Showing posts with label turun tangan. Show all posts
Showing posts with label turun tangan. Show all posts

Tuesday, 15 November 2016

Cerita Payung


Hello!

Pernah denger 'November Rain' kan? 

Emang deh cuaca akhir akhir ini bikin mager! Minggu lalu aja, sepanjang hari Sabtu-Minggu diguyur hujan lebat dan yang menyedihkan di daerah Bandung kena banjir, tanah longsor dan pohon tumbang.

Semoga kondisi Bandung bisa semakin membaik tapi kayaknya akhir Desember gak akan ke Bandung dulu deh buat staycation padahal aku udah haus liburan HAHAHAHA.

Jadi gini, kemarin Jakarta diguyur hujan lebat dan  semalam seperti biasanya aku pulang menggunakan angkutan umum, bus TransJakarta padahal sudah diminta suami untuk menggunakan transportasi berbasis aplikasi tapi karena jam sibuk dan hujan biasanya bakalan lama deh dapetnya....kan aku pengen cepet sampe rumah biar bisa main sama Xiao Dre. Waktu tempuh dengan Bus TransJakarta kurang lebih satu jam, jadi aku udah bisa prediksi jam berapa akan sampai. 

Cerita payung dimulai saat bus berhenti di halte Sarinah, 

Monday, 7 July 2014

Saya Memilih

Besok, nasib bangsa Indonesia ada di tangan Anda dan saya... jangan sia-siakan!

Besok, kita akan mengadakan pemilihan umum untuk memilih presiden RI periode 2014-2019.

Awalnya saya kegirangan karena akan ada capres/cawapres yang asalnya dari kalangan profesional, seperti yang pernah saya tulis di sini 

Namun amatlah disayangkan bahwa Konvensi Partai Demokrat membatalkan untuk mengumumkan hasilnya, saya kecewa. Mungkin partai ini ingin mempertahankan status quo pemerintahan yang ada.... mungkin saja.

Akhirnya yang melaju menuju pemilihan presiden adalah pasangan Prabowo-Hatta Rajasa (PraHara) serta Jokowi-Jusuf Kalla.

Tidaklah sulit bagi saya untuk memilih salah satu diantara dua.

PraHara, kejadian masa lalu yang membuat saya enggan untuk memilihnya sebagai pemimpin. Kita semua tahu bahwa Prabowo menculik aktivis dan mahasiswa pada tahun 1998. Apabila dia memang tidak bersalah, seharusnya dia berani dengan tegas menyatakan kepada dunia bahwa dia tidak melakukannya dengan cara bicara siapa dalang dari kerusuhan 12-14 Mei 1998. Seharusnya Prabowo bisa seperti Nazaruddin yang berani buka suara soal tuduhan korupsi yang menyeret Anas Urbaningrum. Namun kenyataannya Prabowo tidak pernah sekalipun berkomentar terhadap isu penculikan di atas.

Apa ini yang dinamakan tegas?

Sifatnya yang agresif (bahkan cenderung pemarah) sangat terlihat pada debat capres-cawapres 5 Juli 2014.

Saya tidak butuh presiden yang hanya bisa memerintah saja, saya butuh presiden yang mampu bekerja mengatasi persoalan bangsa yang begitu banyaknya tanpa banyak berkata-kata, masih ingat "No Action Talk Only" kan?

Ditambah lagi dengan orang-orang di belakang PraHara yang memiliki banyak kepentingan terutama soal uang dan jabatan. Saya yakin mereka tidak akan mampu bekerja untuk rakyat karena orientasi mereka adalah memperkaya diri sendiri.

Masih mau memilih pemimpin seperti itu?

Jokowi-JK. Saya bukan penggemar Jokowi saat dia dicalonkan menjadi cagub DKI 2013. Saat itu saya memilih Faisal Basri-Biem, yang terlebih dahulu mengusung kampanye tanpa uang! Kampanye dengan cara-cara kreatif tanpa perlu mengeluarkan dana iklan tv yang fantastis. Namun saya akui bahwa Jokowi telah melakukan terobosan baru dalam hal memimpin!
JK, cara dia menyampaikan sesuatu bagi saya masih membuat bingung :p

Ingat, kita hidup bukan hari ini saja. Kita hidup agar anak cucu kita juga bisa hidup.

Bagaimana anak cucu kita belajar kejujuran kalau pemimpin yang sehari-hari mereka lihat dan dengar di televisi korupsi?

Bagaimana anak cucu kita belajar menghargai keberagaman di Indonesia kalau pemimpin yang ada tidak menjadi contoh nyata tentang Bhinneka Tunggal Ika?

