Thursday, 12 November 2015

Hidup praktis berkat uPang

Memiliki bayi artinya kebersihan menjadi hal yang utama dan tidak boleh ditawar karena bayi senang sekali menggigit dan memasukkan segala jenis barang ke dalam mulut mereka.

Terutama  barang keperluan bayi pada awal pertama kehadirannya harus steril seperti urusan persusuan mulai dari pompa ASI, botol penyimpannya sampai media pemberian ASIP.

Saat memiliki anak pertama, semua perlengkapan bayi aku steril dengan direbus tapi ternyata ada risiko kalau perlengkapan bayi belum BPA Free sehingga dapat melepas plastik yang sifatnya karsinogenik.

Untuk anak kedua, aku mulai menggunakan alat steril yang menggunakan uap panas dari air yang  dimasukkan kedalamnya.

Namun yang paling menyebalkan adalah  harus menunggu sisa uap air di perlengkapan bayi hilang dengan cara dilap atau dianginkan. Terkadang bila dilap dengan tisu, ada sisa tisu yang tertinggal, bisa bahaya bila tertelan bayi! Sedangkan kalau dianginkan, keringnya lama, buang waktu dan aku kuatir kalau ada debu yang menempel sehingga kemudian aku mulai mencari alat steril tanpa uap. 

Setelah bertanya pada google, bertemulah aku dengan uPang (baca: yupang), sebuah UV Sterilizer tanpa air pertama di dunia yang berasal dari Korea dan kini telah hadir di Indonesia.


uPang telah diuji dan disertifikasi oleh Food and Drug Administration (FDA)  Amerika  dan enam organisasi kesehatan dunia lainnya.

Lalu, apa keunggulan uPang?

  •  Hemat waktu. uPang dapat mensteril sebanyak 16 botol dalam sekali pemakaian.


  • Hemat energi. Daya listrik penggunaan uPang hanya sebesar 35watt yang artinya penghematan tagihan listrik.
  • Steril tanpa air yang artinya semua dapat disteril, mulai dari perlengkapan bayi, mainan, alat make up, gadget seperti handphone dan tablet.


  • Tanpa risiko terbakar. Anda tidak perlu memanaskan air,  menggunakan penjepit botol karena setelah disterilisasi, botol sudah kering, tidak panas dan siap digunakan.
  • Mengeliminasi 99,9% bakteri berbahaya seperti E. Coli, Staphylococcus Aureus, Salmonella Typhimurium, Pseudomonas Aeruginosa.
  • Cara penggunaan yang mudah. Anda hanya perlu menekan salah satu dari tiga  tombol yang tersedia yaitu Automatic (Dry+UV Sterilization), UV Sterilization atau Ventilation. 


Automatic digunakan  untuk mengeringkan dan mensterilkan perlengkapan bayi berbahan kaca dan plastik.


UV Sterilization digunakan untuk mensterilkan perlengkapan yang tidak perlu dikeringkan seperti mainan, boneka, gadget. Yap! Gadget seperti smartphone dan tablet, canggih kan?!



Ventilation digunakan untuk menghilangkan bau dan membersihkan udara di dalam uPang.

Terima kasih uPang yang sudah memberikan solusi yang praktis, aman dan nyaman untuk kesehatan dan sterilisasi perlengkapan bayi.

Produk uPang bisa didapatkan di sini

Hidup aku jadi praktis berkat uPang! *smiling ear to ear*

@HoneyJT

*artikel ini dipublikasikan oleh The Urban Mama setelah melalui proses editing di sini

Wednesday, 7 October 2015

Cerita Kelahiran Xiao Dre

As promise, I will post the birth process of my second son, Xiao Dre :)

Awal September 2015
Papa aku menelepon dan menanyakan kabar kehamilanku serta tanggal perkiraan lahir. Papa mengucap, "Melahirkan tanggal 19 September 2015 juga baik"
Aku anggap itu sebagai doa dan restu dari papa namun hanya Xiao Dre yang dapat menentukan kapan dia akan lahir :)

14 September 2015
Aku sedang BBM-an di grup the Joseps yang berisi ipar-ipar. Aku mengutarakan kegundahan kalau belum ada tanda-tanda Xiao Dre akan lahir. Sejujurnya aku lupa seperti apa kontraksi palsu itu. Hasil kunjungan terakhir  ke obgyn juga dinyatakan bahwa kepala Xiao Dre walau posisi sudah di bawah namun masih melayang alias belum masuk sepenuhnya ke dalam panggul. Ditambah lagi kalau plasentaku sudah mulai mengalami pengapuran. Duh, rasanya gundah gulana! Aku takut kalau harus menjalani operasi kalau sampai minggu depan, 22 Sep belum ada tanda-tanda akan melahirkan secara normal karena usia kandunganku sudah mencapai 40 minggu.

Setiap malam aku mengafirmasi Xiao Dre kalau 22 September 2015 merupakan tenggat waktu, akan diputuskan apabila dia belum mau lahir maka aku harus menghadapi meja operasi. Mungkin saja opsi pertama yang akan ditawarkan adalah induksi. Kebanyakan induksi melebihi rasa sakit dari kontraksi alami serta bisa saja pembukaan jalan lahir tersendat sehingga bukan tidak mungkin akan berakhir di meja operasi.

