Bersyukurlah kalau Anda masih single karena banyak hal dapat dicapai... hampir apapun dapat dicapai :)
Lewat Note ini saya ingin berbagi mengenai Tujuan Keuangan bagi Anda yang belum menikah.
Simple saja, Tujuan Keuangan yang paling utama adalah Dana Darurat yang besarnya 4x Gaji (bagi mereka yang berpenghasilan tetap.
Sedangkan untuk freelancer Dana Darurat yang diperlukan sebesar 12x Pengeluaran Rutin Bulanan.
Pengeluaran Rutin Bulanan antara lain, transportsi, pulsa hp, internet, member gym, biaya kos dll.
Kenapa harus Dana Darurat ?
Dana Darurat ini ibarat bemper bagi keuangan Anda.
Buat Anda yang baru mencicipi dunia kerja, seringkali agak sulit mencari tempat kerja yang cocok.
Sehingga yang banyak terjadi adalah pindah- pindah kerja. Wajar sih, karena umur- umur fresh graduate karirnya belum terbentuk.
Jadi pindah- pindah kerja sah- sah saja. Tapi, coba cek berapa uang yang nongkrong di tabungan kalau- kalau tiba- tiba anda harus berhenti bekerja ?
Jawabannya hanya ada 2(dua) yaitu Punya dan Gak Punya.
Bagus kalau Punya tapi pertanyaan selanjutnya, sampai berapa lama si tabungan bisa mensupport hidup Anda selama jobless ?
Kalau jawabannya Gak Punya , Poor you!!! Mau hidup dari mana ???
Nah inilah pentingnya Dana Darurat, supaya selama Jobless paling tidak si Dana Darurat bisa mencukupi kebutuhan Anda selama 4 bulan saat sedang mencari pekerjaan baru.
Dana Darurat juga sebagai dana yang siap untuk digunakan hal- hal penting yang diluar dugaan seperti harus rawat inap karena sakit.
Biasanya walaupun ada asuransi kesehatan, sistem yg dipakai adalah reimbursement.
Artinya harus bayar Rumah sakit dulu baru klaim ke perusahaan asuransi.
Cara mencapai Tujuan Keuangan yang Utama a.k.a Dana Darurat bisa dengan cara menyisihkan Gaji Anda dalam jumlah tertentu.
Bikin Target kapan Dana Darurat itu terbentuk. Bisa 1(satu) tahun, 2(dua) tahun ataupun 3(tiga) tahun.
Contohnya, kalau punya gaji 1 juta, berarti Dana Darurat-nya harus 4juta.
Target Pencapaiannya 1 tahun , berarti setiap bulan nabung 300rb saja.
Sisa gaji bisa dipakai beli asuransi kesehatan (kalau asuransi gak dicover dari kantor), jalan- jalan, shopping dan kalau mau lebih bijaksana, investasi di RD.
Untuk single belum perlu Asuransi Jiwa kecuali Anda menjadi pencari nafkah keluarga. Misal, Anda jadi tulang punggung keluarga karena salah seorang dari orang tua tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga lagi atau sudah meninggal.
Semoga Bermanfaat.
It is about life changing experience. Enjoy the blog, write your comment and hope that we all learn something about LIFE :)
Friday, 11 June 2010
Wednesday, 12 May 2010
KA Parahyangan
naik kereta api..
tut.. tut.. tut..
Siapa hendak turut...
Ke Bandung Surabaya..
Bolehlah naik dengan percuma..
Ayo temanku lekas naik..
K'reta ku tak berhenti lama...
Semenjak Darren mulai mengenal sarana transportasi yang satu ini, saya berniat untuk mengajaknya naik kereta api ke tempat yang tidak terlalu jauh.
Pilihan kami jatuh ke kota Bandung.
Kota yang cukup sejuk apalagi kami memang menggunakan transportasi umum selama disana.
Kami mengajak sahabat kami untuk ikut bersama agar dapat membantu menjaga Darren dan juga membantu membawa perlengkapan Darren yang tidak sedikit.

Tiket sudah dibeli dua hari sebelumnya.
Perlengkapan juga sudah disiapkan mencicil dari jauh- jauh hari.
Perjalanan dimulai pada Sabtu pagi dengan menggunakan taksi melalui stasiun Jatinegara. Di dalam stasiun ada tempat tunggu VIP yang menggunakan AC sehingga cukup nyaman apabila membawa bayi dan anak kecil.
