Friday, 1 July 2011

When July come

Well, It is July now....

I sit a while and keep thinking what have I done for last semester in 2011.

I thank God for the chances that come and go, I thank God because my son can sit on dining table when he has his meal, I thank God because the IHSG reach 3,900 today.

Simply, I thank God for everything in my life... the bad ones, the good ones.

Every single step, I continue to grateful for himself... for he is my god, a true living God...

Heavenly Dad, it's been a while I don't cry of anything!

Now, tears out from my eyes and my heart says thank you.

Thank you,
your daughter

Monday, 20 June 2011

Recap Minggu 13- 19 Juni 2011

Saya mencoba untuk menulis blog secara berkala untuk terapi jiwa :)

Kali ini saya akan menceritakan mengenai kehidupan saya selama satu minggu penuh.

Diawal minggu, saya kedatangan seorang staff baru.
Disaat hati ini memiliki banyak pertanyaan atas apa yang diberi oleh Sang Pencipta, tiba- tiba saya diingatkan saat melihat tim kerja saya di dalam satu ruangan yang sama dengan saya.
Tiba- tiba saja rasa memiliki sebagai sebuah keluarga muncul.
Ya, saya merasa saya berkewajiban untuk mendidik dan mengasuh mereka untuk mereka dapat bekerja dengan segenap hati.

Ada beberapa peluang yang bagus juga datang, tapi hanya Tuhanlah yang paling mengerti apa yang saya butuhkan. Tentunya saya wajib untuk mencoba tantangan tersebut, I do my very best and God will do the rest... so I don't have anything to worry about.
Saya menginginkan tantangan baru agar bisa lepas dari zona nyaman dan berkembang dari banyak segi. Saya sangat tertarik dengan Media Sosial untuk saat ini dan ini bisa dibilang merupakan salah satu passion saya. My passion statement is representing ideas!

Seharusnya Sabtu kemarin saya ada acara dengan The Urban Mama namun karena tiba- tiba kami kedatangan tamu maka kami memutuskan untuk tidak hadir ke acara tersebut. Akhirnya Sabtu diisi dengan bermain dengan Darren dan menonton Masterchef Indonesia serta DVD.

Nah hari Minggu merupakan hari yang sangat menarik buat saya karena saya berkesempatan untuk bertemu dengan seorang kakak pembina rohani saya dan sahabat lama yang hatinya sangat edan! Edan dalam arti kata bahwa dia sangat mengasihi bangsa Indonesia, masuk ke pedalaman di Indonesia hanya untuk mengajari suku- suku agar bisa maju tanpa menghilangkan kearifan lokal!

Kami sudah bertahun- tahun tidak bertemu dan yang saya syukuri juga bahwa saya berkesempatan untuk membagikan apa itu financial planning!

Terimakasih Sang Hidup yang sudah memberikan saya kesempatan seperti diatas!

Yang bersyukur atas nikmat yang Kau beri :)









Wednesday, 15 June 2011

CAREER is NEVER about ....

@ReneCC bicara soal Karir dan Gaji di twitterverse pada suatu hari :)
  • Career is NEVER about chasing for bigger salary.
  • The only objective of career should be happiness & fulfillment.
  • Your cost of living should not be the only factor in making your career decision. If you do so, you are very shortsighted.
  • Do you want to be trapped in a job you hate simply for the sake of cost of living?
  • Something to consider: what does your job cost you : provide for you? Frustration : fulfillment? Effort : achievement?
  • To happy in your job requires the good to be significantly greater than the bad. Salary is just 1 factor. How is your job now?
  • For those who think that money brings security, please think again.Salary is the perception of security.
  • JOB: Focus on momentum, great learning curve, awesome opportunities, freedom to act and more time with your love ones.
  • Getting bigger salary without knowing the ways to contribute more = self devaluation.
  • Always option for long-term than short-term. Give yourself tons of opportunities to grow.
  • Business people & owners should not be stingy. Add high incentive & immediate rewards for those who perform.
  • The more employees thinks and acts like owners, the better for the company.
  • To work in a crappy job is NOT your fault. Knowing you are in crappy job yet you do not do anything, that is your fault | @donanwijaya
  • A job would not love you back. Use things and love people. Do a great job, contribute and live a life that matters to you | @LennDm
  • Last one: stop worry about salary. Great money follows great works. Be an outstanding giver, be a great person and be happy :)
Aye, aye Coach :)

Monday, 6 June 2011

Autism and stop using it as a joke!