Aku menyampaikan ketakutanku kepada Xiao Dre dan meminta agar dia mau lahir secara spontan sebelum 22 September 2015. Aku juga meminta agar Xiao Dre membantu mendorong dari dalam saat persalinan tiba nanti sama seperti yang aku afirmasikan kepada Darren dulu :)

Suami pun meminta kepada Xiao Dre  untuk lahir setelah acara sosialisasi aman berkendara bersama Maxxio selesai.

18 September 2015
Ini merupakan Jumat terakhir sebelum aku cuti melahirkan. Berdasarkan pengalaman melahirkan Darren yang mundur seminggu maka aku memang sengaja mengajukan cuti yang mepet dengan hari perkiraan lahir supaya jatah cuti bisa maksimal aku pakai untuk berlama-lama dengan Xiao Dre. Karena cuti terakhir, aku memutuskan untuk keluar dari kantor jam 16.00 dengan dijemput oleh suami dan Darren. Kami memutuskan untuk mengambil goodie bag Parenting Club Mothercare di salah satu mal di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Yes! We had so much fun! Kami ke toko buku, makan pizza dan ke Snappy untuk menemani suami mempersiapkan data untuk sosialisasi aman berkendara di salah satu SMK di Jakarta Timur. Bahkan aku sempat berkicau di Twitter berharap kalau akan segera kontraksi karena berkeliling mal :)

19 September 2015
06.00  Aku bangun untuk membantu abank (panggilan sayangku kepada suami) mempersiapkan konsumsi yang akan dibawa  untuk sosialisasi aman berkendara. Selesai membantu dan mengantar abank kedepan pintu pagar, aku sarapan dan memutuskan untuk istirahat sebentar karena pinggang yang pegal akibat terlalu lama duduk.

10.00  Aku terbangun dan merasa "basah" di bawah sana. Kuatir dengan merembesnya air ketuban, aku mengecek celana dalam dan ternyata bukan air ketuban yang merembes melainkan flek kecoklatan, mungkin hari ini saatnya, aku membatin. Akhirnya aku putuskan untuk segera mandi dan bersiap ke rumah sakit kalau kontraksi sudah mulai teratur. Aku memberitahu abank yang baru saja selesai menyelenggarakan acara sosialisasi aman berkendara dan menelepon mama untuk didoakan semoga Xiao Dre bisa lahir hari ini.

12.00  Kontraksi masih timbul tenggelam. Abank sudah menghubungi dr. Caroline Tirtajasa, SpOG dan aku sudah diminta untuk datang ke RS Omni Pulomas segera karena berkaitan dengan permintaan darah yang harus dilakukan segera mengingat kondisi Hb-ku rendah untuk melahirkan, yaitu hanya 9,5. Namun karena kontraksi masih timbul tenggelam, aku memutuskan untuk makan siang dan beristirahat dulu di rumah sebelum berangkat ke rumah sakit.

14.00  Aku mempraktekkan Tapas Acupressure Technique (TAT) yang diajarkan oleh mas Reza Gunawan agar kontraksi bisa lebih konstan dan berjalan lancar.

15.30  Masih belum ada perkembangan dari kontraksi yang konstan, namun akhirnya aku memutuskan ke rumah sakit bersama abank dan Darren karena mau CTG untuk melihat kondisi Xiao Dre.

16.00  Perjalanan menuju rumah sakit dilancarkan dan aku segera menemui bidan jaga di rumah sakit. Bidan jaga melakukan pemeriksaan dalam dan mengatakan bahwa bukaan sudah 2-3, wah aku tentunya senang bukan main! Berarti sebentar lagi aku akan bertemu mahluk kecil yang selama 9 bulan lebih aku bawa di dalam perutku :)
Setelah diperiksa dalam, Xiao Dre di CTG... terlihat bahwa jantungnya baik dan kontraksiku memang belum teratur.

17.00  Selesai CTG, aku diharuskan oleh obgyn-ku untuk langsung diobservasi yang artinya tidak boleh pulang lagi ke rumah. Semua administrasi yang diperlukan untuk rawat inap termasuk permintaan darah diurus oleh suamiku. Untuk permintaan darah di PMI, kalau bisa menyertakan Kartu Keluarga (KK) agar mendapatkan potongan harga.