KA Parahyangan pun datang tepat waktu.
Tepat seperti yang dijadwalkan, KA Parahyangan melaju menuju Bandung.
15 (lima belas) menit pertama, Darren sangat menikmati perjalanannya.

Selebihnya, Darren tertidur pulas dipangkuan kami berdua.
Saat kereta mendekati Bandung, Darren terbangun dan kami menikmati panjangnya terowongan yang dilalui oleh KA Parahyangan serta melihat sungai yang terbentang di beberapa bagian wilayah yang dilewati oleh KA Parahyangan.

Kami juga bisa melihat dengan jelas mobil- mobil yang melintas di jalan tol Cipularang melalui jendela KA Parahyangan.

Akhirnya tibalah kami di Stasiun kota Bandung, yang lebih dikenal dengan sebutan Stasiun Hall.
Perjalanan menuju hotel dilanjutkan dengan menggunakan becak. Becak sudah jarang kita temui di Jakarta dan bukan hanya Darren yang senang naik becak... Saya pun kembali mengingat masa kecil saya saat pulang dan pergi dari dan ke sekolah dengan menggunakan becak langganan :D
Setelah berhasil check in di hotel, Darren menghabiskan makan siangnya dahulu kemudian kami memutuskan untuk menuju beberapa factory outlet dengan menggunakan taksi ditambah dengan hujan rintik- rintik yang membasahi kota Bandung.
Puas menyusuri outlet, kami kembali ke hotel untuk istirahat sebentar dan membersihkan diri.
Saat makan malam, kami menuju salah satu rumah makan yang lokasinya dekat dengan hotel. Dan setelah itu kami beristirahat karena harus kembali ke Jakarta keesokan harinya.
Perjalanan ke Bandung yang singkat namun amat berkesan bagi Darren :D
Beberapa tips untuk membawa balita Anda melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta api.
1. Beli tiket KA jauh- jauh hari agar persiapan juga dapat dilakukan
2. Ajak kerabat atau teman agar ada yang membantu
3. Jadwal keberangkatan KA sebaiknya disesuaikan dengan jadwal anak
4. Bawa beberapa mainan agar anak tidak bosan saat duduk di dalam KA
5. Enjoy the trip because those moment are precious
6. Pastikan kondisi anak sehat agar dapat menikmati liburan
Oh iya,sekedar tahu bahwa kereta api Parahyangan yang beroperasi sejak 31 Juli 1971 melayani jalur Jakarta- Bandung resmi sejak tanggal 26 April 2010 tidak beroperasi lagi.
tut.. tut.. tut..
Siapa hendak turut...
Ke Bandung Surabaya..
Bolehlah naik dengan percuma..
Ayo temanku lekas naik..
K'reta ku tak berhenti lama...
Semenjak Darren mulai mengenal sarana transportasi yang satu ini, saya berniat untuk mengajaknya naik kereta api ke tempat yang tidak terlalu jauh.
Pilihan kami jatuh ke kota Bandung.
Kota yang cukup sejuk apalagi kami memang menggunakan transportasi umum selama disana.
Kami mengajak sahabat kami untuk ikut bersama agar dapat membantu menjaga Darren dan juga membantu membawa perlengkapan Darren yang tidak sedikit.
Tiket sudah dibeli dua hari sebelumnya.
Perlengkapan juga sudah disiapkan mencicil dari jauh- jauh hari.
Perjalanan dimulai pada Sabtu pagi dengan menggunakan taksi melalui stasiun Jatinegara. Di dalam stasiun ada tempat tunggu VIP yang menggunakan AC sehingga cukup nyaman apabila membawa bayi dan anak kecil.
KA Parahyangan pun datang tepat waktu.
Tepat seperti yang dijadwalkan, KA Parahyangan melaju menuju Bandung.
15 (lima belas) menit pertama, Darren sangat menikmati perjalanannya.
Selebihnya, Darren tertidur pulas dipangkuan kami berdua.
Saat kereta mendekati Bandung, Darren terbangun dan kami menikmati panjangnya terowongan yang dilalui oleh KA Parahyangan serta melihat sungai yang terbentang di beberapa bagian wilayah yang dilewati oleh KA Parahyangan.
Kami juga bisa melihat dengan jelas mobil- mobil yang melintas di jalan tol Cipularang melalui jendela KA Parahyangan.
