Wednesday, 30 December 2015

Best of 2015

Hello world! Hope that you all enjoy season's holiday to the max with your loved ones :)

Well this might be the latest post in 2015 :)

Year of 2015 is year full of surprise for me, so many great things happened in 2015!

Some highlights are:
Myoma. I was diagnosed having myoma in my uterus, I hope nothing is serious in years ahead but I should check it every six months.

Second Pregnancy. Two weeks later after diagnosed having myoma, I was confirmed pregnant!
How life is full of surprises :)
You can read my second pregnancy journey month by month here

Childbirth. After waiting for 40 weeks, Xiao Dre was born with natural birth, as I expected :)
Full birth story of Xiao Dre's  can be read here

Blogging. In my maternity leave, I can productively update my blog while breastfed and nurturing Xiao Dre. Don't ask how I can manage to juggling between it, I believe it's only God's grace and full support from my husband :)

Parenting Event. There aren't manual book to became parent, so I am glad that I can go to parenting event and upgraded my knowledge about parenthood.
More story about parenting event here

Monetize Metamorphosis. Yeay! Can't thank enough to you all, my readers! More post to come, enjoy and your comment is necessary :)
This is one of my dream come true, found it here

Quick Gateway. I am forever grateful that I still can managed to have a baby moon, read my recommendation here 

Gift Exchange. I started to give idea about gift exchange to my finance and accounting collagues back in 2012. Last year, we use wishlist method but this year we make it as surprise. I have been wanting for so long a bag where I can use on week end with long strap that can be replace to my other bag. and, the universe collides to give me what I need :)
Thank you mate!

Thank you 2015 for joy, experience and excitement at the same time!

Happy New Year 2016! A new chapter in life waiting to be written, a fresh start to make a move and never regret :)

Love,
@HoneyJT

Sunday, 20 December 2015

Breastfeeding Experience


Gak kerasa nih kalau hari ini cuti melahirkan aku berakhir, yang artinya harus kembali ke kantor full time dan meninggalkan Xiao Dre yang telah genap tiga bulan di rumah. Cerita kelahiran Xiao Dre bisa dibaca di sini.

Lewat tulisan ini, aku ingin berbagi pengalamanku menyusui Xiao Dre.

Dulu, 8 tahun yang lalu, saat melahirkan Darren, proses menyusui tidak berjalan sesuai yang aku inginkan. Minimnya pengetahuan dan persiapan tentang manajemen ASI menyebabkan aku menyusui Darren sampai usianya hampir dua bulan. Hal ini juga yang membuatku sempat menyalahkan diri sendiri karena tidak dapat memberikan hak menyusu langsung kepada Darren. Namun, akhirnya aku berdamai dengan diri sendiri dan menyadari bahwa ketika itu aku masih muda, masih kaget dengan perubahan yang ada dan tidak berpengalaman.

Setelah mengetahui diriku hamil lagi (cerita kehamilanku dapat dibaca di sini), aku bertekad untuk dapat memberikan ASI kepada calon bayi yang akan lahir. Aku mulai mempersiapkan diri mengikuti seminar tentang ASI yang dapat dibaca di sini.

Mengapa aku bertekad untuk dapat menyusui anak kedua? Tentunya karena aku tahu keuntungan dari menyusui untuk ibu dan bayi. Bagi ibu, menyusui dapat menyusutkan rahim kembali ke ukuran sebelum hamil, mencegah kanker payudara dan rahim, praktis dan hemat secara ekonomi *alasan supaya budget tas dan sepatu bisa tetap terpenuhi walau punya bayi baru :p*. Lagipula ASI merupakan hak dari bayi, janganlah kita merampas hak tersebut! Sedangkan keuntungan ASI untuk bayi, mencegah alergi yang ditimbulkan susu formula, dan ASI merupakan sumber imunitas tubuh terbaik bagi bayi.

Bersyukur kepada Tuhan bahwa proses menyusui Xiao Dre terbilang mudah, aku hampir tidak mengalami masalah yang berarti dalam kurun waktu tiga bulan ini. ASI berlimpah, latch on tepat dan berat badan Xiao Dre yang ideal merupakan hadiah terindah :)

Benar sekali bahwa menyusui adalah berpusat dari pikiran busui. Saat pikiran mengatakan bahwa aku sanggup menyusui Xiao Dre secara eksklusif sampai 6 bulan dan air susu mencukupi segala kebutuhannya, maka itulah yang terjadi.

Jadi, bagi ibu baru yang sedang berjuang memberikan ASI, tetap semangat! 

Aku juga mau berbagi beberapa peralatan penting dalam menyusui Xiao Dre sejak dia lahir.

Breast Shell dari Dr Browns ini bermanfaat sekali buat aku karena seringkali puting yang lecet kalau tertempel bra menjadi semakin perih :(
Breast Shell berbeda dengan Nipple Shield. Nipple Shield melindungi puting agar tidak lecet sedangkan Breast Shell membantu puting yang lecet agar segera sembuh. This is a must have item for breastfeeding moms! Walaupun sepertinya bahan breast shell ini keras namun setelah aku pakai, lembut dan nyaman, jangan merasa terintimidasi dari bentuknya ya :)


Aku suka sekali dengan produk reuseable dan konsep gaya hidup go green, makanya langsung membeli juga Washable Breast Pads Dr Browns. Namun sayang sekali bahan breast pad ini menempel di kulit sehingga aku kuatir bisa tertelan oleh Xiao Dre saat menyusu. Memang sebelum menyusui sebaiknya payudara dibersihkan dengan waslap hangat, tapi kalau sedang berada di luar rumah tentunya merepotkan.

Akhirnya aku memutuskan untuk memakai Disposable Breast Pad Gabag, daya serap dan tampungnya tinggi sehingga aku tidak pernah mengalami kebocoran ASI.
Sebagai ibu menyusui yang bekerja, artinya aku sudah harus bersiap menabung ASI untuk mencukupi kebutuhan Xiao Dre selama aku berada di kantor. Untuk menyimpan ASI perah, pilihanku jatuh kepada Breastmilk Bag Gabag, jadi hemat tempat di kulkas atau pun freezer. Selain itu plastik ASI Gabag siap pakai, BPA Free, dilengkapi kolom tanggal serta jam dan penutupnya zip lock.

