Yesterday, I need to get up early in the morning.
I had an appointment with a doctor. A surgeon of oncology.
I felt plain on the way to the hospital.
It won’t be the same as I arrived and saw so many people with tumor.
Suddenly, I felt insecure.
Afraid.
Afraid of realizing that this tumor is the bad one.
Couple months ago, I felt there is something in my left breast.
Something that these couple weeks been annoying me.
I am a healthy life adorer.
I don’t eat meat, I don’t smoke but my dad , as I remembered had a little surgery on his lips because of tumor.
Not a bad one but that gives me cue that I might have it too since it’s genetic.
Well, the result of Mammae USG on my left breast said that I have it not only one but two.
I hope that that’s not the bad one and hope that I don’t have to dealing with the surgery knife.
I wouldn’t asking nor blaming God ,”Why?”
But I’m curios of what the doctor will told me, how and why I have this.
And trying to arrange next step to face this.
Now, I am officially a death cheater.
It is about life changing experience. Enjoy the blog, write your comment and hope that we all learn something about LIFE :)
Thursday, 13 January 2011
After I post my blog and arrived at home, I grab the bible and found this chapter.
I read Proverbs from January 1st 2011.
And tonight, as I continue to read it, I found this :
3 The lips of an immoral woman are as sweet as honey, and her mouth is smoother than oil. 4 But the result is as bitter as poison, sharp as a double-edged sword. 5 Her feet go down to death; her steps lead straight to the grave. 6 For she does not care about the path to life. She staggers down a crooked trail and doesn't even realize where it leads
I don’t know is this the answer of what I’ve been asking on my previous post.
I read Proverbs from January 1st 2011.
And tonight, as I continue to read it, I found this :
3 The lips of an immoral woman are as sweet as honey, and her mouth is smoother than oil. 4 But the result is as bitter as poison, sharp as a double-edged sword. 5 Her feet go down to death; her steps lead straight to the grave. 6 For she does not care about the path to life. She staggers down a crooked trail and doesn't even realize where it leads
I don’t know is this the answer of what I’ve been asking on my previous post.
Friday, 7 January 2011
Doa diawal tahun 2011

Tuhan,
hatiku sedang galau...
Galau karena melihat ketidakadilan terjadi dimana- mana
Bahkan diatas tempat aku berpijak sekarang...
Saat ini... di ruang yang senyap
Ada sedikit marah disana, tapi aku harus bisa menalarnya...
Sedikit hening mungkin akan lebih baik bagiku...
Tapi tetap nurani ini gelisah karena di depan mataku ketidakadilan itu terjadi...
Dia yang kubela adalah yang sama dengan mereka...
Ada tanya bagiku, "Mengapa ?"
Mengapa mereka dapat melakukan ini terhadap sesamanya ?
Bukankah mereka sama ?
Entah, akan kulakukan atau tidak...
Apa saja untuk membelanya...
Membongkar bau busuk yang terjadi disini...
Bukankah kata orang sepintar- pintarnya seseorang menutupi bau busuk itu, akhirnya akan tercium juga ?
Tuhan,
Aku tahu Engkau ada...
Dan keadilanMu akan terbit seperti fajar...
ya, seperti fajar yang tidak dapat diselubungi oleh apapun, siapapun....
Tuhan, aku titip dia...
Tuhan, Terima kasih...
7 Januari 2011, kantor tempat berkarya
*pic taken from getty images
Tuesday, 28 December 2010
December, Christmas, AFF Suzuki 2010
I always love December.
My wedding anniversary, Indonesia Mother's Day, Christmas Day, the scent of holiday and this year my brother's and my best friend's wedding day. *can't wait to see the pics*
A month of peace and joy, last month in every year that makes me keep thinking... what have I done this year.
This year, I got chances to meet great people... and two of them are :
Ligwina Shellita Poerwo Hananto
Rene Suhardono Cananeo
This year, Indonesia's National Soccer Team succed to make me one of their fan.