Akhirnya tibalah kami di Stasiun kota Bandung, yang lebih dikenal dengan sebutan Stasiun Hall.
Perjalanan menuju hotel dilanjutkan dengan menggunakan becak. Becak sudah jarang kita temui di Jakarta dan bukan hanya Darren yang senang naik becak... Saya pun kembali mengingat masa kecil saya saat pulang dan pergi dari dan ke sekolah dengan menggunakan becak langganan :D
Setelah berhasil check in di hotel, Darren menghabiskan makan siangnya dahulu kemudian kami memutuskan untuk menuju beberapa factory outlet dengan menggunakan taksi ditambah dengan hujan rintik- rintik yang membasahi kota Bandung.
Puas menyusuri outlet, kami kembali ke hotel untuk istirahat sebentar dan membersihkan diri.
Saat makan malam, kami menuju salah satu rumah makan yang lokasinya dekat dengan hotel. Dan setelah itu kami beristirahat karena harus kembali ke Jakarta keesokan harinya.
Perjalanan ke Bandung yang singkat namun amat berkesan bagi Darren :D
Beberapa tips untuk membawa balita Anda melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta api.
1. Beli tiket KA jauh- jauh hari agar persiapan juga dapat dilakukan
2. Ajak kerabat atau teman agar ada yang membantu
3. Jadwal keberangkatan KA sebaiknya disesuaikan dengan jadwal anak
4. Bawa beberapa mainan agar anak tidak bosan saat duduk di dalam KA
5. Enjoy the trip because those moment are precious
6. Pastikan kondisi anak sehat agar dapat menikmati liburan
Oh iya,sekedar tahu bahwa kereta api Parahyangan yang beroperasi sejak 31 Juli 1971 melayani jalur Jakarta- Bandung resmi sejak tanggal 26 April 2010 tidak beroperasi lagi.
Wednesday, 5 May 2010
Rich Dad's Prophecy part 2

Finally i had chances to finished this thick book...
here are the resumes... Enjoy it people...
Rich Dad said, “Everyone has the ability to build a financial ark to survive and flourish in the future but you must invest time in your financial education to build an ark with a solid foundation.”
As Warren Buffet says, “Investing must be rational, if you can’t understand it, don’t do it.”
Without a financial education, it takes a lot more money to get rich and a lot more money to stay rich.
The higher your financial IQ , the less money it takes to get rich. The lower your financial IQ the more money it takes.
Before you invest in something, invest the time to understand it.
That is where financial intelligence comes from. It comes from investing time in real world.
Financial Intelligence does not come from handing your money over to a fund manager and hoping and praying he or she does a good job.
You do not increase your financial intelligence investing in that way.
Investing in your financial education may not pay off early in the process but it does seem to pay off later.
If you want to become rich, start out investing a lot time before you begin investing a lot of money.
Your most important control of all is to take control over yourself and how you manage your money.
If you can do that, you can build a rich ark and captain it wisely.
Taking control of the ark or being in control doesn’t mean you have to do much.
All you have to do is be willing to be in control.
The opinion from Rich Dad about borrowing money from bank is :
First of all, bankers lend money to both fools and alchemist. Fools turn cash to trash and alchemist turn trash to cash. Bankers do not really care as long as you have the money to pay them back.
And secondly, if you are a fool, you will pay higher rates of interest. The bigger the fool, the higher the interest rate.
So the bankers love you. Your business make a lot of money and you are turning cash into trash.
Many people, low income wage earners to high income wage earners are in financial trouble because too much of their money goes to buy things that glitter.
We have all heard of poor or middle people spending money for newest and expensive gadget, cars , branded shoes, clothes etc.
There is nothing wrong with name brand glitter.
The problem is, too many people have assets columns overwhelmingly invested in glitter.
Many professional investors look only in darkness.
They are looking for the small start up company that will grow into and international giant.
They are not looking for a brand name CEO.
Many are looking for an entrepreneur, laboring away in a basement or garage, working on the next product that will solve the next big problem facing humanity.
Its not the glitter that counts, it’s the CASH FLOW.
The point is, million of people , rich and poor are in financial trouble because they are fools for the glitter.
If you love the glitter, you should not be captain of the ship.
If you are to become captain, you must control the fool in you that tends to be attracted to the glitter rather than the gold.
To be captain of your ship, take control of yourself which means taking control of your income statement and your balance sheet.