Yang penting dan gak boleh lupa adalah pompa ASI. Investasi terbesar busui adalah pompa ASI baik manual atau pun elektrik. Aku lebih memilih pompa ASI manual karena selain lebih ekonomis, kita dapat mengatur seberapa kuat tarikan pompa sehingga tidak perlu kuatir merasa kesakitan. Pompa ASI manual juga mampu mengosongkan payudara lebih baik dari pompa elektrik. Pompa ASI manual Pigeon ini aku dapatkan dari limpahan adik ipar yang kinerjanya masih baik. Aku sudah mulai memompa sejak di rumah sakit dan memberikan kolostrum untuk pertama kalinya kepada Xiao Dre.

We, breastfeeding moms shouldn't ashamed because nursing in public! Why? Because we feed our children! Ini pesan dari Le Leche League tentang menyusui di ruang terbuka :)
Untuk dapat menyusui di ruang terbuka di kala tidak tersedia nursery room yang nyaman, sedia nursing cover saja! Miliki 2-3 nursing cover dan tempatkan di beberapa bagian, di tas busui, di tas bayi dan di dalam mobil atau ruangan kantor. Nursing cover aku dapatkan dari komunitas kesayangan The Urban Mama :)

Di awal aku sudah menekankan untuk mencari informasi dan pengetahuan tentang ASI apabila ingin menyusui. Aku membeli Buku Pintar ASI dan Menyusui yang ditulis mbak Monik di Gramedia, isinya sangat lengkap, mulai dari kenapa harus ASI, mengatasi payudara yang sakit, manajemen ASI sampai peraturan mengenai hak busui! Wajib punya dan dibaca sebelum mulai menyusui!

Aku juga membeli ASI booster, Organic Mother's Milk, teh herbal yang di dalamnya terdapat kata-kata penyemangat bagi busui. Aku tidak mengkonsumsi teh ini secara rutin setiap hari namun aku minum bila sedang ingin atau saat ASI sedang sedikit karena kurang istirahat. Rasa teh ini buatku enak, memang ada bau khas tapi menikmati teh di sore hari sambil membaca buku, ah, rasanya rileks sekali!

Agar busui tetap percaya diri, pemilihan bra yang tepat juga amatlah penting! Bra menyusui haruslah berbahan nyaman dan menyerap keringat, memudahkan busui untuk melepas serta mengancingkan bra dengan satu tangan, tanpa kawat tapi mampu menopang payudara serta mempertahankan postur tubuh yang baik. Pilihanku jatuh kepada Mothercare Nursing Bra, yang memenuhi semua kriteria di atas.

Last but not least, dukungan terbesar untuk dapat lancar menyusui adalah dari orang-orang terdekat seperti suami, orangtua, mertua dan sahabat.

Let's breastfeed, it might be hard but worth it!

If you have question about breastfeeding, just drop your comments and I'll be pleased to help!

- HoneyJT -

Tuesday, 15 December 2015

Bahagia Ketika Hamil dan Paska Melahirkan


Dua minggu lalu, aku berkesempatan hadir di acara Jumpa Pakar Ayahbunda dan Bio Oil dengan tema "Tetap Happy + Percaya Diri Saat Hamil dan Paska Melahirkan" di Hotel Double Tree Jakarta by Hilton

Psst, aku sampai ternganga lho begitu masuk ke dalam  kawasan Double Tree, semoga suatu hari nanti bisa menginap di sini!

Senang sekali deh melihat antusiasme dari moms to be dan bunda-bunda yang baru saja melahirkan seperti aku, datang pagi-pagi dan siap untuk "mendapatkan ilmu" dari para pakar yang hadir.


Acara dibuka oleh MC cantik, Amy Zein dan pemred Ayahbunda, Imesh dilanjutkan dengan paparan dari Dr. Srie Prihianti, SpKK, PhD.

Perubahan kulit:
KEHAMILAN
PASKA MELAHIRKAN
Hiperpigmentasi (Linea Nigra, Melasma)
Kulit kendur
Jerawat
Rambut rontok
Gatal
Keloid paska operasi Caesar




Setelah melihat perubahan kulit yang terjadi saat hamil dan paska melahirkan, ada perawatan yang bisa dilakukan agar kulit kembali sehat:
  • Mandi dengan sabun yang lembut dan mengandung pelembab ekstra.
  • Menggunakan pelembab segera sesudah mandi agar pelembab dapat terserap sempurna dan dapat memperbaiki elastisitas kulit. Nah, pelembab ini bisa didapatkan dari Bio Oil, dry oil yang dapat membantu kulit menjadi lebih sehat bila digunakan secara rutin sebanyak 2x sehari selama 3 bulan. Untuk info lebih lanjut tentang apakah Bio Oil, bisa dibaca di sini
  • Gunakan tabir surya dengan daya proteksi yang sesuai dengan aktifitas baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Gunakan kembali setelah dua jam memakai tabir surya agar proteksi maksimal.
  • Gaya hidup sehat melalui pola makan yang sehat, nutrisi seimbang dan cairan yang cukup.
  • Olahraga rutin minimal 3x dalam seminggu.
Sesi selanjutnya merupakan sesi yang tidak kalah menarik yang dibawakan oleh psikolog cantik, Roslina Verauli, MPsi, Psi yang akrab dipanggil mbak Vera.



Menurut survey "Listening to Mothers" bumil merasakan Confident sekaligus juga Overwhelmed dengan keadaan dirinya dan para suami ternyata juga merasakan hal yang sama!

"Kehamilan ibarat drama tiga babak namun kita bisa menjadikannya tanpa drama," jelas mbak Vera, MPsi Psi. 

Babak pertama, hadirnya individu baru yang menyebabkan tubuh berubah, seksualitas menurun, morning sickness dan cemas. Bumil sebaiknya konsultasi kehamilan dengan ditemani oleh suami, meminta support dan relaksasi dengan melakukan me time. Calon ayah harus peka dengan kebutuhan bumil dan juga waspadai couvade syndrome yaitu sindrom "hey daddy is pregnant too".