I am not into soccer thing but watching them at television makes me very proud to be Indonesian and now, I'm kinda like soccer *grin*
They show the world that Indonesian is a sportive people.
and to end this post, I wanna say "Merry Christmas everyone!" *smile*
*pic taken from areamag, goal and fb*
My wedding anniversary, Indonesia Mother's Day, Christmas Day, the scent of holiday and this year my brother's and my best friend's wedding day. *can't wait to see the pics*
A month of peace and joy, last month in every year that makes me keep thinking... what have I done this year.
This year, I got chances to meet great people... and two of them are :
Ligwina Shellita Poerwo Hananto
Rene Suhardono CananeoThis year, Indonesia's National Soccer Team succed to make me one of their fan.

I am not into soccer thing but watching them at television makes me very proud to be Indonesian and now, I'm kinda like soccer *grin*
They show the world that Indonesian is a sportive people.
and to end this post, I wanna say "Merry Christmas everyone!" *smile*
*pic taken from areamag, goal and fb*
Wednesday, 8 December 2010
Happy Anniversary
Hari ini, tepat empat tahun yang lalu.
Pilihan itu dibuat.
Pilihan untuk menjalani kehidupan bersama.
Pilihan untuk selalu bertemu milyaran detik yang akan datang.
Pilihan untuk mendidik anak – anak yang dititipkan Sang Pemberi Hidup.
Pilihan untuk menua bersama.
Sebelum pilihan itu dibuat , banyak pengalaman yang dialami.
Kini baru terasa lucu, dulu pacaran dengan siapa tapi akhirnya menikah dengan orang yang sama sekali berbeda.
Begitu hidup melebihi komedi situasi.
Ex #1
Hint: 1. long distance relationship 2. Traveler 3. Family man
Soundtrack : First Love by Nikka Costa
Orang bilang, cinta pertama itu tidak pernah mati. Kata saya, cinta pertama itu sudah bertransformasi.
Ex #2
Hint: 1. Volunteer 2. Fishing 3. Man of worship
Soundtrack : kami gak punya lagu khusus hanya lagu dgn judul I Enter the Holy of holy
Dengannya, saya belajar tentang mengasihi orang lain yang berbeda dari saya. Kalau saja kami jadi menikah, mungkin saat ini kami jadi orang- orang di baris depan daerah bencana.
Ex #3
Hint: 1. Gentleman 2. Workaholic 3. Martial Art
Soundtrack: I love the way you love me by Eric Martin
He knows how to treat a woman. Kisah saya dengannya seperti kisah putri- putri Disney. Gadis yang bukan siapa- siapa bertemu dengan Pangeran Tampan berkuda. Our lives would be to perfect if we married each other. The universe will jealous to us. There aren’t perfect marriage.
Ex #4
Hint: 1. Rockstar 2. Tattoo 3. Donald Duck thingy
Soundtrack: Pacarku Superstar by Project Pop
Dengannya, saya belajar untuk memperhatikan hal- hal kecil.
Ex #4 Sebut saja dia Lelaki Terbaik
Soundtrack: The best I ever had by Vertical Horizon
The person I wanna grow old together.

Happy Anniversary bank, I love you
Pilihan itu dibuat.
Pilihan untuk menjalani kehidupan bersama.
Pilihan untuk selalu bertemu milyaran detik yang akan datang.
Pilihan untuk mendidik anak – anak yang dititipkan Sang Pemberi Hidup.
Pilihan untuk menua bersama.
Sebelum pilihan itu dibuat , banyak pengalaman yang dialami.
Kini baru terasa lucu, dulu pacaran dengan siapa tapi akhirnya menikah dengan orang yang sama sekali berbeda.
Begitu hidup melebihi komedi situasi.
Ex #1
Hint: 1. long distance relationship 2. Traveler 3. Family man
Soundtrack : First Love by Nikka Costa
Orang bilang, cinta pertama itu tidak pernah mati. Kata saya, cinta pertama itu sudah bertransformasi.
Ex #2
Hint: 1. Volunteer 2. Fishing 3. Man of worship
Soundtrack : kami gak punya lagu khusus hanya lagu dgn judul I Enter the Holy of holy
Dengannya, saya belajar tentang mengasihi orang lain yang berbeda dari saya. Kalau saja kami jadi menikah, mungkin saat ini kami jadi orang- orang di baris depan daerah bencana.
Ex #3
Hint: 1. Gentleman 2. Workaholic 3. Martial Art
Soundtrack: I love the way you love me by Eric Martin
He knows how to treat a woman. Kisah saya dengannya seperti kisah putri- putri Disney. Gadis yang bukan siapa- siapa bertemu dengan Pangeran Tampan berkuda. Our lives would be to perfect if we married each other. The universe will jealous to us. There aren’t perfect marriage.
Ex #4
Hint: 1. Rockstar 2. Tattoo 3. Donald Duck thingy
Soundtrack: Pacarku Superstar by Project Pop
Dengannya, saya belajar untuk memperhatikan hal- hal kecil.
Ex #4 Sebut saja dia Lelaki Terbaik
Soundtrack: The best I ever had by Vertical Horizon
The person I wanna grow old together.