Always remember thet your balance sheet is the cargo hold of your ark regardless if you load it or not.
If you want to be rich, you must know the difference between an asset and a liability.
Warren Buffet, America’s richiest investor, believes that understanding accounting is a form of self- defense.
On this subject he said: “ When managers want to get across the facts of a business to you, it can be done within the rules of accounting.
Unfortunately, when they want to play games, at least in some industries, it can also be done within rules of accounting.
If can’t recognize the differences, you shouldn’t be in the equity picking business.”
He means if you are not financially literate, you shouldn’t be picking stocks.
Picking stocks without first knowing how to read company’s financial statements is gambling, not stock picking.
Warren Buffet often says, “If you cannot control your emotions you cannot control your money.”
Investing means freedom, wealth and security. The risk and the alternative are worth it.
Our emotions are powerful forces and emotional thoughts have the power to become self-fulfilling prophecies if not controlled.
If you are to become captain of your own ark, one of the most important controls is the control over your emotions.
There were 3 (three) levels of controlling thought. They are lower, middle and higher thought.
When someone is speaking from their lower levels of thought, they often say things such as “investing is risky” or “what if I lose”. When it comes to money, most people never get out of the lower levels of thought.
If you decide that you do not want these lower level emotions to run your thinking, you need both the middle level as well as the higher levels to pull you out.
This is one reason why financial education is so important.
Because once you learn about finances, you can rely upon your middle mind to break the grip of fear and doubt of your lower emotional mind.
#1 Control over your excuses
What really important is character not occupation.
Excuses are lies you tell yourself.
Growing up means not using the facts of our lives as excuses for our lives.
Be more honest with yourself, raise the standard on yourself.
Everytime you make an excuse, you’re acting like a baby.
Excuses hold us back, no one else.
Excuses are the words coming from the loser in you.
Solving financial problems or challenges increases your financial intelligence.
The importance of growing up is to be more honest by being more truthful with themselves.
#2 Control over your vision
a.Keep your word
Integrity simply means whole or complete. That means that your thoughts, words and your actions need to be the same. If you will do that, the future is yours.
b.Keep an open mind and your ears tuned for change.
Since changes are now invisible, you will have to see more with your mind than your eyes.
c.Learn to read financial statements
A financial statement allows the mind to see the true financial condition of the investment. Many times a banker decides to lend or not to lend you money in the first three minutes.
d.Use technology
e.Watch for bigness
f.Watch for changes in the laws
g.Watch out for inflation
h.Pay close attention to government handling of its social program
#3 Control over the rules
a.Saving money VS Borrowing
b.Owner of a business rather than an employee of a business
c.Keep your daytime job and start a part time business (Build it, Buy it, Franchise, Network Marketing)
d.Invest n small real estate properties
e.Plan on becoming rich rather than becoming a high income person with a lot of money
f.Understand how professional investors protect themselves from market crashed.
g.Don’t be worsify- diversify
h.Always remember that you are the entrepreneur, the visionary and the leader. Never let your advisors run your business.
i.Just because someone is smart and went to good school does not mean they know anything about the real world of business or investing.
#4 Control over your time
a.Getting rich faster
If you are working hard on somebody else’s ark, you may want to set aside some spare time to build your own ark.
b.I love my work
Loving what you do is very important. Many people love their work but their work will not provide for long term needs. It’s time we invested some time in our future.
c.Investing is becoming investors
Today, it is no longer enough to be professionally competent. We all need to be professionally and financially competent. A small investment in your financial education can gain you massive amount of financial time.
d.Health and wealth
Wealth is the number of days you could survive without working while still maintaining your standard of living.
More specifically, wealth is measured in time more than money.
Financial Freedom means having more free time.
“My time frame for holding a stock is forever,” Warren Buffet says.
•Invest in yourself
Invest some time finding the long and short term reasons why you want to learn something. You may want to sit down and write down your goals and the reason you want to achieve your goals. It is the reasons that get you energy to move forward.
Invest some time in learning the technical knowledge required to achieve your goals.