Babak kedua, The Most Fun Part of Pregnancy di mana bumil sudah dapat merasakan gerakan janin, morning sickness berkurang bahkan hilang!

Babak ketiga, Get Ready for Birth! Pada trimester 3 ini, perubahan tubuh bumil seperti mudah jatuh, lelah, sukar tidur, hemorrhoids, rashes & itches, stretch marks, ngompol dan sebagainya yang dapat membuat bumil depresi maka perlu support dari suami agar bumil rileks dan happy.
Drama tiga babak mudah-mudahan dapat dilalui oleh bumil tanpa drama ya karena ternyata ada babak baru lagi paska melahirkan yaitu Welcome Home New Family! This is the REAL life!

For new moms, take your time to recover! Dengan bertambahnya peran yang mengakibatkan meningkatnya tanggung jawab, para ibu baru perlu mewaspadai kelelahan, baby blues, dan depresi paska melahirkan yang dapat menimbulkan konflik rumah tangga!

Para Ayah baru perlu peka pada kebutuhan pasangannya, terlibat dalam pengasuhan dan berperan aktif dalam mengurus rumah tangga.

Mbak Vera, MPsi Psi juga meminta hadirin untuk menilai tingkat kebahagiaan yang dirasakan pada hari itu. Aku menilai tingkat kebahagiaan yang dirasakan saat itu di angka 8, kenapa? Karena aku merasa pede dengan kehadiran anak kedua yang saat ini masih ASI eksklusif.

Terima kasih Ayahbunda dan Bio Oil atas undangannya, sesinya bermanfaat sekali!

@HoneyJT -
[Valid RSS]

Wednesday, 9 December 2015

A Day with Peya Peyo


Beberapa minggu lalu, kami sekeluarga diberi kesempatan oleh Peya Peyo untuk bermain di rumah dinas walikota Bogor, Kang Bima.

Siapakah Peya Peyo?

Peya Peyo awalnya merupakan online shop milik pasangan Age dan Dieta, salah satu member The Urban Mama yang sering aku temui bahkan kami pernah nge-gym bareng!

Berbekal dari pengalaman Age dan Dieta mengenai cara belajar anak akhirnya mereka berinisiatif menjadikan Peya Peyo sebagai fasilitator anak untuk belajar sambil bermain bersama dengan orangtua.

Nah seperti apa kegiatan "Yuk Main di Bogor" ? Let the pictures give us some clue!



Walau tiba  terlambat, kami masih sempat untuk mengikuti dua acara terakhir dari serangkaian acara yang ada.

Awalnya Darren enggan mengikuti acara tersebut namun setelah "mulai panas", dia ikutan juga membantu teman-temannya mengisi air di permainan "Pipa Bocor"

Menyenangkan sekali melihat anak-anak dapat menikmati bermain di alam terbuka, walaupun harus bangun lebih pagi dari akhir pekan biasanya. Terbukti kan kalau main di luar ruangan itu menyenangkan, lebih segar dan anak jadi lebih menghargai alam sekitarnya. Terima kasih ya Peya Peyo, sudah menjadi sarana anak-anak untuk jadi lebih dekat dengan alam juga :)

Setiap bulan Peya Peyo mengadakan kelas, jadwalnya bisa ditemukan di sini

Selamat bermain bersama anak-anak ya!

- @HoneyJT -

Tuesday, 8 December 2015

Bebas Stres Saat Berlibur


Musim libur telah tiba!

Tentunya Anda sudah merencanakan liburan keluarga menjelang akhir tahun.

Apakah perencanaan liburan membuat Anda stres? Atau Anda sempat stres membayangkan  bagaimana perjalanan ke tujuan serta liburan itu sendiri?

Tenang,  saya akan berbagi tips dan trik bagaimana bebas stres saat berlibur dengan si kecil yang saya dapatkan di Parenting Club Talkshow yang diadakan oleh Mothercare, Minggu, 8 November 2015 bertempat di Central Park dengan narasumber dr. Markus Danusantoso, SpA (Neonatalogy training  di KK Hospital, Singapura).

Pertama, urban mamas perlu memperhatikan beberapa hal mengenai bayi atau anak Anda seperti:

  • Usia
  • Riwayat Kesehatan
  • Daerah yang dituju  (iklim, cuaca serta situasi kesehatan masyarakat)
  • Rencana Perjalanan (darat, laut, udara)
  • Persiapan (perlengkapan bayi/anak, imunisasi, obat-obatan, mainan, buku cerita, CD lagu anak)
Pada kesempatan kali ini, dr. Markus Danusantoso, SpA  membahas perlengkapan yang lazim dibawa saat liburan yaitu kereta bayi (stroller), gendongan (carrier/sling), car seat. Prinsipnya, penggunaan perlengkapan yang telah disebutkan memenuhi kriteria sebagai berikut:
  1. Sesuai usia dan berat badan bayi/anak
  2. Aman dan sesuai tumbuh kembang bayi/anak
  3. Digunakan secara tepat dan benar

Banyak ibu yang salah kaprah mengenai penggunaan perlengkapan bayi seperti gendongan (carrier/sling) maupun car seat. Gendongan (carrier/sling) bukan dipakai untuk memberi makan bayi sedangkan car seat hanya dipakai selama perjalanan dengan mobil.