18.00  Karena telah diputuskan akan rawat inap maka aku meminta makan malam karena perut mulai lapar lagipula aku juga perlu tenaga cadangan, jaga-jaga kalau melahirkan pada hari berikutnya. Saat makan malam, kontraksi yang aku rasakan sudah 5-10 menit sekali. Setelah makan malam, obgyn-ku datang dan melakukan periksa dalam dan dia mengatakan kalau pembukaan baru 1! Lhaaaa, gak jadi seneng deh aku.... masa baru bukaan 1, bakalan lama nih proses persalinanku :(

19.00  Kedua orangtuaku sudah datang untuk menemani dan memberikan semangat dalam menjalankan persalinan. Aku pun sudah meminta dukungan doa dari saudara-saudara seiman di grup whatsapp dan Tante Dede juga sudah secara langsung mendoakanku agar proses persalinan berjalan lancar. I really need lotsa prayer!  Karena merasa proses persalinan ini akan panjang, aku meminta abank untuk mengantar Darren kembali ke rumah. Setelah ditinggal abank dan Darren, kontraksi semakin intens, dan aku hanya bisa meremas tangan mama saat gelombang cinta itu datang! *maaf ya Ma, pasti tanganmu sakit aku remas sedemikian rupa*

21.30  Setelah menikmati gelombang cinta yang terus menerus, tiba-tiba *blup* ketubanku pecah! Spontan aku langsung berteriak, "Suster, ketuban saya pecah"
Suster pun datang dan bilang kalau aku sudah mengalami pembukaan yang lengkap dan segera dipersiapkan untuk melakukan persalinan. Obgyn-ku pun sudah ditelepon dan dalam perjalanan menuju rumah sakit. Aku segera dipindahkan dari ruang observasi ke ruang persalinan. Tepat saat rasa panas terasa di bawah sana yang artinya kepala bayi akan segera keluar, obgyn-ku sudah tiba dan aku sudah diperbolehkan untuk mengejan. Jujur saja, aku gak tau mengejan itu seperti apa! Kata orang, mengejan itu seperti orang yang mau *maaf* pup! Tapi aku gak pernah mengejan kalau sedang melakukan urusan yang satu itu. Akhirnya obgyn-ku menggunakan bahasa yang paling sederhana yaitu, "Berakkin aja!" *HAHAHAHA*

21.47 Akhirnya, dengan satu kali mengejan saja, Xiao Dre sudah lahir :)


Selamat datang ke dunia barumu nak, terima kasih karena sudah membantu mama menjalani proses persalinan yang minim intervensi :)

Selesai melahirkan aku masih harus bermalam di ruang observasi karena harus ditransfusi darah, agar kondisiku bisa segera pulih karena harus mengasuh newborn.

And, somebody's blood saves my life!

Aku juga mau mengucapkan terima kasih tak terhingga untuk teman-teman WA, Pdt Dede S Moeljana  yang telah turut mendoakan proses kelahiran Xiao Dre, papa dan mama yang menemani, mama mertua, suami, dr. Caroline Tirtajasa, SpOG yang segera datang tanpa aku perlu menunggu lama, bidan Maemunah dan suster Anita yang telaten mengurusku.

Melahirkan hanya awal dari perjalanan panjang mengasuh anak, masih ada perjuangan panjang untuk menyusui ☺

Semoga proses menyusui pun berjalan lancar!

@HoneyJT -

Monday, 5 October 2015

Pregnancy Journey: Week 39 Hospital Bag

Hai, apa kabar?

Sudah lama aku gak update blog karena aku sudah melahirkan. Cerita kelahiran anak keduaku bisa di baca di sini.

Menjelang proses persalinan, hal yang perlu dipersiapkan adalah  tas yang akan dibawa ke rumah sakit dan inilah beberapa essentials item yang terdapat dalam hospital bag-ku:


FOR MOM:

BATH ROBE  Aku gak suka mengganti baju di dalam kamar mandi sehabis mandi maka item yang satu ini wajib dibawa ke rumah sakit. Bath robe yang kupakai dari Terry Palmer Premium.

UNDERWEAR Bawalah 3-5 pasang underwear (bra menyusui dan celana dalam) yang nyaman untuk dipakai saat pasca melahirkan.

NURSING COVER TUM Aku suka sekali dengan nursing cover dari The Urban Mama yang aku dapatkan di goodie bag saat menghadiri acara TUM.

TOTE BAG TUM Tas ini sebagai tas cadangan kalau-kalau ada beberapa kado dari teman-teman yang menengok Xiao Dre. Tas ini bisa dibeli di sini

BLUS KANCING DEPAN Setelah melahirkan, aku tidak lagi menggunakan pakaian dari rumah sakit, jadi blus kancing depan memudahkan untuk mulai memberikan ASI bagi Xiao Dre. Aku memakai blus kancing depan dari belowcepek.

SARUNG atau KAIN Aku merasa lebih nyaman menggunakan sarung atau kain pasca melahirkan karena lebih nyaman dan tidak menambah nyeri luka episiotomi.

BAJU MENYUSUI Baju ini aku pakai saat kembali ke rumah dan aku memakai Fella breastfeeding dress dari Casa Elana.

HANDUK MANDI Rumah sakit tempatku melahirkan tidak menyediakan handuk mandi lagipula akan lebih higienis kalau memakai handuk sendiri bukan? :)

SENDAL JEPIT Untuk dipakai hanya di dalam kamar mandi

SENDAL JEPIT CROCS Untuk dipakai di dalam kamar rawat.

TOILETRIES Sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi in travel size.

PEMBERSIH MUKA aku memakai Philosophy 3 in 1 cleanser yang bisa didapatkan di Sephora atau Sociolla.

GENTLE BABY YOUNG LIVING ESSENTIAL OIL Minyak esensial ini untuk membantuku tetap rileks selama proses persalinan dan pasca persalinan. Gentle Baby juga bisa membantu menenangkan bayi, bisa didapatkan di sini.