Seorang teman yang saya temukan di dunia virtual berbagi bagaimana dia berhadapan dengan kedua anaknya yang menyandang autisme.

Berikut penuturannya melalui account twitter @justsilly

Ciri- ciri anak yang menyandang autisme adalah sebagai berikut:
  1. Sulit bersosialisasi dengan anak lain.
  2. Tertawa atau menangis tidak pada tempatnya. Orang sering bilang anak saya gila karena lagi diam, dia bisa tiba- tiba tertawa atau menangis.
  3. Tidak ada eye contact. Mereka umumnya menghindari eye contact, karena mata kita "bicara". Mereka umumnya tidak suka berkomunikasi.
  4. Umumnya tidak peka akan rasa sakit. Anak saya tangannya disetrika, kepalanya bocor, kakinya kena knalpot dan dia tidak menangis.
  5. Anak penyandang autisme lebih suka menyendiri. Mereka akan mengamuk jika dipaksakan berbaur ditengah keramaian.
  6. Suka sekali benda yang bulat atau berputar. Their first oral orgasm adalah ketika pertama kali merasakan kenikmatan menyusu pada ibunya.
  7. Keterikatan pada satu benda yg berlebihan. Dulu anak saya kalau lagi suka tali, bisa dibawa berhari- hari kemana- mana sampai tidur. Kalau hilang, ngamuk!
  8. Hiperaktif! Tidak bisa diam. Apalagi kalau makan yang mengandung gluten (tepung), casein (susu) dan gula. Bisa mutar- mutar kayak gasing. Gluten dan casein pada otak anak penyandang autisme dirubah menjadi Gluteomorphin dan Caseomorphine yang efeknya 100 kali lebih bahaya dari morphine yang dikonsumsi orang dewasa. Itu sebabnya orangtua penyandang autis harus hati- hati memberi makan anak mereka.
  9. Terlalu pendiam, bahkan menolak untuk bicara. Ini kebalikan dari no.8 tadi.. Anak saya yang pertama seperti ini awalnya.
  10. Tidak berminat pada metode pangajaran yang biasa. DULU.. untuk mengajari matematika misalnya, saya harus lompat turun naik tangga buat ngajarin penjumlahan.
  11. Melakukan gerakan yang sama berulang kali, kayak kaset rusak yang di rewind terus- terusan. Kata- kata pun diucap bisa seratus kali pengulangan.
  12. Gak peduli bahaya. Dulu.. Karena anak saya susah tidur, meleng dikit dia dah nangkring diatas LEMARI! :)) atau masukin tangannya ke colokan listrik.
  13. Cara bermainnya aneh, dan bisa dilakukan dalam waktu lama. Dulu anak saya suka ngumpulin batu, lalu melempar batu itu ke kolam, berulang!
  14. Echolalia! Seperti gema..mereka suka mengulang- ulang ucapan mereka, dan itu bisa dilakukan seharian, tanpa berhenti.
  15. Refuse to cuddle. Anak penyandang autisme kadang ada yg sensor tactile-nya sensitive (sensor dipermukaan kulit), sehingga mereka menolak dipeluk.
  16. Sensorik pendengarannya juga sensitive, sehingga pada anak- anak tertentu, mereka suka takut dengar suara blender, mesin potong rumput, hair dryer etc
  17. Kadang bersikap seperti orang tuli. Kalau dia ga suka, even ada bom meledak disampingnya, dia akan diam saja.
  18. Kalau ingin sesuatu, tidak bicara, tapi merengek, mendorong kita mendekat ke yang dia minta lalu mengamuk jika kita tetap tidak mengerti. Tantrum, ini kadang tanpa alasan yang jelas, dia bisa tiba- tiba mengamuk dan memukuli dirinya sendiri.. Kalau dia begini, buru- buru peluk deh.
  19. Kecakapan motorik halus dan motorik kasarnya tidak seimbang. Mereka sulit menendang bola. Biasanya hanya dipeluk dan diputar- putar.
  20. Paling gampang, kasih balok- balok atau lego. Kalau dia susun keatas, aman! Tapi kalau dia menolak dan memilih menyusun memanjang.. Coba lebih diperhatikan lagi.
Jika menemukan setidaknya empat poin diatas pada anak kita, segera konsultasi ke spesialis anak dan psikolog. Karena dengan penanganan yang tepat anak penyandang autisme dapat hidup normal.