Happy Anniversary bank, I love you
Monday, 6 December 2010
jatuh cinta terhadap website the urban mama

Setiap hari, saya senang membaca apapun mulai dari buku pelajaran, majalah, koran sampai tagline iklan.
Beberapa waktu lalu, saat main ke rumah orang tua, saya menemukan beberapa catatan buku harian saya dan puluhan majalah remaja dan wanita.
Saya baru sadar bahwa gaji pertama saya di tahun 2002 pun digunakan untuk membeli majalah wanita.
Tinggal mama saya yang selalu “bernyanyi” dan berkata,” duh, kenapa uangnya dibuang- buang untuk beli majalah ?” saya pun hanya memberikan senyum termanis saya untuk mama saya.
Saat saya mengandung putra pertama saya, saya berusaha membekali diri saya yang belum pernah punya pengalaman apapun sebagai seorang calon mama apalagi menjadi seorang mama dengan cara membaca semua buku dan majalah mengenai kehamilan, kelahiran dan cara merawat bayi.
Hingga sekarang saya menjadi seorang mama buat Darren yang menggemaskan, minat membaca saya bukannya menghilang namun semakin menggebu- gebu terutama bacaan mengenai cara mengasuh dan mendidik anak.
Sampai akhirnya saya kenal dengan yang dinamakan blog dan blog yang pertama kali saya lihat adalah blog-nya Ninit Yunita.
Diam- diam saya mulai menjadi pembaca setia www.istribawel.com dan sampai akhirnya Ninit beserta dua sahabat baiknya akan membuat sebuah situs mengenai parenting yang diberi nama The Urban Mama.

Sampai pada tanggal 22 Desember 2009, bertepatan dengan Hari Ibu Indonesia, website The Urban Mama diluncurkan dalam versi beta untuk pertama kalinya.
Tagline The Urban Mama yang berbunyi,” there is always a different story in every parenting style” benar adanya. Bahwa setiap orang tua punya cara mengasuh dan mendidik anak yang berbeda satu dengan yang lainnya. Tapi dengan adanya website The Urban Mama, saya jadi bisa mencuri ide dan ilmu dari setiap mama dan papa yang tergabung dalam forum the urban mama’s website.
Yang sangat berkesan bagi saya adalah saat The Urban Mama menjadi website yang pertama kali menggalang dana untuk korban bencana alam di Wasior, Mentawai dan Merapi. Inilah yang membuat saya jatuh cinta terhadap The Urban Mama yang bukan hanya sibuk membahas mengenai parenting tapi juga peduli terhadap kejadian dan keadaan sekitar kita.
Selamat hari jadi yang pertama The Urban Mama, terima kasih sudah hadir di tengah para ibu Indonesia yang akan melahirkan dan mendidik anak Indonesia yang kuat!
Dan Selamat Hari Ibu Indonesia!
Thursday, 25 November 2010
Grey not (always) Gloomy
Saya bukanlah penggemar fanatik warna abu- abu.
Bagi saya abu- abu warna yang serba tanggung, dibelang kelam tidak, dibilang bersih juga tidak.
Tepat di hari raya Idul Adha, kami janjian dengan teman masa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang masih sering bertemu bahkan kami beri geng kami ini sebuah nama yaitu The Best Seven Girls.
Awalnya saya memakaikan kaos warna abu- abu ke Darren setelah dia selesai mandi sore. Lalu saya pun masih mencari- cari baju apa yang mau saya pakai sampai suami saya memberi ide.
Urban Papa : “Neii, pakai kaos abu- abu kamu aja, aku pakai kaos abu- abu juga.. biar kompakkan”
Urban Mama: “Oh, kaos yg beli 1 dapat 2 itu?”
Urban Papa : “Bukan, kan yang aku beliin ada” *sambil mengambilkan untuk saya*
Urban Mama : “Oh, iya… bawahannya jeans juga ya”
Dan akhirnya, pergilah kami ke mal dengan dandanan seperti foto diatas.
On Urban Papa
Baju : unbranded
Celana : number 61
Sendal: ando
On Urban Mama
Baju: hammer
Rok: nevada
Sendal : crocs
On Urban Kid
Baju: unbranded, FO Bandung
Celana: hippo baby
Sendal: unbranded, Passer Baroe
Monday, 22 November 2010
Day 4 Liburan Lokal 2010
Pagi- pagi sekali kami menuju pantai untuk melihat lumba- lumba.