Invest some time learning via real- life trial and error
#5 Control over your destiny
a.Drawing out the rich person in you
Kiyosaki recommend people keep their daytime job and start a part time business or start investing in a small piece of income real estate, simply because it takes a few years to learn the basics.
b.Be a tough parents
Warren Buffet is just as tough on his children as he is on his employees. He doesn’t believe that if you love somebody the way to do him good is to give him something he’s not entitled to.
c.Money does not make you rich
Study, read a lot, started small and made many mistakes, find good advisors and mentors are the factor that makes you rich.
d.Not having money makes you richer
Because had no money became rich, had no education become genius, had no security to fall back on found freedom.
e.What do you want to be when you grow up ?
Regardless whether you grow up to be rich or poor, grow up to be people who can be trusted.
Thursday, 22 April 2010
Mengapa harus investasi untuk Dana Pendidikan Anak ??

*untuk sementara foto diambil dr photosearch, nanti klo D udh sekolah pake foto D donk*
Bermula dari status saya di sebuah jaringan sosial, banyak pertanyaan yang muncul mengapa asuransi pendidikan tidak cocok untuk menyekolahkan anak sampai dengan Universitas.
Suami saya sendiri awalnya tidak yakin bahwa biaya pendidikan naik sebesar 20% tiap tahunnya. Biaya pendidikan terdiri dari Uang Pangkal (Registration Fee), Uang kegiatan selama 1(satu) tahun (Annual Development Fee), Uang Sekolah perbulan (Tuition Fee).
Awalnya kami mensurvei beberapa sekolah sekitar tempat tinggal kami sejak tahun lalu tapi baru beberapa hari lalu kami memantapkan hati untuk menyekolahkan Darren (2,5 yo) .
Dan benar, ternyata memang biaya pendidikan naik 20%. But we don’t afraid karena saya sendiri telah mengatur agar biaya tersebut dapat tersedia pada saat dibutuhkan dengan cara berinvestasi di reksadana.
Mengapa Reksadana ?
Karena reksadana salah satu investasi yang bisa memberikan return melebihi deposito, modalnya kecil bisa dimulai dengan Rp. 100.000,- per bulan.
Tentu saja semua ada resikonya, tapi tidak berinvestasi pun mengandung resiko.
Resiko-nya anak kita tidak bisa sekolah formal sampai jenjang yang tinggi.
Kasian ya, padahal si anak tidak minta untuk lahir dari rahim kita.
Seharusnya kita bertanggung jawab untuk kehidupan si anak sampai si anak mampu mandiri.
Nah klo sampai si anak tidak sekolah karena kurang biaya, alangkah tidak bertanggung jawabnya kita.
“Dahulu orang tua kita tidak perlu investasi untuk biaya sekolah tuh”
Ya benar, tidak ada yang salah dengan itu tapiiiii…. Dulu belum ada mal yang menyediakan gerai kopi- kopi centil, wine resto yang enak, sale up to 70%, gadget penunjang lifestyle, haus hiburan dan liburan.
Dulu orangtua kita mampu untuk berhemat demi kita, supaya kita bisa sekolah.
Sekarang, pola hidup konsumtif sadar tidak sadar membuat kita sulit untuk berhemat.
Nonton, jalan ke mal, main timezone jadi jadwal rutin di akhir pekan.
Dulu orangtua saya sering membawa saya ke Ancol itupun gratis karena saya berprestasi maka dari sekolah membebaskan saya masuk ke Ancol , bawa bekal dari rumah dan sama sekali tidak jajan es krim woody yg banyak dijajakan di Ancol. Dan masuk Ancol pun begitu murah, tidak seperti sekarang masuk Ancol dan Sea World melebihi Rp. 50.000,-/ orang.
Coba berapa banyak dari kita yang perlu sosialisasi ketemu teman baru ataupun lama sambil ngopi- ngopi ??? Ke salon untuk perawatan tubuh minimal sebulan sekali ? Nonton bioskop ?
Semua itu butuh uang bukan ?
Saya pun penikmat kopi dan buku.
Buat saya, kopi dan buku adalah kawan sejati saat “me time” tiba.
Makanya saya perlu mengatur keuangan saya dengan sebaik mungkin sehingga tujuan saya memberikan pendidikan anak yang terbaik tercapai tanpa mengurangi kesenangan saya.