Untuk gendongan (carrier/sling) ada yang dinamakan T.I.C.K.S Rule, sebagai berikut:

Hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan gendongan/kereta bayi/ car seat:
  • Postur lurus (kepala-leher-punggung)
  • Bayi/anak leluasa bergerak
  • Orang tua/ pengasuh bisa tatap mata dengan bayi/anak
  • Dibatasi penggunaannya selama 1-2 jam saja
  • Orang tua/pengasuh perlu mengawasi dengan seksama
Apabila penggunaan gendongan/kereta bayi/car seat melebihi 2 jam terutama pada bayi/anak dengan riwayat prematur, berat lahir rendah, gangguan  pernafasan, jantung serta otak  maka akan berdampak:
  1. meningkatkan risiko terlambatnya perkembangan akibat: muntah (refluks), kekurangan oksigen (hipoksia), otot kaku, posisi tubuh yang salah, kurang aktivitas.
  2. dapat terjadi perubahan bentuk kepala (asimetris, belakang kepala rata)

Nah, ini beberapa tips persiapan bayi yang akan menjalani penerbangan:
  • Usia  lebih dari 1 bulan, lebih baik lagi usia lebih dari 6 minggu
  • Bayi kecil dengan infeksi saluran napas harus sembuh terlebih dahulu
  • Konsultasi dengan dokter apabila bayi memiliki gangguan jantung atau bayi prematur dengan riwayat penyakit paru
  • Usahakan bayi diberi susu atau makanan saat pesawat lepas landas dan mendarat
  • Hindari makan makanan yang mengandung gas seperti kubis, ketimun, semangka, kacang, bawang putih/merah atau minuman bersoda
  • Membawa obat-obatan yang biasa digunakan

Sedangkan tips untuk melakukan perjalanan darat/laut sebagai berikut:
  1. Diskusikan dengan dokter 2 bulan sebelumnya untuk imunisasi dan persiapan obat-obatan
  2. Jaga asupan gizi
  3. Siapkan mainan, buku cerita, buku gambar untuk menghilangkan bosan. ajak anak ikut terlibat menyiapkan semuanya
  4. Selalu ajak anak berkomunikasi dan berinteraksi
  5. Melakukan aktivitas fisik
  6. Cukup istirahat dan tidur
  7. Penggunaan perlengkapan (gendongan, kereta bayi, car seat) dengan baik dan benar. Untuk pilihan kereta bayi atau pun car seat yang aman dan sesuai bagi bayi/anak, urban mamas dapat menghubungi Mothercare terdekat karena saat ini sedang ada penawaran Free Car Seat Fitting

Seringkali apabila melakukan perjalanan darat/laut/udara dapat terjadi mabuk pada anak (2-12 tahun) yang disebabkan oleh rangsang gerak pada organ keseimbangan yang berlebihan maka pencegahan yang dapat dilakukan yaitu:
  • posisi duduk di baris depan/tengah mobil atau posisi tengah  (sayap) pesawat
  • hindari makan makanan berat dan minuman bersoda
  • Penuhi asupan cairan
  • Hindari bermain gadget atau membaca buku
  • hindari sesuatu yang beraroma tajam atau menyengat
  • usahakan kecepatan kendaraan stabil dan tidak banyak berguncang
  • upayakan anak lebih banyak melihat ke depan

Semoga tips di atas dapat membantu Anda untuk bebas stres saat berlibur dengan si kecil.

Selamat berlibur dengan si kecil ya J

@HoneyJT

*artikel ini dipublikasikan oleh The Urban Mama setelah melalui proses editing di sini

*please click here to find any related article


Friday, 13 November 2015

Jelajahi Dunia Tidur



Breastfeeding - Pumping - Changing Diaper. Repeat 24 hours a day.

Itu twit yang aku tulis pas sebulan paska melahirkan Dre. Cerita kelahiran Dre bisa dibaca di sini.

Kehadiran bayi membuat orangtua mengeluarkan sisi terbaik yang ada di dalam diri, orangtua akan selalu memberikan yang terbaik bagi bayi dalam kehidupan mereka.

Memiliki bayi baru artinya juga bersahabat dengan popok bayi. Popok bayi yang aku pakaikan pada Dre saat awal pulang ke rumah adalah popok kain bertali. Karena seringnya frekuensi pipis dan buang air besar, Dre sering menangis, terbangun di tengah tidurnya karena popoknya basah.

Kenapa aku memilih popok kain? Karena aku kuatir kulit newborn yang sensitif bisa terkena ruam akibat pemakaian popok sekali pakai. Sampai akhirnya aku menemukan bahasan mengenai popok sekali pakai yang sedikit menenangkan hati di sini

Penasaran dengan keunggulan Pampers, aku berkesempatan untuk menghadiri acara "Jelajahi Dunia Tidur Bayi bersama Pampers" 10 November 2015 di Le Meredien, Jakarta.

Saat tiba di lokasi, kita akan disambut oleh dekorasi yang lucu khas dunia bayi. 



Terlihat di dinding, inovasi popok sekali pakai Pampers berawal pada tahun 1961 ketika Victor Mills, seorang insinyur produk yang bekerja untuk Procter and Gamble (P&G) mengganti popok kain untuk cucunya yang baru lahir dengan popok yang lebih baik dan nyaman.

Berawal dari penemuan tersebut, lahirlah merek Pampers, merek yang sering diasosiasikan para ibu sebagai popok bayi. Ayo ngaku, seringkali kita beli atau anak pakai popok bayi bilangnya Pampers kan? Padahal yang dibeli atau dipakaikan merupakan merek lain :)

Abank dan Xiao Dre sedang diwawancara Cisca Becker 


Aku ketemu blogger idola, Andra Alodita




Setelah menikmati coffee break, acara pun dimulai. Hadir sebagai Senior Communication Manager Pampers Asia Pasifik P&G, Lisa Cunningham bangga karena Pampers adalah merek popok dengan penjualan no. 1 di dunia. 

Selanjutnya, Dr. dr Soedjatmiko, SpA(K) memaparkan tidur pada bayi yang ternyata bukan hanya sebagai pelepas lelah atau mengatasi kantuk. Kualitas tidur bayi dan balita berpengaruh pada pertumbuhan emosi-kognitif (fase REM) dan pertumbuhan fisik (fase non REM).
Kenyamanan fisik selama tidur akan membuat tidur lebih nyaman, siklus tidur REM dan Non REM akan bergantian secara alamiah dan teratur, sehingga pertumbuhan fisik, emosi dan kognitif akan berkembang optimal.
Kenyamanan fisik selama tidur dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang langsung dirasakan bayi dan balita, antara lain: suhu ruangan, sirkulasi udara, cahaya, suara, alas tidur dan popok yang melekat ditubuhnya.