Sayangnya, lumba- lumba hanya sesekali melompat keluar ke permukaan air. Saya rasa terlalu banyak kapal yang mengejar sehingga lumba- lumba enggan keluar permukaan air.


Sebelum meninggalkan Lovina, kami sempatkan berenang di kolam yang memiliki view ke pantai , ah menyenangkan sekali!


Hari ini kami akan kembali ke Jakarta. Sebelum meninggalkan pulau dewata ini, kami sempatkan mampir ke pura Ulundanu.

Pura Ulundanu Batur adalah pura yang terletak di tengah danau Beratan. Anehnya, setiap kali saya ke tempat ini cuaca pagi sampai jam 2 siang matahari bersinar terik tapi kalau lewat jam 2 siang selalu ada hujan rintik yang menghiasi.

Goodbye Bali, till we meet again :)
Sayangnya, lumba- lumba hanya sesekali melompat keluar ke permukaan air. Saya rasa terlalu banyak kapal yang mengejar sehingga lumba- lumba enggan keluar permukaan air.
Sebelum meninggalkan Lovina, kami sempatkan berenang di kolam yang memiliki view ke pantai , ah menyenangkan sekali!
Hari ini kami akan kembali ke Jakarta. Sebelum meninggalkan pulau dewata ini, kami sempatkan mampir ke pura Ulundanu.
Pura Ulundanu Batur adalah pura yang terletak di tengah danau Beratan. Anehnya, setiap kali saya ke tempat ini cuaca pagi sampai jam 2 siang matahari bersinar terik tapi kalau lewat jam 2 siang selalu ada hujan rintik yang menghiasi.
Goodbye Bali, till we meet again :)
Friday, 19 November 2010
Day 3 Liburan Lokal 2010
Setelah check out dari Waka di Ume, kami melanjutkan perjalanan ke pura Tirta Empul yang letaknya tepat dibawah Istana Kepresidenan Tampak Siring dan melanjutkan perjalanan menuju ke Lovina.
Sampai di Lovina, kami segera mencari penyewaan kapal tongkang untuk melihat lumba- lumba besok. Sebenarnya hotel juga menyediakan penyewaan kapal hanya saja lebih mahal sehingga kami memutuskan untuk menyewa kapal milik penduduk sekitar pantai Lovina.
okay, that is the end of today :)
DAY 2 Liburan Lokal 2010
Kami hanya menginap semalam saja di hotel sekitaran Tuban maka kami puaskan dengan berenang pagi sebelum meninggalkan hotel menuju tempat wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan pasar Sukowati.