Misal Uang Pangkal SMP tahun 2010 sebesar Rp. 15.000.000,- (ini sekolah negeri unggulan lho ya, bukan nasional plus ataupun internasional dan ini baru uang pangkaaaal!!!) maka nanti 10 tahun yg akan datang Uang Pangkal masuk SMP menjadi Rp. 90.000.000,- *catet belum uang sekolah perbulan yaaa…*
Masih yakin asuransi pendidikan bisa cover biaya kalo si anak mau masuk sekolah bertaraf internasional atau nasional plus ??? Coba deh liat polisnya, di umur sekian keluar sekian…
Thursday, 8 April 2010
HAPPY EASTER 2010
Wednesday, 31 March 2010
End of March 2010

Tiga bulan sudah saya memasuki tahun 2010,
Baru tahun ini saya buat resolusi yang isinya bejibun.
Yeah, I'm so yesterday!! *LOL*
Disaat orang- orang sudah enggan membuat resolusi awal tahun, saya malah baru mulai!!
Resolusi saya buat untuk 7(tujuh) aspek dalam kehidupan saya.
Ketujuh aspek tersebut adalah sebagai berikut :
1. Spiritual (baru berhasil dilakukan 50%)
2. Finasial (baru berhasil dilakukan50%)
3. Karir (belum berhasil melakukan apapun)
4. Keluarga (yg harus menilai ini adalah suami dan anak saya)
5. Pengembangan Diri (baru berhasil dilakukan 30%)
6. Jalan- Jalan (belum berhasil melakukan apapun)
7. Sosial (baru berhasil melakukan 30%)
Ah, ternyata membuat dan mencapai resolusi memiliki kesulitan yang berbeda.
Walau begitu, saya masih mau meneruskan resolusi yang saya buat, toh masih ada 9 bulan ke depan untuk mewujudkannya *crossing finger*
Dan di bulan Maret 2010 ini saya bersyukur karena saya bisa ikut Networking Nite tanggal 24 Maret 2010 *it was my 1st time* dan bertemu dengan Rene Suhardono, Ligwina Hananto, Reza Gunawan, Chandra Marsono, Gamila Arief, Iwet Ramadhan, Era Soekamto dan tidak lupa juga kenalan baru saya Ibu atau yg sering saya sapa dengan sebutan Mbak Utami.
That nite was a blast, nice to meet those people.
Keesokkan harinya , suami saya tercinta berulang tahun... He's officially 34 years old now :)
And I'm thanking God for those day :)
Bye March, you gave me many lesson and Welcome April :)
*pic from gettyimages*
Friday, 26 March 2010
A Tribute to GrandMa
60 tahun lalu, di Kalimantan Barat ..seorang bayi laki- laki diangkat menjadi anak oleh pasangan muda ini sehingga anak laki- laki ini merupakan anak ketiga dari pasangan muda ini.
Waktu berlalu, sang anak masih teringat bahwa dia memiliki orangtua angkat yang telah merantau ke Jakarta.
Sang anak memutuskan untuk pergi ke Jakarta dan akhirnya menikah dan memiliki keluarga kecil yang sederhana tapi penuh cinta.
Akhirnya sang anak dapat bertemu dengan orangtua angkatnya dan menjadi bagian dalam keluarga besar mereka.
Sang anak itu adalah papa saya.
Kakek angkat saya meninggal saat saya masih duduk di bangku SD.
Nenek saya, baru saja meninggal tanggal 17 Maret 2010 kemarin.
Dari beliau saya belajar mengenai iman.
Setiap kali saya sakit, beliaulah yang pertama kali memegang saya dan berdoa buat saya.
Waktu itu, orangtua saya masih belum memiliki kepercayaan.
Dan melalui beliaulah mereka bisa melihat bahwa Tuhan itu ada.
thank you dear GrandMa, I'm proud of you... you had run the race and stand firm in the faith.
We all gonna miss you but we'll meet again.
And say Hi to GrandPa also.. tell him, I miss him too...
I have no regret because i had given my best when you still alive.
Last time I met you was on feb 14th, 2010.
Death just another beginning of eternal life.
Friday, 19 March 2010
March 11th, 2010
March 11th, 2010 many things happen.
Some people celebrating their birthday, other people discharge and back to heaven.
This post dedicated to my friend , she celebrated her birthday and I grateful for her.
May she had a great blast and I wish her the very best in life.
This post also dedicated to one person, a very talented, a decent person named Alexander Abimanyu.
Alex was one of spokes person of Indonesia Unite movement. He had big heart for Indonesia.
I might haven’t met him but I believe his spirit will always remain, that’s for sure.
He’s the same age as my husbandbut he had contribute much to many young people in Indonesia.
He’s a noble person, a lovely husband to his dearest wife, Dinda Nawangwulan a cancers survivor.