Bagaimana anak cucu kita belajar menyatakan pendapat kalau mereka tidak mendapatkan rasa aman untuk mengemukakannya?

1 atau 2, suara Anda berharga bagi anak cucu!

Bila Anda lelah dengan pemerintahan yang ada, ayo MEMILIH!
Bila Anda ingin pemerintahan baru yang membawa perubahan, ayo MEMILIH!

Saya MEMILIH untuk turut menentukan nasib bangsa yang saya cintai ini!



Selamat MEMILIH!

@HoneyJT

Wednesday, 23 April 2014

Ayo Turun Tangan!

pic from Turun Tangan

Dua tahun belakangan ini, saya merasa kesal, jengkel dengan mereka yang katanya wakil rakyat tapi tertangkap tangan melakukan korupsi.

Sebal juga dengan pemimpin negara yang lebih sibuk mengurusi hal remeh temeh dibandingkan permasalahan negeri ini yang sudah carut marut.

Gemas? Tentu saja!

Tapi apakah serangkaian rasa di atas cukup untuk menyelesaikan semua permasalahan bangsa?

Banyak yang mampu berkeluh kesah namun sedikit yang berbuat termasuk saya!

Then I talk to myself, “Ayo bangun, berbuat… Ayo turun tangan!”

Dimulai dari sedikit lebih peduli dengan lingkungan sekitar, mau ambil bagian dalam menentukan nasib bangsa.

Sudah bukan waktunya lagi bagi saya maupun Anda yang mampu membaca tulisan ini untuk hanya memikirkan diri sendiri dan hanya bisa mengkritik tanpa memberikan solusi.

9 April 2014 Pemilu Legislatif yang lalu, sudahkah Anda memberikan suara melalui hak pilih Anda?

Saya sudah dan bersyukur caleg pilihan saya pun sudah melaju menuju Senayan.

Kini tiba saatnya saya dan Anda mencari tahu siapa capres 2014 yang mumpuni untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depan.

Jokowi memang telah terbukti mampu memimpin banyak hal di Solo maupun Jakarta dan saya sangat menghargai serta angkat jempol atas semua jerih lelah beliau mengelola Jakarta saat ini.

Diantara banyak pilihan, memang untuk saat ini pilihan terbaik adalah Jokowi.

Namun ada satu sosok yang juga patut diperhitungkan yaitu Anies Baswedan.

Semua tindakan nyata dan inovatif untuk bangsa sudah dilakukan Anies Baswedan jauh sebelum semua sempat memikirkan hal-hal yang diperbuatnya. Sebut saja Gerakan Indonesia Mengajar, Gerakan Indonesia Menyala, Kelas Inspirasi, Festival Gerakan Indonesia Mengajar dan yang terbaru, Ayo Turun Tangan! Beliau juga tergabung sebagai aktivis Gerakan Anti Korupsi, Tim 8 KPK, Ketua Komite Etik KPK. 

Rekam jejak yang bersih penting sebagai salah satu syarat menjadi presiden!

Gerakan Turun Tangan merupakan gagasan Anies Baswedan bahwa berpolitik tidak harus dibayar, berpolitik tidak harus kotor, berpolitik tidak harus dimodali bermilyar-milyar dari pihak-pihak yang punya kepentingan sehingga dia yang terpilih hanya perlu melunasi janji kemerdekaan yaitu janji perlindungan, kesejahteraan, pencerdasan dan peran global pada setiap anak bangsa sesuai Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (UUD NKRI) 1945.


Ya, saya mendukung sepenuhnya Anies Baswedan bila nanti beliau lolos sebagai capres 2014 dari konvensi partai demokrat.

Awal mula saya tahu Anies Baswedan melalui Gerakan IndonesiaMengajar (GIM) yang mengajak teman-teman yang baru lulus kuliah untuk tinggal di pedalaman-pedalaman Indonesia, mengajar selama satu tahun tanpa bayaran!

Ini gila, tapi keren! Ini keren tapi gila! Mana ada fresh graduates yang mau ke pedalaman hanya  untuk tidak dibayar? Kebanyakan fresh graduates memilih langsung bekerja selepas menyelesaikan Strata satunya dengan menuntut gaji diatas UMP. Nyatanya Pengajar Muda di GIM sudah ada 413 orang selama kurun waktu tujuh tahun!

Anda memilih untuk turun tangan atau urun angan?

Pilihan Anda 9 Juli 2014 menentukan nasib anak cucu Anda!

@HoneyJT