Melihat pentingnya tidur pada bayi dan balita terhadap perkembangan fisik, emosi dan kognitif maka usahakan popok harus tetap kering sehingga kulit terasa nyaman, tidak gatal atau perih sehingga siklus tidur bayi tidak terganggu dan dapat mengoptimalkan pertumbuhan fisik serta perkembangan emosi-kognitif bayi dan balita.

Saat ini, Pampers memiliki dua variant, yaitu Pampers Baby Dry Pants (popok celana) dan Pampers Premium Care Active Baby (popok dengan perekat). Inovasi terbaru Pampers Baby Dry Pants mampu mengunci basahan hingga 99,9% sehingga kulit bayi tetap kering sepanjang malam. 

"Kami ingin memberikan dukungan untuk bayi yang ceria dan bahagia di Indonesia dengan selalu melakukan inovasi tiada henti dan menghadirkan inovasi terbaru dari Pampers," jelas Febrina Herlambang, Communications Manager P&G Indonesia.

Zoe Liu selaku Scientific Communications Baby Care Asia Pasifik menjelaskan rahasia inovasi terbaru Pampers Baby Dry Pants yaitu super gel yang unik serta mild lotion.
Super gel yang unik mampu mengunci kebasahan hingga 99.9% untuk membantu kulit tetap kering sepanjang malam.

Duh, pakai popok kertas sepanjang malam? Lembab gak ya? Ruam gak ya?

Jawabannya, tentu tidak karena ada inovasi mild lotion yang menjaga kelembaban kulit bayi sehingga tidak akan mengiritasi kulit bayi. Hal ini terbukti dengan percobaan yang dilakukan pada Pampers Baby Dry Pants dibandingkan dengan popok bayi merek lain.


Pengalaman menggunakan Pampers sebagai popok andalan juga sudah dibuktikan oleh Artika Sari Devi dan Gisella selaku Brand Ambassador Pampers. Wah, aku jadi semakin yakin deh kalau Pampers merupakan popok bayi terbaik buat Xiao Dre!

Kini, ibu Indonesia juga dapat melihat info produk dan artikel Pampers di sini

Pssst, Dre asik ngeliatin mbak Artika Sari Devi, tau aja dia kalau perempuan cantik yang mana :D


Akhirnya waktu juga yang membatasi acara "Jelajah Dunia Tidur Bayi bersama Pampers", what an enlighting evening"


Terima kasih TUM untuk undangannya, Pampers untuk sore yang informatif dan Le Meredien untuk makanan yang maknyus :)

- Honey JT -

Thursday, 12 November 2015

Hidup praktis berkat uPang

Memiliki bayi artinya kebersihan menjadi hal yang utama dan tidak boleh ditawar karena bayi senang sekali menggigit dan memasukkan segala jenis barang ke dalam mulut mereka.

Terutama  barang keperluan bayi pada awal pertama kehadirannya harus steril seperti urusan persusuan mulai dari pompa ASI, botol penyimpannya sampai media pemberian ASIP.

Saat memiliki anak pertama, semua perlengkapan bayi aku steril dengan direbus tapi ternyata ada risiko kalau perlengkapan bayi belum BPA Free sehingga dapat melepas plastik yang sifatnya karsinogenik.

Untuk anak kedua, aku mulai menggunakan alat steril yang menggunakan uap panas dari air yang  dimasukkan kedalamnya.

Namun yang paling menyebalkan adalah  harus menunggu sisa uap air di perlengkapan bayi hilang dengan cara dilap atau dianginkan. Terkadang bila dilap dengan tisu, ada sisa tisu yang tertinggal, bisa bahaya bila tertelan bayi! Sedangkan kalau dianginkan, keringnya lama, buang waktu dan aku kuatir kalau ada debu yang menempel sehingga kemudian aku mulai mencari alat steril tanpa uap. 

Setelah bertanya pada google, bertemulah aku dengan uPang (baca: yupang), sebuah UV Sterilizer tanpa air pertama di dunia yang berasal dari Korea dan kini telah hadir di Indonesia.


uPang telah diuji dan disertifikasi oleh Food and Drug Administration (FDA)  Amerika  dan enam organisasi kesehatan dunia lainnya.

Lalu, apa keunggulan uPang?

  •  Hemat waktu. uPang dapat mensteril sebanyak 16 botol dalam sekali pemakaian.


  • Hemat energi. Daya listrik penggunaan uPang hanya sebesar 35watt yang artinya penghematan tagihan listrik.
  • Steril tanpa air yang artinya semua dapat disteril, mulai dari perlengkapan bayi, mainan, alat make up, gadget seperti handphone dan tablet.


  • Tanpa risiko terbakar. Anda tidak perlu memanaskan air,  menggunakan penjepit botol karena setelah disterilisasi, botol sudah kering, tidak panas dan siap digunakan.
  • Mengeliminasi 99,9% bakteri berbahaya seperti E. Coli, Staphylococcus Aureus, Salmonella Typhimurium, Pseudomonas Aeruginosa.
  • Cara penggunaan yang mudah. Anda hanya perlu menekan salah satu dari tiga  tombol yang tersedia yaitu Automatic (Dry+UV Sterilization), UV Sterilization atau Ventilation. 


Automatic digunakan  untuk mengeringkan dan mensterilkan perlengkapan bayi berbahan kaca dan plastik.


UV Sterilization digunakan untuk mensterilkan perlengkapan yang tidak perlu dikeringkan seperti mainan, boneka, gadget. Yap! Gadget seperti smartphone dan tablet, canggih kan?!



Ventilation digunakan untuk menghilangkan bau dan membersihkan udara di dalam uPang.

Terima kasih uPang yang sudah memberikan solusi yang praktis, aman dan nyaman untuk kesehatan dan sterilisasi perlengkapan bayi.

