukaan air.





Sebelum meninggalkan Lovina, kami sempatkan berenang di kolam yang memiliki view ke pantai , ah menyenangkan sekali!





Hari ini kami akan kembali ke Jakarta. Sebelum meninggalkan pulau dewata ini, kami sempatkan mampir ke pura Ulundanu.



Pura Ulundanu Batur adalah pura yang terletak di tengah danau Beratan. Anehnya, setiap kali saya ke tempat ini cuaca pagi sampai jam 2 siang matahari bersinar terik tapi kalau lewat jam 2 siang selalu ada hujan rintik yang menghiasi.



Goodbye Bali, till we meet again :)

Friday, 19 November 2010

Day 3 Liburan Lokal 2010



Setelah check out dari Waka di Ume, kami melanjutkan perjalanan ke pura Tirta Empul yang letaknya tepat dibawah Istana Kepresidenan Tampak Siring dan melanjutkan perjalanan menuju ke Lovina.









Sampai di Lovina, kami segera mencari penyewaan kapal tongkang untuk melihat lumba- lumba besok. Sebenarnya hotel juga menyediakan penyewaan kapal hanya saja lebih mahal sehingga kami memutuskan untuk menyewa kapal milik penduduk sekitar pantai Lovina.



okay, that is the end of today :)

DAY 2 Liburan Lokal 2010

Kami hanya menginap semalam saja di hotel sekitaran Tuban maka kami puaskan dengan berenang pagi sebelum meninggalkan hotel menuju tempat wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan pasar Sukowati.



Dalam perjalanan kami sempatkan untuk membeli makanan cepat saji untuk makan siang Darren dan mampir ke Pia Legong untuk cemilan kami selama di perjalanan.

Sampailah kami di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park. GWK didesain dan dibangun oleh Nyoman Nuarta, seorang seniman Indonesia. Hanya sayang, monumen yang terdiri dari beberapa bagian dan tingginya akan mencapai 150 meter terbengkalai karena sejak dibuat sampai saat ini belum juga kelihatan akan disatukan.







Selesai dari GWK, kami meluncur ke pasar seni Sukowati untuk menyalurkan hasrat belanja.

Sayangnya, kami tiba saat pasar sudah akan tutup. Hanya beberapa oleh- oleh yang berhasil kami beli.

Di hari ke- 2 ini, kami menginap di Ubud.

Karena memang perjalanan kami ke Bali ini akan sampai ke Lovina yang letaknya di ujung atas pulau dewata ini. Sehingga kami menginap berpindah- pindah, but it is fun anyway.

Ubud terkenal dengan tempat yang sejuk dan tenang. Dan benar saja, saya “kerasan” di Ubud.

Di Ubud bisa kita temukan resto untuk vegetarian yang ramah lingkungan seperti Bali Buddha, ah jadi ingat film Eat, Pray, Love-nya Julia Roberts.

Ubud pun terkenal dengan tempat berkumpulnya kesenian khususnya kesenian mematung dan melukis.

Sayang sekali kami tidak menyempatkan diri berhenti di pasar seni Ubud, padahal pandangan mata saya memberikan sinyal bahwa banyak benda seni yang dijual murah disana.

Di Ubud, kami menginap di Waka di Ume villa and hotel.





Waka di Ume sendiri artinya adalah Heaven in paddy field. Hotel ini sangat nyaman dan sunyi, cocok sekali untuk menyendiri dan relaksasi dari kebisingan kota besar seperti Jakarta. Suatu saat saya akan kembali ke Ubud untuk berdiam dan menikmati hening selama beberapa hari (crossing finger).

Tuesday, 16 November 2010

Day 1 Liburan Lokal 2010

Liburan lokal kali ini dengan misi hadiah ulang tahun ke- 66 buat mama mertua.

Dari jauh- jauh hari kami sudah beli tiket pesawat tujuan Denpasar dengan transit di Surabaya dan harganya lumayan murah.

Jum’at, 13 Agustus 2010 seharusnya kita berangkat kurleb jam 2 siang tapi tiba- tiba jam 10.30 (hari yang sama) sms masuk dan memberitahu bahwa penerbangan kami dipindahkan ke jam 21.00.

Alasannya karena penumpang dari Surabaya penuh.

Jujur saya marah, karena alasan yang dikemukakan maskapai penerbangan tersebut sangat tidak masuk akal.

Kami sudah menyewa kendaraan yang sudah stand by di bandara Ngurah Rai sejak jam 5 sore.

Kami sudah membeli tiket penerbangan 3(tiga) bulan dimuka, seharusnya mereka dapat mengantisipasi membludaknya penumpang dari Surabaya.

Akhirnya siang itu juga kami mendatangi kantor pusat maskapai penerbangan tersebut dan meminta agar penerbangan kami dapat berjalan sesuai jadwal, tapi tetap saja kami harus menunggu sampai nanti malam.

Setelah tidak ditemukan titik temu, kami mengalah dengan mengikuti jadwal terbang nanti malam. Namun tetap saja walaupun jadwal penerbangan adalah jam 21.00, pesawat delay sampai jam 22.00.



Lagi- lagi saya kecewa dengan pelayanan maskapai ini, masalahnya saya membawa anak balita.

Benar- benar kapok untuk menggunakan maskapai penerbangan yang satu ini. Puji Tuhan anak saya bukan anak yang manja sehingga dia bisa “menikmati penantian panjang” untuk masuk ke dalam kabin pesawat.



Tepat pukul 23.30 kami tiba di bandara Ngurah Rai dengan kondisi yang sudah lelah dan langsung bergegas menuju hotel untuk istirahat malam.