And stop using word "autis loe" on daily jokes... Let's have empathy :)

Monday, 23 May 2011

Dana Darurat itu Perlu dan Penting!

Kemarin, sebuah sms masuk ke telepon genggam saya. Bunyinya,”Sama gajinya si X noohh.., kasihan dia ndak makan, pantesan wkt nongkrongin bos, g srh2 makan dulu sambil ng kbr dia blg nanti-nanti. Brusan sampe ktr, bru dia blg ndak py uang tuk mkn. Akhirnya dibeliin salah seorang kolega di kantor.”

Sedikit miris melihat sms tersebut saya hanya membalas bahwa, saya belum terima voucher untuk pengeluaran gaji si X. Kalau saja voucher itu sudah saya terima saya pasti akan langsung membuatkan cek agar gaji si X bisa keluar segera. Namun kenyataannya yang bertanggungjawab masalah gaji bukanlah saya.

Buat saya, menahan hak seseorang adalah kesalahan dan saya sebisa mungkin untuk tidak melakukan hal tersebut. Kebetulan saja untuk minta approval dari si bos memakan waktu lama karena tidak hadirnya beliau di kantor. Kalaupun saya sodorkan cek kosong apakah beliau mau menandatanganinya ?

Baiklah bukan perihal pekerjaan saya yang ingin saya ceritakan saat ini.

Saya mau berbagi mengapa Dana Darurat itu perlu dan penting.

Andai saja kolega saya X itu punya Dana Darurat pastinya dia tidak perlu sampai tidak makan selama sehari penuh kemarin, karena belum turunnya gaji.

Berapa banyak dari kita yang masih meremehkan Dana Darurat ?

Keadaan kolega saya itu tentunya mencerminkan kondisi cashflow keuangannya.

Bagaimana sih supaya gaji kita tidak sampai minus sebelum menerima gaji berikutnya ?

Coba kita cek lagi keadaan kita yang sebenarnya, are we living the life we deserve ? Apakah kita hidup sesuai dengan kemampuan kita dalam menghasilkan uang?

Apakah kita sudah menyisihkan minimal 10% dimuka dari penghasilan setiap bulannya ?

Kebanyakan kita tidak peduli yang penting ada uang ya bisa belanja, jalan- jalan dan sebagainya sehingga kita lupa untuk menyisihkan uang didepan agar tidak terpakai.

Padahal menabung untuk Dana Darurat adalah hal yang penting dan perlu.

Coba ubah cara pikir kita tentang menyisihkan uang sebagai tabungan. Jangan menunggu sisa uang dari gaji tapi usahakan untuk menyisihkan didepan dan langsung masuk ke tabungan.

Besarnya Dana Darurat bisa dilihat disini

Switch the way you think about saving J


Sunday, 22 May 2011

How woman can contribute

Isu ramah lingkungan marak beberapa tahun belakang ini.

Ternyata sampah rumah tangga merupakan penyumbang terbesar terhadap emisi karbon di dunia.