That’s life, we never know when is our time.
We just need to lived to the fullest every single minute.
And Alex, he had done his part, He had lived his lifes to the fullesttill the end of his days on earth.
May you rest in peace Alex, and may God strengthen Dinda.
Alex said, "Don't Wait For Life to Happen. Make Life Happen"
Some people celebrating their birthday, other people discharge and back to heaven.
This post dedicated to my friend , she celebrated her birthday and I grateful for her.
May she had a great blast and I wish her the very best in life.
This post also dedicated to one person, a very talented, a decent person named Alexander Abimanyu.
Alex was one of spokes person of Indonesia Unite movement. He had big heart for Indonesia.
I might haven’t met him but I believe his spirit will always remain, that’s for sure.
He’s the same age as my husbandbut he had contribute much to many young people in Indonesia.
He’s a noble person, a lovely husband to his dearest wife, Dinda Nawangwulan a cancers survivor.
That’s life, we never know when is our time.
We just need to lived to the fullest every single minute.
And Alex, he had done his part, He had lived his lifes to the fullesttill the end of his days on earth.
May you rest in peace Alex, and may God strengthen Dinda.
Alex said, "Don't Wait For Life to Happen. Make Life Happen"
Wednesday, 10 March 2010
Celoteh Ibu tentang Social Network
Akhir- akhir ini dengan semakin canggihnya alat komunikasi dan semakin mudahnya kehidupan kita dipenuhi oleh laju informasi, saya jadi sering chat dengan teman- teman.
Sebagian ada yang hanya bertukar kabar, sebagian ada yang janjian untuk ketemuan, sebagian ada yang sarat dengan informasi.
And I choose to be balance , chat untuk diskusi soal parenting ada, chat untuk janjian ketemuan ada, chat untuk konyol- konyolan juga ada.
Yang paling menyenangkan buat saya adalah saat saya bisa memberikan informasi yang benar buat orang lain such as relationship, finance, parenting and many more.
Saya bukan orang yang “mau tahu” urusan orang lain tapi selalu saja ada orang- orang baru dalam kehidupan saya, but I think God just sent them to me…. yang saya yakini everything in this life sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Dan yang saya mau lakukan hanyalah menjadi berkat lewat sikap, perkataan dan tulisan saya.
So, I promised to my self to write only good things in my social network account.
And I don’t play anything on my social network because it’s wasting time.
Time is priceless.
We need to use and manage our time wisely.
And you can find, everyday (if I could) I always write 3(three) gratitudes per day.
Yes, I’m counting my blessings and I find there are many things I can grateful on everyday.
It’s feels good when I can “educate” people specially about Keuangan Rumah Tangga or Keuangan Pribadi.
That’s why I need to take Certified Financial Planner soon… Please dear God… sedia-in ya… I’ve made survey on it
Social network bisa memberikan dampak positif sekaligus dampak negatif secara bersamaan.
Seorang anak bisa kabur dari rumah karena diajak oleh teman yang baru dia kenal di Facebook.
Kalau saya jadi orangtua, tentunya saya akan kembali bertanya kepada diri saya sendiri kenapa anak saya sampai bisa lolos dari pengawasan saya sebagai orangtua.
Apakah saya sudah menyakiti hati anak saya sehingga anak saya bisa kabur dari rumah, bukan Facebook-nya yang dipermasalahkan.
Facebook hanya media atau alat. Sama seperti pisau, kalau digunakan hanya untuk memotong atau mengiris bawang gak masalah. Tapi kalau untuk membunuh, itu negatif.
Jadi alasan bahwa Facebook itu haram, it’s absolutely silly!!!
Kita sebagai orangtua punya kewajiban penuh untuk menjaga anak kita, memberi pengarahan dan jangan lupa kasih sayang.
Kita sebagai orangtua harus menjadi orang yang pertama didatangi oleh anak- anak kita saat mereka punya masalah ataupun saat mereka bersuka.
Caranya bagaimana ?
Caranya dengan menjadi teman, menjadi orangtua yang bisa mereka banggakan, menjadi pribadi yang mereka bisa andalkan.
Sebagian ada yang hanya bertukar kabar, sebagian ada yang janjian untuk ketemuan, sebagian ada yang sarat dengan informasi.
And I choose to be balance , chat untuk diskusi soal parenting ada, chat untuk janjian ketemuan ada, chat untuk konyol- konyolan juga ada.