Produk uPang bisa didapatkan di sini

Hidup aku jadi praktis berkat uPang! *smiling ear to ear*

@HoneyJT

*artikel ini dipublikasikan oleh The Urban Mama setelah melalui proses editing di sini

Wednesday, 7 October 2015

Cerita Kelahiran Xiao Dre

As promise, I will post the birth process of my second son, Xiao Dre :)

Awal September 2015
Papa aku menelepon dan menanyakan kabar kehamilanku serta tanggal perkiraan lahir. Papa mengucap, "Melahirkan tanggal 19 September 2015 juga baik"
Aku anggap itu sebagai doa dan restu dari papa namun hanya Xiao Dre yang dapat menentukan kapan dia akan lahir :)

14 September 2015
Aku sedang BBM-an di grup the Joseps yang berisi ipar-ipar. Aku mengutarakan kegundahan kalau belum ada tanda-tanda Xiao Dre akan lahir. Sejujurnya aku lupa seperti apa kontraksi palsu itu. Hasil kunjungan terakhir  ke obgyn juga dinyatakan bahwa kepala Xiao Dre walau posisi sudah di bawah namun masih melayang alias belum masuk sepenuhnya ke dalam panggul. Ditambah lagi kalau plasentaku sudah mulai mengalami pengapuran. Duh, rasanya gundah gulana! Aku takut kalau harus menjalani operasi kalau sampai minggu depan, 22 Sep belum ada tanda-tanda akan melahirkan secara normal karena usia kandunganku sudah mencapai 40 minggu.

Setiap malam aku mengafirmasi Xiao Dre kalau 22 September 2015 merupakan tenggat waktu, akan diputuskan apabila dia belum mau lahir maka aku harus menghadapi meja operasi. Mungkin saja opsi pertama yang akan ditawarkan adalah induksi. Kebanyakan induksi melebihi rasa sakit dari kontraksi alami serta bisa saja pembukaan jalan lahir tersendat sehingga bukan tidak mungkin akan berakhir di meja operasi.

Aku menyampaikan ketakutanku kepada Xiao Dre dan meminta agar dia mau lahir secara spontan sebelum 22 September 2015. Aku juga meminta agar Xiao Dre membantu mendorong dari dalam saat persalinan tiba nanti sama seperti yang aku afirmasikan kepada Darren dulu :)

Suami pun meminta kepada Xiao Dre  untuk lahir setelah acara sosialisasi aman berkendara bersama Maxxio selesai.

18 September 2015
Ini merupakan Jumat terakhir sebelum aku cuti melahirkan. Berdasarkan pengalaman melahirkan Darren yang mundur seminggu maka aku memang sengaja mengajukan cuti yang mepet dengan hari perkiraan lahir supaya jatah cuti bisa maksimal aku pakai untuk berlama-lama dengan Xiao Dre. Karena cuti terakhir, aku memutuskan untuk keluar dari kantor jam 16.00 dengan dijemput oleh suami dan Darren. Kami memutuskan untuk mengambil goodie bag Parenting Club Mothercare di salah satu mal di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Yes! We had so much fun! Kami ke toko buku, makan pizza dan ke Snappy untuk menemani suami mempersiapkan data untuk sosialisasi aman berkendara di salah satu SMK di Jakarta Timur. Bahkan aku sempat berkicau di Twitter berharap kalau akan segera kontraksi karena berkeliling mal :)

19 September 2015
06.00  Aku bangun untuk membantu abank (panggilan sayangku kepada suami) mempersiapkan konsumsi yang akan dibawa  untuk sosialisasi aman berkendara. Selesai membantu dan mengantar abank kedepan pintu pagar, aku sarapan dan memutuskan untuk istirahat sebentar karena pinggang yang pegal akibat terlalu lama duduk.

10.00  Aku terbangun dan merasa "basah" di bawah sana. Kuatir dengan merembesnya air ketuban, aku mengecek celana dalam dan ternyata bukan air ketuban yang merembes melainkan flek kecoklatan, mungkin hari ini saatnya, aku membatin. Akhirnya aku putuskan untuk segera mandi dan bersiap ke rumah sakit kalau kontraksi sudah mulai teratur. Aku memberitahu abank yang baru saja selesai menyelenggarakan acara sosialisasi aman berkendara dan menelepon mama untuk didoakan semoga Xiao Dre bisa lahir hari ini.

12.00  Kontraksi masih timbul tenggelam. Abank sudah menghubungi dr. Caroline Tirtajasa, SpOG dan aku sudah diminta untuk datang ke RS Omni Pulomas segera karena berkaitan dengan permintaan darah yang harus dilakukan segera mengingat kondisi Hb-ku rendah untuk melahirkan, yaitu hanya 9,5. Namun karena kontraksi masih timbul tenggelam, aku memutuskan untuk makan siang dan beristirahat dulu di rumah sebelum berangkat ke rumah sakit.

14.00  Aku mempraktekkan Tapas Acupressure Technique (TAT) yang diajarkan oleh mas Reza Gunawan agar kontraksi bisa lebih konstan dan berjalan lancar.

15.30  Masih belum ada perkembangan dari kontraksi yang konstan, namun akhirnya aku memutuskan ke rumah sakit bersama abank dan Darren karena mau CTG untuk melihat kondisi Xiao Dre.

16.00  Perjalanan menuju rumah sakit dilancarkan dan aku segera menemui bidan jaga di rumah sakit. Bidan jaga melakukan pemeriksaan dalam dan mengatakan bahwa bukaan sudah 2-3, wah aku tentunya senang bukan main! Berarti sebentar lagi aku akan bertemu mahluk kecil yang selama 9 bulan lebih aku bawa di dalam perutku :)
Setelah diperiksa dalam, Xiao Dre di CTG... terlihat bahwa jantungnya baik dan kontraksiku memang belum teratur.

17.00  Selesai CTG, aku diharuskan oleh obgyn-ku untuk langsung diobservasi yang artinya tidak boleh pulang lagi ke rumah. Semua administrasi yang diperlukan untuk rawat inap termasuk permintaan darah diurus oleh suamiku. Untuk permintaan darah di PMI, kalau bisa menyertakan Kartu Keluarga (KK) agar mendapatkan potongan harga.