WEWANGIAN Aku menggunakan Verbena L'Occitane Eau de Toilette in travel size.

LIP BALM Untuk melembabkan bibir yang kering karena terpapar AC di kamar rawat. Aku memakai L' Occitane Shea Butter Lip Balm dan aku suka karena saat diaplikasikan tidak lebay seperti baru habis makan gorengan :)

PELEMBAB KULIT Aku menggunakan Bio Oil untuk melembabkan dari ujung rambut sampai ujung kaki :)
Review pernah aku tulis di sini

PELEMBAB WAJAH Untuk perawatan wajah agar kelihatan segar, aku menggunakan SK-II Facial Treatment Essence in bottle spray.
Review SK-II pernah aku tulis di sini

NIPPLE CREAM Memutuskan untuk menyusui artinya bersiap mengalami puting lecet karena bayi masih belajar menyusu pada awal kehidupannya. Aku menggunakan Kamilosan untuk membantu melembabkan puting. Untuk menyembuhkan puting lecet, nursing mom juga bisa menggunakan ASI yang dioleskan pada puting.

LIPSTICK Agar tetap kelihatan fresh, aku memakai Silky Girl Moisture Boost.
Review lipstick ini bisa dibaca di sini.

DRY SHAMPOO Ini merupakan must have item bagi bumil yang akan melahirkan. Aku memakai Oscar Blandi Pronto Invisible Dry Shampoo Spray in travel size yang aku beli di blibli

HAND SANITIZER Penting dibawa supaya yang menjenguk minimal bisa membersihkan tangannya dengan hand sanitizer sebelum memegang Xiao Dre. Aku memakai Dettol Hand Sanitizer.

TISSUE BASAH Aku sudah terbiasa membawa tissue basah kemanapun supaya kalau tidak tersedia air atau hand sanitizer, bisa menggunakan wet tissue untuk membersihkan. Aku memakai Mitu wet tissue.

BREASTPUMP dan cairan pembersihnya Untuk jaga-jaga kalau memang perlu menggunakannya walaupun pada hari pertama sampai ketiga, produksi ASI memang belum lancar. Aku menggunakan Pigeon Manual Breastpump limpahan dari adik ipar :)

KORSET Saat melahirkan Darren 8 tahun yang lalu, aku tidak memakai korset dan ternyata aku terkena Symphisis Pubis Dysfunction (SPD) yang menyebabkan proses kehamilan keduaku merasakan nyeri mulai dari trimester pertama sampai melahirkan. Akhirnya aku memilih untuk memakai korset sesegera mungkin agar SPD dapat pulih karena aku harus merawat Xiao Dre tanpa babysitter.

PEMBALUT Aku tidak menggunakan pembalut bersalin karena bentuknya yang amat lebar tidak membuat nyaman terutama pada luka episiotomi. Aku menggunakan pembalut Softex Maxi Fit Wing Non Gel.

SMARTPHONE dan CHARGER Penting dibawa terutama kalau ada urusan kantor yang perlu didelegasikan.


FOR NEWBORN:

RECEIVING BLANKET Selimut ini dipakai saat akan kembali ke rumah. Selimut yang dipakai Xiao Dre adalah bedong dari Baby Oz yang aku beli di bilna

TOPI Untuk melindungi kepala bayi dari terpaan angin.

SLEEPSUIT Berkaca dari pengalaman membawa pulang Darren dengan baju kebesaran, maka aku memutuskan untuk membeli Velvet Junior Sleepsuit for newborn di bilna.

SARUNG TANGAN dan KAKI Xiao Dre lahir dengan kuku tangan yang panjang sehingga perlu disarungi agar wajahnya terlindung dari refleks cakaran sedangkan kaos kaki bayi untuk melindungi dari udara dingin.

DISPOSABLE DIAPER Xiao Dre mendapatkan popok sekali pakai (pospak) dari rumah sakit namun aku tetap membawa cadangan dan pilihanku jatuh pada Goon, sebuah merek pospak dari Jepang.

DIAPER COVER dengan insertnya Untuk jaga-jaga apabila di jalan kehabisan pospak.

WASLAP Untuk membersihkan wajah bayi apabila gumoh.

So, how about yours? Please do share or feel free to ask :)

- @HoneyJT -

Saturday, 29 August 2015

Smart Travel with Your Babies

Jalan-jalan, merupakan pengalaman yang menyenangkan! Dengan traveling kita bisa melihat beragam budaya di tempat tujuan yang membuat kita semakin kaya.

Mothercare menyadari pentingnya traveling bagi bonding antara orang tua dengan bayi dan anak-anak, maka pada Sabtu, 1 Agustus 2015 diadakan talkshow "Smart Travel with Your Babies" yang bertempat di Mothercare Store, Miniapolis- Plaza Indonesia.


Super cute dessert table 

Acara dibuka oleh Mas Abi, perwakilan dari Mothercare Indonesia yang kemudian dilanjutkan dengan talkshow dari narasumber Amia Ersanti, founder Trip Jepang, Indonesia's first personalized Japan tour service.