Tentu saja hal tersebut mengusik saya.

Sebagai seorang wanita yang sudah bekeluarga, saya menyadari bahwa terkadang keluarga kecil saya ikut berperan terhadap pelepasan emisi karbon yang merugikan lingkungan.

Lalu saya bertanya apa yang dapat saya lakukan untuk meminimalisasi kerusakan lingkungan ?

Dimulai dari menghemat penggunaan listrik dengan tidak menyalakan lampu kamar saat tidak ada seorang pun berada dikamar, mengganti sebagian lampu ruangan menjadi lampu LED

Menghemat penggunaan listrik dengan cara menampung air hasil cucian sayur untuk dipakai kembali menyiram tanaman.

Sampai kepada hal personal berupa pemakaian pembalut.

Pembalut yang sering kaum wanita gunakan merupakan pembalut sekali pakai yang sampahnya sulit sekali terurai.

Dahulu, generasi diatas kita mengunakan lampin atau kain sebagai pembalutnya sehingga tidak terbentuk sampah karena kain tersebut dapat dicuci dan dipakai ulang.

Dan kabar baiknya, pembalut yang dapat dipakai berulang kali pun sudah dikemas dengan sangat cantik saat ini.


Saya memiliki kesensitifan di bawah sana, pemakaian pembalut sekali pakai membuat kulit saya iritasi padahal saya sudah sering ganti bahkan bisa ganti setiap 4 jam sekali kalau si tamu datang. Bayangkan bagaimana tersiksanya saya setiap bulan karena bukan saja hanya mengalami kram perut tapi juga mengalami iritasi yang sangat membuat tidak nyaman!

Saya membeli pembalut yang reuseable ini di salah satu online shop dan saya puas dengan daya serap reuseable feminine pad ini.

Ajaibnya, setelah memakai reuseable feminine pad ini Saya tidak pernah lagi mengalami kram perut selama tiga hari dan pegal linu di daerah pinggang dan tentunya juga tidak pernah lagi mengalami iritasi serta kebocoran samping J

Dan yang paling penting adalah saya berhasil mengurangi jumlah sampah!

So, I’m very happy and satisfied with this product.

Berikut saya akan mencoba memberikan tips untuk membersihkan dan merawat reuseable feminine pad ini:

  • Pakai feminine pad sesuai petunjuk yang diberikan pada kemasan awal.
  • Setelah digunakan, bilas dengan air dingin yang bersih agar noda darah menghilang (biasanya saya menggunakan ember dan melakukan gerakan naik turun terhadap menspad) Jangan gunakan air hangat karena bisa membuat darah menggumpal dan noda sulit dibersihkan.
  • Mungkin akan tertinggal sedikit noda, gunakan sabun yang lembut dan kucek perlahan (saya menggunakan sabun anak balita saya). Boleh saja menggunakan deterjen pencuci baju dengan takaran yang sedikit dari pencucian baju tapi jangan menggunakan deterjen yang mengandung pemutih, pelembut dan pewangi karena akan merusak bahan dari feminine pad.
  • Bilas sampai bersih yang artinya tidak ada noda tertinggal dan tidak berbau sabun.
  • Jemur dibawah terik matahari langsung agar noda dan bau hilang.
  • Bila sudah kering, jangan diseterika dan langsung simpan dilemari pakaian.
Selamat mencoba :)

Thursday, 19 May 2011

#blissipline week 4 Honesty

Bicara soal kejujuran... hmm... I can say that honesty is not my best part especially when dealing with spouse.

May not the extreme one like cheating but I do lie to my spouse about adding new investment to our investment portfolio.

Kenapa Begitu ?

Karena saya tahu bahwa pasangan akan melarang saya untuk membuka rekening investasi baru karena cashflow yang masih kembang kempis untuk sekarang ini. Tapi sebenarnya kita harus mengusahakan menyisihkan pendapatan untuk tujuan keuangan yang nilanya sangat luar biasa :)

Dia punya alasan begitupun saya. Saya sangat punya alasan yang kuat untuk menambah investasi baru mengingat kebutuhan Dana Pendidikan Anak, Dana Pensiun, Danan Kesehatan Pensiun dan Dana Kesehatan Pensiun Orangtua yang jumlahnya mencapai milyaran.