Dalam perjalanan kami sempatkan untuk membeli makanan cepat saji untuk makan siang Darren dan mampir ke Pia Legong untuk cemilan kami selama di perjalanan.
Sampailah kami di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park. GWK didesain dan dibangun oleh Nyoman Nuarta, seorang seniman Indonesia. Hanya sayang, monumen yang terdiri dari beberapa bagian dan tingginya akan mencapai 150 meter terbengkalai karena sejak dibuat sampai saat ini belum juga kelihatan akan disatukan.



Selesai dari GWK, kami meluncur ke pasar seni Sukowati untuk menyalurkan hasrat belanja.
Sayangnya, kami tiba saat pasar sudah akan tutup. Hanya beberapa oleh- oleh yang berhasil kami beli.
Di hari ke- 2 ini, kami menginap di Ubud.
Karena memang perjalanan kami ke Bali ini akan sampai ke Lovina yang letaknya di ujung atas pulau dewata ini. Sehingga kami menginap berpindah- pindah, but it is fun anyway.
Ubud terkenal dengan tempat yang sejuk dan tenang. Dan benar saja, saya “kerasan” di Ubud.
Di Ubud bisa kita temukan resto untuk vegetarian yang ramah lingkungan seperti Bali Buddha, ah jadi ingat film Eat, Pray, Love-nya Julia Roberts.
Ubud pun terkenal dengan tempat berkumpulnya kesenian khususnya kesenian mematung dan melukis.
Sayang sekali kami tidak menyempatkan diri berhenti di pasar seni Ubud, padahal pandangan mata saya memberikan sinyal bahwa banyak benda seni yang dijual murah disana.
Di Ubud, kami menginap di Waka di Ume villa and hotel.


Waka di Ume sendiri artinya adalah Heaven in paddy field. Hotel ini sangat nyaman dan sunyi, cocok sekali untuk menyendiri dan relaksasi dari kebisingan kota besar seperti Jakarta. Suatu saat saya akan kembali ke Ubud untuk berdiam dan menikmati hening selama beberapa hari (crossing finger).
Dalam perjalanan kami sempatkan untuk membeli makanan cepat saji untuk makan siang Darren dan mampir ke Pia Legong untuk cemilan kami selama di perjalanan.
Sampailah kami di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park. GWK didesain dan dibangun oleh Nyoman Nuarta, seorang seniman Indonesia. Hanya sayang, monumen yang terdiri dari beberapa bagian dan tingginya akan mencapai 150 meter terbengkalai karena sejak dibuat sampai saat ini belum juga kelihatan akan disatukan.
Selesai dari GWK, kami meluncur ke pasar seni Sukowati untuk menyalurkan hasrat belanja.
Sayangnya, kami tiba saat pasar sudah akan tutup. Hanya beberapa oleh- oleh yang berhasil kami beli.
Di hari ke- 2 ini, kami menginap di Ubud.
Karena memang perjalanan kami ke Bali ini akan sampai ke Lovina yang letaknya di ujung atas pulau dewata ini. Sehingga kami menginap berpindah- pindah, but it is fun anyway.
Ubud terkenal dengan tempat yang sejuk dan tenang. Dan benar saja, saya “kerasan” di Ubud.
Di Ubud bisa kita temukan resto untuk vegetarian yang ramah lingkungan seperti Bali Buddha, ah jadi ingat film Eat, Pray, Love-nya Julia Roberts.
Ubud pun terkenal dengan tempat berkumpulnya kesenian khususnya kesenian mematung dan melukis.
Sayang sekali kami tidak menyempatkan diri berhenti di pasar seni Ubud, padahal pandangan mata saya memberikan sinyal bahwa banyak benda seni yang dijual murah disana.
Di Ubud, kami menginap di Waka di Ume villa and hotel.
Waka di Ume sendiri artinya adalah Heaven in paddy field. Hotel ini sangat nyaman dan sunyi, cocok sekali untuk menyendiri dan relaksasi dari kebisingan kota besar seperti Jakarta. Suatu saat saya akan kembali ke Ubud untuk berdiam dan menikmati hening selama beberapa hari (crossing finger).
Subscribe to:
Posts (Atom)