Beberapa poin penting yang didapatkan dari talkshow "Smart Travel with Your Babies":
  • Traveling via udara dapat dimulai sejak umur 1 tahun dengan catatan kondisi bayi sehat.
  • Dibutuhkan rencana yang matang untuk traveling dengan bayi dan anak. Orang tua perlu yakin bahwa mereka mampu untuk traveling dengan bayi dan anak. Jika anak rewel di pesawat, orang tua harus tenang.
  • Agar nyaman, ada baiknya traveling saat di tempat tujuan memiliki musim yang tidak jauh berbeda dengan negeri asal.
  • Cari hotel yang baby friendly, ingat selalu untuk melihat ukuran kamar karena bisa saja ada kamar hotel yang kecil.
  • Di Jepang, lebih baik membawa baby carrier karena Jepang bukanlah tempat tujuan wisata yang stroller friendly. 
  • Sebaiknya batasi kunjungan tempat wisata 1-2 tempat dalam sehari agar bayi dan anak nyaman dan tidak kelelahan. Mereka perlu adaptasi di tempat baru. 
Terima kasih The Urban Mama yang sudah mengundang aku ke talkshow keren ini!

Untuk menjadi member TUM, sila klik di sini

Baca juga artikel Parenting Club Talkshow yang membahas tentang "Transisi Perkembangan Sosial Emosional" *klik tulisan yg ditebalkan* aku yang dimuat di website TUM.

Please share your comment :)

@HoneyJT -

Thursday, 13 August 2015

Pregnancy Journey: 33 weeks #TUMBreastfeeding Seminar


Sabtu, 8 Agustus 2015 bertempat di Down Bistro, Landmark Tower No.1 , Jl. Jend Sudirman, Jakarta, aku menghadiri Seminar tentang ASI dalam rangka memperingati Pekan ASI Sedunia, Breastfeeding and Work, Let's Make it Work!.

Kenapa aku tertarik untuk mengikuti seminar ini? Tentunya karena the urban mama  yang menyelenggarakan! Udah tahu kan kalau the urban mama yang mengadakan acara pasti deh berlimpah dengan hadiah dan wawasan tentunya :) dan penting bagi aku untuk mulai mempersiapkan diri untuk menyusui kurang lebih 1,5 bulan lagi!

Tanpa menunggu lama, acara dibuka oleh duo MamaMC, Chika dan Dian.



Teh Ninit selaku founder the urban mama memberikan informasi kenapa #TUMBreastfeeding Seminar diadakan.


Sesi pertama dibawakan oleh psikolog Anna Surti Ariani yang juga memberikan ASI kepada kedua anaknya.

Aku akan bagi beberapa poin penting dari seminar ini:

MANFAAT MENYUSUI:
  • Fisik. Tentunya bayi akan sehat dan kemampuan oromotor (kemampuan mulut dan rahang untuk mengunyah dan  menelan) akan meningkat. Hal ini perlu saat belajar makan makanan padat dan berbicara.
  • Kognitif. Bayi akan bertambah cerdas!
  • Bahasa. Kemampuan berbicara
  • Emosi. Saat menyusu, tidak hanya terjadi bonding tetapi terjadi juga attachment. Perbedaan bonding dengan attachment: Bonding (membuat ikatan, terjadi di minggu pertama kehidupan bayi, sifatnya membantu anak, hasilnya yang penting selesai, misal ibu menyusui bayi sambil main gadget) sedangkan Attachment (proses timbal balik antara ibu dan anak, butuh proses yang lebih lama sekitar 3 tahun, hubungan emosional dan menikmati momen)
  • Sosial. Stimulasi sosial bayi pertama kali dalam kehidupannya adalah saat menyusu pada ibu.


