Showing posts with label movie review. Show all posts
Showing posts with label movie review. Show all posts

Monday, 1 January 2018

W.O.N.D.E.R



pic courtesy of  www.teaser-trailer.com
Seminggu lalu, saat ngobrol melalui grup WA saya jadi tahu bahwa ada sebuah film yang wajib ditonton oleh seluruh anggota keluarga berjudul “Wonder”.

Penasaran, saya pun mulai membaca sinopsis film ini dan memutuskan untuk menonton bersama suami dan anak sulung saya, Darren.

Film dimulai dengan kehebohan persalinan yang dilalui oleh Isabel Pullman (diperankan oleh Julia Roberts) dengan didampingi suaminya, Nate Pullman (diperankan oleh Owen Wilson).

Wednesday, 10 December 2014

A Good Family

Time flies!
It has been 8 years of marriage and we still counting :)

Husband is not a very romantic person, but yes, he gave little surprise which I consider good, because you don't flaunt the romanticism :)

I have planned a movie date, but in 24 hours I have a meeting which unfortunately cancelled and yeay, we can go for a movie date!

The movie this time will be 7Hari/24Jam, as Dian Sastro's big fan it is mandatory to watch it :D


Last Disas movie that I watched with future husband is Banyu Biru which makes him feel confused HAHAHA

Long story short, we bumped into one scene... when Lukman Sardi as Tyo asking Disas as Tania what is her reason to marry him.

And we also keep asking ourself why are we marrying each other.....

I come out with one reason, I marry husband because, he didn't changed me, he didn't asked me to choose between career or family and he loves me for my imperfection! *oh, there are so many reason why I marry him*

In the middle of the movie, husband whatsapp me this:

and we very agree that "The foundation of Everything is A Good Family" - Tania, 7/24

Happy 8nniversary abank *smooch*

@HoneyJT

Monday, 31 January 2011

Lesson Learn from Yogi Bear- the movie



Sabtu kemarin, saya sekeluarga menonton film untuk keluarga yang berjudul Yogi Bear.

Film ini menceritakan tentang seekor beruang coklat yang dapat berbicara bahasa manusia bernama Yogi yang tinggal di Jellystone, sebuah taman nasional di salah satu negara bagian Amerika Serikat.

Yogi senang makan bahkan dia berupaya untuk mencuri makanan setiap pengunjung yang datang ke Jellystone dengan menggunakan berbagai macam cara.

Sampai akhirnya Jellystone kehilangan pengunjung dan menderita kerugian biaya operasional selama beberapa tahun karena ulah Yogi.

Disaat bersamaan, hadir tokoh antagonis yaitu Bupati Jellystone yang bernama Brown. Sepertinya sifat bupati ini mirip dengan pejabat publik kita. Kenapa saya bilang begitu ? karena Brown menghalalkan segala cara untuk berkuasa.

Beberapa aset negara bagian dijual kepada pebisnis sehingga mengakibatkan keseimbangan di daerah tersebut terganggu.

Masih belum puas dengan kekuasannya, Brown berusaha untuk menjual Jellystone dan mencalonkan diri menjadi gubernur.

Singkat cerita, Yogi merasa bersalah karena sudah berulah dan menyulitkan posisi penjaga Jellystone yang bernama Smith. Padahal Smith sudah berupaya untuk menyelenggarakan kembang api di ulang tahun Jellystone yang ke- 100 sampai Smith harus meninggalkan Jellystone untuk menjadi penjaga taman kota.

Yogi bersama sahabat baiknya Boo Boo pun harus meyakinkan Smith bahwa Brown berupaya untuk merubah Jellystone untuk kepentingan bisnis dengan mulai menebangi pohon- pohon di Jellystone.

Akhirnya sekuat tenaga mereka berupaya menyelamatkan Jellystone.

Moral of the movie : Greed is not good dan kita harus memperjuangkan segala yang baik walaupun banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi sekalipun nyawa taruhannya.

Apa yang terjadi selanjutnya ? Just go to cinema and watch the movie with your loved one.

Monday, 27 September 2010

Movie Review 2012



Saya akui, saya kecanduan nonton...

Saya akui, saya ketinggalan film- film menarik...

Sabtu dan Minggu kali ini saya pergunakan waktu untuk menonton beberapa film dan salah satunya film yang berjudul 2012.

2012 sejak ditayangkan telah menuai kontroversi.

Sebagian pihak beranggapan film ini bukan film yang mendidik.

Tapi kalau dilihat dari sudut pandang yang lain, menurut saya film ini layak untuk kita renungi bersama.

Di film ini saya belajar artinya keluarga.

Bahwa keluarga selalu menjadi bagian pertama dalam kehidupan kita yang sangat berarti. Kita akan melakukan apapun agar orang- orang yang kita cintai dapat selamat walaupun kita harus mempertaruhkan pekerjaan bahkan nyawa kita.

Pelajaran kedua yg saya dapat, don't judge the book by its cover. Kita tidak akan pernah tahu mungkin suatu ketika, orang yang kita remehkan bisa saja menjadi penolong atau sebaliknya, orang yang kita agungkan dapat membuang kita begitu saja.

Pelajaran ketiga, ini pelajaran yang juga penting. Bahwa dunia akan kiamat bila masing- masing kita kehilangan kemanusiaan kita.

I know we have all been forced to make difficult decisions to save our human civilization.

But to be human means to care for each other and civilization means to work together to create a better life.

If that's true then there's nothing human and nothing civilized about what we are doing here. Ask yourselves, can we really stand by and watch these people die?

I read a book two days ago. The author is probably dead by now but he said, "the moment we stop fighting for each other, that's the moment that we lose our humanity."

"Everybody out there has died in vain if we start our future with an act of cruelty. What will you tell your children? What will they tell theirs?" - Adrian Helmsley, 2012