18.00  Karena telah diputuskan akan rawat inap maka aku meminta makan malam karena perut mulai lapar lagipula aku juga perlu tenaga cadangan, jaga-jaga kalau melahirkan pada hari berikutnya. Saat makan malam, kontraksi yang aku rasakan sudah 5-10 menit sekali. Setelah makan malam, obgyn-ku datang dan melakukan periksa dalam dan dia mengatakan kalau pembukaan baru 1! Lhaaaa, gak jadi seneng deh aku.... masa baru bukaan 1, bakalan lama nih proses persalinanku :(

19.00  Kedua orangtuaku sudah datang untuk menemani dan memberikan semangat dalam menjalankan persalinan. Aku pun sudah meminta dukungan doa dari saudara-saudara seiman di grup whatsapp dan Tante Dede juga sudah secara langsung mendoakanku agar proses persalinan berjalan lancar. I really need lotsa prayer!  Karena merasa proses persalinan ini akan panjang, aku meminta abank untuk mengantar Darren kembali ke rumah. Setelah ditinggal abank dan Darren, kontraksi semakin intens, dan aku hanya bisa meremas tangan mama saat gelombang cinta itu datang! *maaf ya Ma, pasti tanganmu sakit aku remas sedemikian rupa*

21.30  Setelah menikmati gelombang cinta yang terus menerus, tiba-tiba *blup* ketubanku pecah! Spontan aku langsung berteriak, "Suster, ketuban saya pecah"
Suster pun datang dan bilang kalau aku sudah mengalami pembukaan yang lengkap dan segera dipersiapkan untuk melakukan persalinan. Obgyn-ku pun sudah ditelepon dan dalam perjalanan menuju rumah sakit. Aku segera dipindahkan dari ruang observasi ke ruang persalinan. Tepat saat rasa panas terasa di bawah sana yang artinya kepala bayi akan segera keluar, obgyn-ku sudah tiba dan aku sudah diperbolehkan untuk mengejan. Jujur saja, aku gak tau mengejan itu seperti apa! Kata orang, mengejan itu seperti orang yang mau *maaf* pup! Tapi aku gak pernah mengejan kalau sedang melakukan urusan yang satu itu. Akhirnya obgyn-ku menggunakan bahasa yang paling sederhana yaitu, "Berakkin aja!" *HAHAHAHA*

21.47 Akhirnya, dengan satu kali mengejan saja, Xiao Dre sudah lahir :)


Selamat datang ke dunia barumu nak, terima kasih karena sudah membantu mama menjalani proses persalinan yang minim intervensi :)

Selesai melahirkan aku masih harus bermalam di ruang observasi karena harus ditransfusi darah, agar kondisiku bisa segera pulih karena harus mengasuh newborn.

And, somebody's blood saves my life!

Aku juga mau mengucapkan terima kasih tak terhingga untuk teman-teman WA, Pdt Dede S Moeljana  yang telah turut mendoakan proses kelahiran Xiao Dre, papa dan mama yang menemani, mama mertua, suami, dr. Caroline Tirtajasa, SpOG yang segera datang tanpa aku perlu menunggu lama, bidan Maemunah dan suster Anita yang telaten mengurusku.

Melahirkan hanya awal dari perjalanan panjang mengasuh anak, masih ada perjuangan panjang untuk menyusui ☺

Semoga proses menyusui pun berjalan lancar!

@HoneyJT -

Monday, 5 October 2015

Pregnancy Journey: Week 39 Hospital Bag

Hai, apa kabar?

Sudah lama aku gak update blog karena aku sudah melahirkan. Cerita kelahiran anak keduaku bisa di baca di sini.

Menjelang proses persalinan, hal yang perlu dipersiapkan adalah  tas yang akan dibawa ke rumah sakit dan inilah beberapa essentials item yang terdapat dalam hospital bag-ku:


FOR MOM:

BATH ROBE  Aku gak suka mengganti baju di dalam kamar mandi sehabis mandi maka item yang satu ini wajib dibawa ke rumah sakit. Bath robe yang kupakai dari Terry Palmer Premium.

UNDERWEAR Bawalah 3-5 pasang underwear (bra menyusui dan celana dalam) yang nyaman untuk dipakai saat pasca melahirkan.

NURSING COVER TUM Aku suka sekali dengan nursing cover dari The Urban Mama yang aku dapatkan di goodie bag saat menghadiri acara TUM.

TOTE BAG TUM Tas ini sebagai tas cadangan kalau-kalau ada beberapa kado dari teman-teman yang menengok Xiao Dre. Tas ini bisa dibeli di sini

BLUS KANCING DEPAN Setelah melahirkan, aku tidak lagi menggunakan pakaian dari rumah sakit, jadi blus kancing depan memudahkan untuk mulai memberikan ASI bagi Xiao Dre. Aku memakai blus kancing depan dari belowcepek.

SARUNG atau KAIN Aku merasa lebih nyaman menggunakan sarung atau kain pasca melahirkan karena lebih nyaman dan tidak menambah nyeri luka episiotomi.

BAJU MENYUSUI Baju ini aku pakai saat kembali ke rumah dan aku memakai Fella breastfeeding dress dari Casa Elana.

HANDUK MANDI Rumah sakit tempatku melahirkan tidak menyediakan handuk mandi lagipula akan lebih higienis kalau memakai handuk sendiri bukan? :)

SENDAL JEPIT Untuk dipakai hanya di dalam kamar mandi

SENDAL JEPIT CROCS Untuk dipakai di dalam kamar rawat.

TOILETRIES Sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi in travel size.

PEMBERSIH MUKA aku memakai Philosophy 3 in 1 cleanser yang bisa didapatkan di Sephora atau Sociolla.

GENTLE BABY YOUNG LIVING ESSENTIAL OIL Minyak esensial ini untuk membantuku tetap rileks selama proses persalinan dan pasca persalinan. Gentle Baby juga bisa membantu menenangkan bayi, bisa didapatkan di sini.

WEWANGIAN Aku menggunakan Verbena L'Occitane Eau de Toilette in travel size.