MASALAH PSIKOLOGIS DALAM MENYUSUI dan Cara Mengatasinya
  • Mitos. Apakah  bayi yang terus menerus menangis artinya lapar? Tidak selalu lho, mungkin saja bayi merasa tidak nyaman atau bahkan sakit. maka sebaiknya busui mencari informasi yang benar dari sumber terpercaya
  • Tidak didukung. Ingat bahwa yang perlu menyusu adalah bayi Anda, yakinlah bahwa Anda tahu yang terbaik untuk bayi Anda dan tetaplah menyusui. Selalu percaya diri bahwa kita memberikan yang terbaik, yaitu ASI!
  • Pemahaman yang berbeda dengan orangtua atau mertua. Carikan informasi terkini tentang ASI melalui artikel, ajak bicara dengan bahasa orangtua atau mertua, ajak ke konselor laktasi bersama.
  • RS tempat melahirkan tidak mendukung ASI. Sebelum melahirkan, cari informasi rumah bersalin yang mendukung pemberian ASI dan itu merupakan hak kita untuk mendapatkan pelayanan terbaik. Berkenalan dengan tenaga kesehatan dan ingatkan bahwa kita ingin memberikan ASI eksklusif.
  • Suami kurang mendukung. Bila suami kurang mendukung, solusinya: perbaiki komunikasi, cari teman sesama ayah yang mendukung ASI dan tidak perlu mengomel agar suami tidak terusik egonya.
  • Bekerja, bisakah menyusui? Busui yang bekerja perlu memahami dan menguasai tehnik perah dan menyimpan ASI, manajemen waktu yang baik (saat bekerja di kantor fokus 100%, saat di rumah fokus menjadi ibu 100%), ajari caregiver di rumah cara pemberian ASI perah.
  • Malu untuk terlihat menyusui. Solusi: lakukan saja karena itu hal yang normal, memberi makan untuk bayi.
  • Bayi menolak ASI. Mungkin saja bayi Anda sedang kenyang, bayi ingin melakukan kegiatan lain, tidak berarti selamanya menolak, tidak berarti Anda ibu yang gagal, beri bayi dan Anda sendiri waktu dan alihkan dengan kegiatan lain, coba lagi untuk menyusui!
  • Cemas tidak dapat menyusui. Kurangi kecemasan dengan melakukan teknik relaksasi, menjauhi sumber kecemasan, mencari informasi yang paling benar, mencari dukungan sesam aorangtua yang menyusui.
  • Kompetisi antar orang tua. Yang penting Anda percaya diri, menjadikan orang tua lain sebagai inspirasi, boleh-boleh saja berbeda dari orang tua lain dan anda yang paling tahu apa yang terbaik bagi bayi Anda :)
  • Gangguan setelah melahirkan dan selama menyusui. Baby Blues (cara menangani: banyak istirahat dan tubuh fit) - Post Partum Depression (cara menangani: konsultasi dengan psikolog) - Post Partum Psycosis (cara menangani: konsultasi dengan psikolog dan psikiater)
  • Bingung menyapih. Solusinya, lakukan proses menyapih secara bertahap misal hanya boleh menyusu saat malam hari dan di rumah! Jadi kalau sedang keluar rumah tidak menyusu :)


TRIK Agar SUKSES Menyusui:

  • Percaya diri. Kenali tujuan busui, pilih siapa dan apa yang mau didengar, berbeda itu normal :)
  • Kesiapan menjadi orang tua atau memiliki anak Punya hubungan yang baik dengan pasangan, fisik sehat, siap dana dan fasilitas, emosi stabil, bebas dari luka masa lalu, siap berbagi dan berkorban.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan makan siang bersama dan pengenalan meta screen dari Cordlife Indonesia dan  Nutribaby dari Babymoov Indonesia serta dilanjutkan dengan sesi bersama Fatimah Berliana Monika, konselor laktasi dan La Leche League International Leader.  


pic from TUM
Tips Optimalkan Hasil Perah ASI
  • Sebelum memerah, picu Let Down Reflex (LDR). Cari hal yang membantu rileks seperti foto bayi, rekaman suara bayi. Cuci dan bersihkan tangan serta peralatan pompa. Duduk tegak, tidak bersandar, lebih baik condong ke depan. Pijat payudara. Memerah tidak lebih dari 30 menit per payudara. 
  • Lanjutkan memerah dengan tangan pasca memerah dengan pompa. Hal ini untuk mengosongkan payudara agar produksi ASI meningkat dan mencegah mastitis.
  • Tandem Nursing Pumping saat menyusui. Dini hari merupakan peak prolactin level yang artinya kalau memerah pada waktu ini akan menghasilkan ASI yang berlimpah.
  • Atur jadwal memerah di kantor. Minimal busui harus memerah 3x dalam sehari untuk mencukupi kebutuhan bayi (jam 10, jam istirahat dan sebelum pulang kerja)
  • Tehnik Hands On Pumping. Kuasai teknik memerah ASI dengan tangan karena dapat meningkatkan hasil perahan ASI sampai 48%, meningkatkan kandungan lemak dan kalori ASI.


Beneran deh gak nyesel ikutan seminar ini walau harus sendirian karena pak swami nganterin mertua yang lagi kondangan ke Bogor :)

Aku pulang bawa goodie bag yang penuh!

Terima kasih TUM dan pembicara yang keren-keren!

Mau ikutan acara-acara TUM? Daftar aja jadi membernya di sini

Sampai ketemu di acara TUM selanjutnya :)

@HoneyJT

Wednesday, 29 July 2015

Pregnancy Journey: 31 weeks Maternity Clothes

As bump getting bigger, it is quite hard to find comfort maternity clothes.

On my second pregnancy, I prefer to wear dress than two pieces clothes. That's because my belly is itchy if I wear trouser, well... hormones :D
But I do still wear my maternity trouser and to prevent itchy, I will wear my silk camisole :)

So I try to find if there's any dress that still can fit in or simply buy the affordable one from online store.. and here's the result:

BELOWCEPEK.com

belowcepek.com is an online store that provide Indonesia's local product with affordable price, below IDR100k :)

I really loved their dress because it's comfortable, sophisticate and I still look fabulous while I'm pregnant :)

And oh , I have my haircut recently... will blog about it very soon :)

And this two dress was my old clothes that still wearable. Actually, I still have a favorite blue blouse from belowcepek but I don't get the chance to take a pic of it, and the Raline blouse is SOLD at their website!  