Akhirnya, pada satu kesempatan saya paksa pasangan saya untuk ikut Financial Talk yang digelar sebuah komunitas.

Hasilnya, pasangan sadar and we get win win solution and now I can invest whatever I like :)

Friday, 15 April 2011

Tough Question from 3,5yro

Semalam, Darren (3,5th) menanyakan sebuah hal kritis kepada saya.

Lebih kurang percakapannya seperti dibawah ini :

D : Ma, shalawat itu apa sih ?

Me: Shalawat itu salah satu cara umat muslim beribadah

D : Kalau Darren jadi muslim boleh tidak ?

Me : kamu bisa pilih kamu mau agama apa kalau sudah dewasa nanti

D : kalau sekarang ?

Me : kalau sekarang, nanti yg ajarin agamanya siapa ? Kan papa mama Kristiani . Kalau masih anak- anak harus ikut papa mamanya.

***end of conversation

Buat saya, percakapan diatas merupakan pertanyaan tersulit yang pernah ditanyakan Darren.

Darren sudah mulai bertanya tentang seks kepada saya, dan saya dengan mudah menjelaskan kenapa pria punya penis dan wanita punya vagina; kenapa wanita punya payudara yg besar sedangkan pria tidak dll.

Tapi isu mengenai pandangan hidup , agama atau apapun sebutannya sangatlah sensitif.

Manusia diberi kebebasan untuk memeluk agama dan meyakini kebenaran ajaran agama tersebut.

Begitu juga saya, memilih untuk mengajarkan Darren bahwa dia memiliki kebebasan untuk memilih agama yg diyakininya saat dia dewasa nanti.

Agama hanyalah agama , yang dibentuk oleh sekelompok orang , diatur oleh sebuah wadah organisasi.

Yang paling penting adalah aplikasi ajaran tentang kasih dalam kehidupan sehari- hari.

Saat saya menuliskan perihal ini di sosial media, ada banyak komentar yang muncul termasuk komentar yang bunyinya seperti ini “Tp jk itu anak kt mustinya kt memberikan ketegasan ttg apa yg orgtuanya pegang!!

Darren tidak pernah minta dilahirkan dari rahim saya sebagai seorang keturunan Tionghoa yang tinggal di Indonesia yang kebetulan orangtuanya memeluk agama Kristen.

Yang bisa saya lakukan adalah memberikan teladan dan contoh mengenai pandangan hidup seorang pengikut Kristus.

Memori saya melayang ke masa kecil saya.

Saya lahir di keluarga keturunan Tionghoa yg memeluk Dinamisme, Animisme.

Orangtua saya membebaskan anak- anaknya untuk memilih agama apapun dan hasinya, kami bisa tumbuh dengan toleransi yang baik kepada orang lain yang berbeda dari kami.

Coba deh baca bukunya Mitch Albom yang judulnya “Have a little faith”

Buku tersebut merupakan kisah nyata dari seorang Rabi dan seorang Pendeta.

Di buku tersebut, saya hormat dan kagum kepada seorang Rabi Yahudi yang menolong gereja Katolik dan Rabi itu berkata,” Tuhan itu suka akan perbedaan jadi mengapa kita harus meributkan hal itu ?”

Saya mau numpang tanya sebentar, tahu Mother Teresa yang sudah meninggal ?

Kira- kira beliau masuk surga atau neraka ?

Beliau seorang Katolik, menyembah patung Bunda Maria.

Tapi dampak dari aplikasi kasih dalam hidup beliau sehari- hari amatlah nyata.

Menurut ajaran agama Kristen, kalau menyembah patung berarti menyembah berhala dan itu dosa, bisa masuk neraka.