LIP BALM Untuk melembabkan bibir yang kering karena terpapar AC di kamar rawat. Aku memakai L' Occitane Shea Butter Lip Balm dan aku suka karena saat diaplikasikan tidak lebay seperti baru habis makan gorengan :)

PELEMBAB KULIT Aku menggunakan Bio Oil untuk melembabkan dari ujung rambut sampai ujung kaki :)
Review pernah aku tulis di sini

PELEMBAB WAJAH Untuk perawatan wajah agar kelihatan segar, aku menggunakan SK-II Facial Treatment Essence in bottle spray.
Review SK-II pernah aku tulis di sini

NIPPLE CREAM Memutuskan untuk menyusui artinya bersiap mengalami puting lecet karena bayi masih belajar menyusu pada awal kehidupannya. Aku menggunakan Kamilosan untuk membantu melembabkan puting. Untuk menyembuhkan puting lecet, nursing mom juga bisa menggunakan ASI yang dioleskan pada puting.

LIPSTICK Agar tetap kelihatan fresh, aku memakai Silky Girl Moisture Boost.
Review lipstick ini bisa dibaca di sini.

DRY SHAMPOO Ini merupakan must have item bagi bumil yang akan melahirkan. Aku memakai Oscar Blandi Pronto Invisible Dry Shampoo Spray in travel size yang aku beli di blibli

HAND SANITIZER Penting dibawa supaya yang menjenguk minimal bisa membersihkan tangannya dengan hand sanitizer sebelum memegang Xiao Dre. Aku memakai Dettol Hand Sanitizer.

TISSUE BASAH Aku sudah terbiasa membawa tissue basah kemanapun supaya kalau tidak tersedia air atau hand sanitizer, bisa menggunakan wet tissue untuk membersihkan. Aku memakai Mitu wet tissue.

BREASTPUMP dan cairan pembersihnya Untuk jaga-jaga kalau memang perlu menggunakannya walaupun pada hari pertama sampai ketiga, produksi ASI memang belum lancar. Aku menggunakan Pigeon Manual Breastpump limpahan dari adik ipar :)

KORSET Saat melahirkan Darren 8 tahun yang lalu, aku tidak memakai korset dan ternyata aku terkena Symphisis Pubis Dysfunction (SPD) yang menyebabkan proses kehamilan keduaku merasakan nyeri mulai dari trimester pertama sampai melahirkan. Akhirnya aku memilih untuk memakai korset sesegera mungkin agar SPD dapat pulih karena aku harus merawat Xiao Dre tanpa babysitter.

PEMBALUT Aku tidak menggunakan pembalut bersalin karena bentuknya yang amat lebar tidak membuat nyaman terutama pada luka episiotomi. Aku menggunakan pembalut Softex Maxi Fit Wing Non Gel.

SMARTPHONE dan CHARGER Penting dibawa terutama kalau ada urusan kantor yang perlu didelegasikan.


FOR NEWBORN:

RECEIVING BLANKET Selimut ini dipakai saat akan kembali ke rumah. Selimut yang dipakai Xiao Dre adalah bedong dari Baby Oz yang aku beli di bilna

TOPI Untuk melindungi kepala bayi dari terpaan angin.

SLEEPSUIT Berkaca dari pengalaman membawa pulang Darren dengan baju kebesaran, maka aku memutuskan untuk membeli Velvet Junior Sleepsuit for newborn di bilna.

SARUNG TANGAN dan KAKI Xiao Dre lahir dengan kuku tangan yang panjang sehingga perlu disarungi agar wajahnya terlindung dari refleks cakaran sedangkan kaos kaki bayi untuk melindungi dari udara dingin.

DISPOSABLE DIAPER Xiao Dre mendapatkan popok sekali pakai (pospak) dari rumah sakit namun aku tetap membawa cadangan dan pilihanku jatuh pada Goon, sebuah merek pospak dari Jepang.

DIAPER COVER dengan insertnya Untuk jaga-jaga apabila di jalan kehabisan pospak.

WASLAP Untuk membersihkan wajah bayi apabila gumoh.

So, how about yours? Please do share or feel free to ask :)

- @HoneyJT -

Saturday, 29 August 2015

Smart Travel with Your Babies

Jalan-jalan, merupakan pengalaman yang menyenangkan! Dengan traveling kita bisa melihat beragam budaya di tempat tujuan yang membuat kita semakin kaya.

Mothercare menyadari pentingnya traveling bagi bonding antara orang tua dengan bayi dan anak-anak, maka pada Sabtu, 1 Agustus 2015 diadakan talkshow "Smart Travel with Your Babies" yang bertempat di Mothercare Store, Miniapolis- Plaza Indonesia.


Super cute dessert table 

Acara dibuka oleh Mas Abi, perwakilan dari Mothercare Indonesia yang kemudian dilanjutkan dengan talkshow dari narasumber Amia Ersanti, founder Trip Jepang, Indonesia's first personalized Japan tour service.



Beberapa poin penting yang didapatkan dari talkshow "Smart Travel with Your Babies":
  • Traveling via udara dapat dimulai sejak umur 1 tahun dengan catatan kondisi bayi sehat.
  • Dibutuhkan rencana yang matang untuk traveling dengan bayi dan anak. Orang tua perlu yakin bahwa mereka mampu untuk traveling dengan bayi dan anak. Jika anak rewel di pesawat, orang tua harus tenang.
  • Agar nyaman, ada baiknya traveling saat di tempat tujuan memiliki musim yang tidak jauh berbeda dengan negeri asal.
  • Cari hotel yang baby friendly, ingat selalu untuk melihat ukuran kamar karena bisa saja ada kamar hotel yang kecil.
  • Di Jepang, lebih baik membawa baby carrier karena Jepang bukanlah tempat tujuan wisata yang stroller friendly. 
  • Sebaiknya batasi kunjungan tempat wisata 1-2 tempat dalam sehari agar bayi dan anak nyaman dan tidak kelelahan. Mereka perlu adaptasi di tempat baru. 
Terima kasih The Urban Mama yang sudah mengundang aku ke talkshow keren ini!

Untuk menjadi member TUM, sila klik di sini

Baca juga artikel Parenting Club Talkshow yang membahas tentang "Transisi Perkembangan Sosial Emosional" *klik tulisan yg ditebalkan* aku yang dimuat di website TUM.

Please share your comment :)

@HoneyJT -