Belowcepek also has offline store at Kompleks Rukan Grand Panglima Polim No.81 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Indonesia. 



Berrybenka is an online store that sell local and international brand. 

Usually, I bought fashion items when they are on SALE :D
Dress: Ecru by Lorine with belt, price: IDR74,5K
Bag: Michael Kors, price by request

And yes! I really love this outfit (see picture below)
Sunglasses: Rayban, price by request
Outer: unbranded, bought it at ITC Kuningan, price: IDR150K
Tank top: Blanc Vie, price: IDR82K
Trousers: old collection
Shoes: Alive, price IDR130K

Miscellaneous

Blouse: unbranded, price IDR115K
Trousers: old collection
Shoes: Adorable Projects, price:  IDR89,7K
Dress: unbranded, price: IDR110K

So, being pregnant doesn't meant you can't dress properly :)

Just mix and match and Voila! You'll look stunning and glowing :)

Please share with me, what is your favorite maternity clothes?

Xoxo,
@HoneyJT -

Friday, 24 July 2015

Breastfeeding and Work, Let's Make It Work!

As a working mom, breastfeeding your baby can be very challenging!

I have failed breastfeeding my first son exclusively because  lack of knowledge thus my breastmilk are overflowing and until now, it breaks my heart!

Do You Know that World Brestfeeding Week is held on first week of August and celebrate by 120 countries?

How about Indonesia? Indonesia will celebrate it a whole month! 

The aim of this movement is to informed mothers in Indonesia about the important of breastfeeding. 

That's why I need to prepared myself to breastfeed my second baby through reading books and going to breastfeeding seminar like The Urban Mama Breastfeeding Seminar 


I can't wait for the seminar!

Join me and registered yourself and your spouse HERE 

See you at the seminar!

- HoneyJT -

Monday, 20 July 2015

Melawan Stigma Dengan Cinta


Jatah cuti dan liburan akan segera berakhir? Gak perlu kuatir karena banyak tempat di Jakarta yang bisa dikunjungi dan yang pasti murah meriah :)

Beberapa kali melewati sebuah museum yang ada patung gajahnya, aku penasaran ingin berkunjung namun  ternyata belum kesampaian sampai sekarang, malah yang lebih beruntung untuk berkunjung terlebih dahulu adalah suami dan Darren.

Sabtu, 30 Mei 2015 yang lalu mereka berdua menyambangi Museum Nasional atau yang lebih dikenal dengan nama Museum Gajah sementara aku menghadiri seminar tentang ASI dan parenting.


Mereka berangkat dari Sarinah Thamrin dengan menggunakan Jakarta City Tour Bus

Museum Nasional dibuka hanya pada hari Selasa sampai dengan Minggu, untuk detil harga tiket yang menurutku sangat terjangkau dapat dilihat di sini

Ada apa saja di dalam Museum Nasional ini? Mari kita lihat foto-foto yang terkumpul :)



Koleksi Museum Nasional ini cukup beragam mulai dari benda prasejarah sampai benda pencetak uang.

Selain itu, agar menarik saat ini Museum Nasional banyak mengadakan kegiatan untuk anak-anak. Salah satunya dukungan untuk Melawan Stigma dengan Cinta untuk anak-anak Disabilitas dengan menggambar dan Darren ikut ambil bagian didalamnya :)


Dengan dukungan dari IKEA Foundation Save the Children, semoga dapat memperbanyak anak Indonesia penyandang disabilitas dan keluarga mendapatkan haknya melalui akses rehabilitasi berbasis masyarakat, dukungan masyarakat, dan pendidikan yang berkualitas.Sehingga anak Indonesia penyandang disabilitas dapat menikmati kehidupan yang layak dalam kondisi yang bermartabat, serta mempromosikan kemandirian dan memfasilitasi anak untuk dapat berpartisipasi aktif dalam masyarakat.

Ayo ke Museum!

- HoneyJT - 

Wednesday, 15 July 2015

Sebelum Ramadan Berlalu

Walau aku tidak ikut menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan namun pada kesempatan kali ini banyak hal positif yang dapat dilakukan seperti #mariLuas Lari Untuk Amal Sosial selama Ramadan dan #TUMBid2Share Charity Online


Berdasarkan data yang dimiliki oleh WHO, Indonesia berada di peringkat ke tiga tertinggi untuk Angka Kematian Ibu (AKI) di negara ASEAN. Rendahnya kesadaran masyarakat mengenai kesehatan ibu hamil menjadi salah satu faktor penentu angka kematian. 

Bagaimana dengan Indonesia?
Berdasarkan hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2012, AKI meroket dari 228 pada 2007 menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2013 atau dari setiap 279 kelahiran hidup, meninggal seorang Ibu.

Oleh karena itu, MamaRunners yang merupakan bagian dari The Urban Mama yang menyukai olahraga lari, berkolaborasi dengan IndoRunners di bulan suci Ramadhan ini mengadakan #LUAS Lari Untuk Amal Sosial untuk membantu memperkecil AKI dengan mendukung Rumah Bersalin Gratis (RBG) - Rumah Zakat, karena tidak sedikit ibu hamil yang tidak mempunyai biaya untuk melahirkan padahal proses melahirkan yang aman dan nyaman perlu dilakukan untuk memperkecil AKI. The Urban Mama dan IndoRunners berkomitmen untuk memberikan donasi sebesar Rp 20.000.000 untuk minimal total 1.000 KM yang dicapai.