Yang paling menyenangkan buat saya adalah saat saya bisa memberikan informasi yang benar buat orang lain such as relationship, finance, parenting and many more.
Saya bukan orang yang “mau tahu” urusan orang lain tapi selalu saja ada orang- orang baru dalam kehidupan saya, but I think God just sent them to me…. yang saya yakini everything in this life sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Dan yang saya mau lakukan hanyalah menjadi berkat lewat sikap, perkataan dan tulisan saya.
So, I promised to my self to write only good things in my social network account.
And I don’t play anything on my social network because it’s wasting time.
Time is priceless.
We need to use and manage our time wisely.
And you can find, everyday (if I could) I always write 3(three) gratitudes per day.
Yes, I’m counting my blessings and I find there are many things I can grateful on everyday.
It’s feels good when I can “educate” people specially about Keuangan Rumah Tangga or Keuangan Pribadi.
That’s why I need to take Certified Financial Planner soon… Please dear God… sedia-in ya… I’ve made survey on it
Social network bisa memberikan dampak positif sekaligus dampak negatif secara bersamaan.
Seorang anak bisa kabur dari rumah karena diajak oleh teman yang baru dia kenal di Facebook.
Kalau saya jadi orangtua, tentunya saya akan kembali bertanya kepada diri saya sendiri kenapa anak saya sampai bisa lolos dari pengawasan saya sebagai orangtua.
Apakah saya sudah menyakiti hati anak saya sehingga anak saya bisa kabur dari rumah, bukan Facebook-nya yang dipermasalahkan.
Facebook hanya media atau alat. Sama seperti pisau, kalau digunakan hanya untuk memotong atau mengiris bawang gak masalah. Tapi kalau untuk membunuh, itu negatif.
Jadi alasan bahwa Facebook itu haram, it’s absolutely silly!!!
Kita sebagai orangtua punya kewajiban penuh untuk menjaga anak kita, memberi pengarahan dan jangan lupa kasih sayang.
Kita sebagai orangtua harus menjadi orang yang pertama didatangi oleh anak- anak kita saat mereka punya masalah ataupun saat mereka bersuka.
Caranya bagaimana ?
Caranya dengan menjadi teman, menjadi orangtua yang bisa mereka banggakan, menjadi pribadi yang mereka bisa andalkan.
Wednesday, 3 March 2010
Wakil Rakyat yang (katanya) terhormat

Tentunya masih segar dan lekat di ingatan kita (bahkan dunia) bagaimana cara anggota DPR kita menyelesaikan masalah kemarin siang.
Mereka tidak lebih dari manusia yang mengatasnamakan "rakyat"
Sebenarnya, siapakah yang mereka bela ???
Rakyat atau kepentingan mereka dan golongan mereka ???
Sungguh tontonan yang tidak layang tayang di jam anak di bawah umur sedang menikmati kotak ajaib bernama televisi.
Mereka berkali- kali di interview oleh stasiun tv bak selebritis.
Merasa bersalah,bukannya meminta maaf kepada publik atas sikap yang barbar dan arogan.. sang pelempar berkata, "saya cuma pegang dan lepaskan"
Kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan baru, itu yang saya percaya....
Tapi nampaknya Wakil rakyat yang (katanya) terhormat itu, tidak lebih terhormat daripada pedagang asongan ataupun pengamen jalanan.
Benar kata Alm GusDur, DPR hanya sebuah taman kanak- kanak. Tempat dimana mereka saling merebut mainan yang dikenal dengan nama "kekuasaan"
Seharusnya mereka malu bila membaca sebuah article yang terdapat di www.theurbanmama.com yang berjudul Little Professor
Disana diceritakan bagaimana seorang anak kecil yang berumur 5 tahun bisa menghadapi temannya yang berkata jelek tentang dirinya dengan cara yang sangat elegan dan tanpa kekerasan sama sekali.
Entah siapa yang memilih mereka... bukan saya yang pasti... karena saya dengan jelas tahu siapa yang saya pilih
Belum lagi anggaran yang dikeluarkan negara untuk membayar mereka... konon mencapai 2,5M
Padahal uang sebesar itu bisa digunakan untuk membantu korban longsor di PasirJambu , Bandung
Aneh, benar- benar negara yang aneh!!
*masih geleng- geleng kepala*
pic from gettyimages.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