Banyak juga orang yang mengaku Kristen tapi kelakuannya tidak mencerminkan kasih sama sekali.

Contoh nyata adalah kejadian pada salah seorang sahabat saya menjelang hari pernikahannya, pihak gereja tempat kami menumpang membatalkan secara sepihak penggunaan gedung gereja padahal undangan sudah dicetak dan diedarkan!

Jadi, pilihan ada di tangan kita sendiri untuk meyakini sesuatu apapun itu dengan amat sadar.

Blindfull faith just gonna failed you J

Sunday, 10 April 2011

testing from android platform

My birthday present from my husband is a new handset with android platform.
Aaah, what a convenience for me :)
Published with Blogger-droid v1.6.8

Monday, 4 April 2011

Mau atau Tidak


Sedari kecil, saya selalu menginginkan menjadi seorang dokter. Bagi saya seorang dokter itu adalah pribadi yang cerdas, sehat, suka menolong dan bersih.

Masa- masa sekolah saya lalui dengan belajar secara akademis dan menjadi yang terbaik di setiap mata pelajaran yang diajarkan di sekolah.

Keinginan menggebu untuk menjadi dokter saat itu, namun harapan saya pupus tatkala tidak lolos UMPTN dan terbentur biaya untuk melanjutkan kuliah kedokteran di universitas swasta .

Ketidakberhasilan diatas sempat membuat saya diam di tempat. Saya tidak punya rencana cadangan akan ke universitas mana, mengambil jurusan apa bila saya gagal UMPTN.

Ada beberapa pilihan yang bisa saya jalani misalnya kuliah jurusan ilmu sosial dan politik atau public relation sesuai minat saya. Namun karena kurangnya informasi, maka kebanyakan universitas yang ada sudah menutup pendaftaran.

Sampai yang tersisa hanyalah sebuah universitas di bilangan Jakarta Barat yang masih membuka pendaftaran.

Akhirnya dengan sangat terpaksa, saya mendaftar ke universitas tersebut. Banyak keputusan yang saya ambil secara terburu- buru. Saat itu saya tidak memikirkan tentang jarak antara rumah dengan kampus karena saya pikir sepanjang masih mampu dijangkau dengan menggunakan transportasi publik maka seharusnya itu tidak menjadi halangan untuk saya memulai kehidupan kampus saya.

Namun ada satu keputusan yang saya buat dengan amat sadar yaitu keputusan untuk mengambil Fakultas Manajemen ketimbang Fakultas Akutansi.

Banyak orang yang menyayangkan mengapa saya mengambil Fakultas Manajemen yang kebanyakan mahasiswa Fakultas Manajemen saat selesai kuliah nanti dan bekerja berakhir dengan menjadi tenaga penjualan.

Saya hanya tersenyum dan berkata pada diri saya sendiri bahwa saya akan membuktikan bahwa tidak semua mahasiswa yang mengambil Fakultas Akutansi bisa membuat jurnal dan laporan keuangan dengan benar serta tidak semua mahasiswa Fakultas Manajemen tidak mengerti Akutansi.

Dan inilah saya sekarang, dahulu seorang mahasiswa Fakultas Manajemen jurusan Manajemen Keuangan yang kerjanya sekarang lebih banyak berhubungan dengan Akuntansi.

Dan inilah saya sekarang , yang telah mematahkan anggapan keliru bahwa mahasiswa yang kuliah di Fakultas Manajemen hanya akan menjadi tenaga penjualan.

Saya hanya seorang yang percaya bahwa kalau kita mau belajar, tidak ada apapun yang terlalu sulit.

Saya yang percaya bahwa semua orang dikaruniai akal oleh Yang Maha Sempurna hanya persoalannya, mau belajar dan berusaha lebih keras dari kebanyaka orang atau hanya pasif menerima keadaan.

*gambar diambil dari gettyimages yang mewakili cita- cita masa kecil saya dengan pekerjaan saya sekarang :)