#mariLUAS yang dilakukan di bulan Ramadhan bertujuan untuk memberi kesadaran bahwa berpuasa di bulan Ramadhan tidak menghalangi urban mama untuk tetap aktif berolahraga. Justru di bulan penuh kebaikan ini, setiap keringat yang menetes pada saat berlari (atau berjalan) akan sangat berarti karena  urban mama turut mendukung pemberian donasi bagi Rumah Bersalin Gratis (RBG) Rumah Zakat, sehingga diharapkan AKI dapat menurun. 

Jadi, mari lari untuk amal sosial di bulan Ramadhan karena every sweat count!

Bagi Anda yang sedang mencari kebutuhan mainan edukasi untuk anak, ada baiknya Anda ikut berpartisipasi dalam #TUMBid2Share Charity Online


Charity Online ini mendapat dukungan penuh dari Mothercare dan ELC Indonesia dan dana yang terkumpul akan disalurkan ke salah satu panti asuhan yang berada di Bogor bersamaan dengan #TUMBukber.

Jadi, tunggu apalagi? Segera meluncur ke sini untuk mendapatkan Giant Keyboard ELC dengan harga fantastis!

- HoneyJT -


Saturday, 11 July 2015

Pregnancy Journey: 28 weeks Nesting Instinct

Memang ya kalau jadi ibu hamil itu senengnya beberes rumah!

Apalagi ditambah kondisi kamar anak yang sudah harus direnovasi agar adik bayi nanti nyaman tidur karena manfaat tidur kan banyak banget, bisa baca manfaatnya tidur bagi bayi dan anak di link ini!

Hal pertama yang aku lakukan untuk merenovasi kamar anak adalah menentukan bagaimana desain kamar yang baru. Biasanya aku mulai browsing internet dan melihat-lihat referensi desain kamar tidur anak dan ketemu deh sama akun twitternya Kansai Paint yaitu @ColouringLifeID

Awal pertama tahu tentang Kansai Paint adalah saat diajak #NgecatBareng Rumah Harapan

Aku memutuskan tetap memakai warna hijau namun dengan tone yang lebih hangat dibandingkan warna cat dinding yang dulunya shocking green :D

Hal kedua yang aku perhatikan untuk merenovasi kamar adalah anggaran. Jangan sampai anggarannya membengkak namun hasil renovasi biasa-biasa saja! Aku mengganggarkan sekitar tiga juta rupiah untuk merenovasi kamar anak dengan masih mempergunakan furniture yang masih layak pakai seperti baby tuffle dan rak buku yang aku sulap menjadi rak gantung. Just recycle, reuse and reduce!

Make over Baby tuffle yang sudah berumur 12 tahun 
Cara make over baby tuffle ini bisa dibaca di sini

Untuk rak gantung, aku alihkan fungsi yang awalnya rak buku dan mengecatnya dengan Super White Color of Ftalit from Kansai Paint, cat sintetis yang diformulasikan dengan pigmen berkualitas, memiliki daya tutup dan daya lekat terbaik di kelasnya.


Sedangkan untuk cat dinding kamar anak, aku menggunakan Kansai EcoClean, cat interior premium dengan resin Full Acrylic bermutu tinggi dan teknologi Flourosurfactant- melindungi dinding dari setiap noda dan kotoran yang menempel untuk jangka waktu panjang.

Selain Kansai EcoClean, aku juga menggunakan cat PROPERTY Anti Bacteria Pro Health System, yang memberikan perlindungan jangka panjang dengan teknologi anti bakteri Bio-Pruf yang secara efektif terus bekerja selama lapisan cat masih menempel di dinding.

The big brother who urge to help



Cat PROPERTY ini tidak mengandung timbal dan beraroma apel segar sehingga aman bagi bayi dan anak, jadi sang kakak pun senang bisa membantuku untuk mengecat kamarnya.


Make over rak buku menjadi rak gantung

Rak gantung pun sudah jadi, ditambah dengan ide untuk menutupi besi siku, aku tempatkan foto-foto Darren saat masih bayi dan karya cross stitch-ku. Desain kamar yang luasnya 3m x 4 m ini dikerjakan olehku dan suami.

The cozy corner for reading a book or breastfeeding


Aku juga memindahkan area belajar Darren yang awalnya di ruang keluarga ke dalam kamar agar dia lebih konsentrasi saat belajar. Selain itu, aku juga bisa memakai meja belajarnya kalau sedang akhir pekan dan menulis blog seperti sekarang ini.

The Expenses dengan total Rp2.760.980 (below my budget :D ):
  • Perlengkapan renovasi seperti kuas, paku, lampu dll Rp689.650
  • Cat Rp641.330
  • Meja Belajar Rp130.000
  • Ongkos tukang dan asistennya untuk 5 hari Rp1.300.000
Selamat merenovasi kamar tidur anak ya!


- Honey JT -