Wednesday, 30 November 2016

6 Kebiasaan Untuk Menjaga Rumah Tetap Bersih dan Sehat

Siapa sih yang gak senang melihat instagram feed  tentang rumah yang minimalis dan serba putih karena kelihatan bersih?

Beberapa teman di instagram pun memiliki postingan tentang rumah mereka yang instagramable banget! Seneng banget deh ngeliatnya, tapi rasa senang itu lama kelamaan jadi rasa iri! Iri  dalam artian yang positif, aku kepengen juga punya rumah yang bikin betah, bersih dan sehat... perkara instagramable, itu hanya bonus!

Rumah yang aku tempati bareng keluarga sekarang merupakan rumah mertua tapi bukan berarti jadi gak ikutan merawat dong... kan yang merasakan kenyamanan tinggal di pondok mertua indah ya kami sekeluarga juga.

Dikarenakan kondisi rumah sudah tua dan atapnya harus diganti maka beberapa bulan lalu kami merenovasi atap dan mencat ulang rumah.

Setiap hari, aku dan suami selalu membahas perabotan perabotan baru yang akan digunakan, warna cat yang akan diaplikasikan untuk ruangan ruangan yang ada di rumah. Rasanya, menyenangkan sekali!



Berkaca pada kejadian atap jebol, akhirnya kami sekeluarga membuat 6 kebiasaan untuk menjaga rumah tetap bersih dan sehat, yaitu,

Jangan Menunda
Membiasakan diri untuk selalu membersihkan area rumah yang kotor sesegera mungkin ternyata memberikan efek lebih hemat waktu dan tenaga dibandingkan menunda utnuk membersihkannya. Begitu juga halnya dengan memperbaiki bagian rumah yang masih sedikit rusak ternyata lebih hemat secara uang dibandingkan  memperbaiki kerusakan yang sudah parah.

Menjadwalkan Kegiatan
Seringkali kegiatan membersihkan rumah kehilangan fokus sehingga perlu adanya kegiatan yang terjadwal setiap harinya. Berikut ini contoh kegiatan di keluarga kami,


Ajak Keluarga
Untuk anak anak yang sudah masuk SD bisa diajak serta untuk membantu membersihkan rumah. Dengan demikian, anak juga akan memiliki rasa sense of belonging terhadap rumah dan kegiatan membersihkan rumah jadi lebih mudah.



Kelola Tugas
Setelah menjadwalkan kegiatan dan mengajak anggota keluarga lainnya, masing-masing anggota keluarga diberikan tugas yang sesuai dengan kemampuannya. Misalnya hari pertama membersihkan kamar tidur lantai bawah, anak membantu menyapu-papa mengepel-mama mengganti sprei beserta sarung bantal guling.

Menyenangkan
Buat kegiatan membersihkan rumah menjadi kegiatan yang menyenangkan, bisa juga setelah kegiatan beberes dan membersihkan rumah, semua anggota keluarga dihadiahi makan es krim misalnya.

Peralatan Bersih Yang Berkualitas
Peralatan bersih yang berkualitas adalah kunci agar kegiatan membersihkan rumah menjadi semakin mudah dan menyenangkan. Kalau orang tua pada masa lalu menggunakan peralatan yang terbatas, kini kita semakin dimanjakan oleh kemajuan teknologi dalam membersihkan rumah.

Beberapa waktu lalu, aku mendapatkan informasi dari acara The Urban Mama Luncheon bersama  Electrolux Indonesia yang bertemakan #Over100YearsElectroluxVacuum bahwa bermula dari satu penghisap debu pada tahun 1912, Electrolux Indonesia kini telah menciptakan berbagai penghisap debu dengan kinerja terbaik yang membuat kegiatan membersihkan rumah jadi lebih ringan!

Kira-kira, foto penghisap debu andalan Electrolux Indonesia seperti ini:



Keren-keren deh produk penghisap debu dari Electrolux Indonesia, ada yang pakai kantong debu (bag)tanpa kantong debu (bagless), cordless (stick and handheld), wet and dry.

Aku naksir vacuum cleaner dari Electrolux Indonesia yang bagless dan cordless!

Kenapa? karena bagless vacuum cleaner dengan tipe ZMO1520AG, beratnya hanya 3.5kg, ukurannya yang compact memudahkan untuk disimpan dalam ruangan kecil. 

Sedangkan cordless vacuum cleaner dengan tipe ZB3114AK, memiliki mode pembersih regular dan pembersih super cepat, bisa membersihkan rambut dan bulu yang menyangkut pada rol sikat serta dapat ditinggal dalam posisi berdiri kalau tiba tiba ada telepon penting.

Meluncur yuk ke informasi lanjutan tentang produk vacuum cleaner Electrolux Indonesia dan temukan penghisap debu favoritmu!

Friday, 25 November 2016

One Fine Date

Sudah pernah baca kan Cerita Payung?

Demi untuk mengajarkan putra sulungku tentang kesederhanaan, minggu lalu aku mengajaknya menemaniku bekerja dengan menggunakan bus TransJakarta berdua saja.

Sebelum berangkat, aku sudah sounding kalau kami akan berangkat menggunakan bus TransJakarta dan D1 harus siap dengan segala kondisi yang ada, berdesakan, mengantri, kepanasan dan berdiri.

Untuk anak yang fobia ketinggian, berjalan di atas jembatan menuju halte bus menjadi tantangan tersendiri namun aku meyakinkan kalau jembatan cukup aman walau ada beberapa baut yang hilang dan dasarnya terasa mengambang serta dia dapat berpegangan kepada aku supaya tidak jatuh.

Tujuan kami adalah Plaza Senayan dan Senayan City.

Perjalanan pertama dimulai dari haalte Rawa Selatan, kami memang sedang menginap di rumah orangtua saya dan kami tidak kebagian tempat duduk karena pada akhir pekan kondisi di dalam bus memang padat.

Tiba di Harmoni Bus Central, kami masih harus menunggu bus jurusan Kota-Blok M sekitar 7 menit. Aku sudah mulai kuatir kalau D1 akan mengeluh kecapean tapi semua itu gak kejadian. Singkat kata kami sudah di dalam bus menuju Plaza Senayan dan mission accomplished

We did it son! We should done it more often! I am proud of you!

Hal baru yang D1 rasakan adalah menggunakan transportasi umum tidaklah terlalu buruk dan ada banyak tangan tangan yang bersedia membantu... masih ada jiwa jiwa penolong yang kami temui di perjalanan kami dan semoga itu membekas memberikan kenangan.


Thursday, 17 November 2016

Christmas Together with Early Learning Center


Suasana Natal sudah mulai terasa, beberapa mal di Jakarta juga sudah mendesain pertokoan dengan ornamen-ornamen khas Natal dan ga ketinggalan keluarga kami yang juga merayakan Natal. 

Natal memang selalu jadi momen di mana aku mempersiapkan hadiah buat anak-anak dan sanak keluarga. Biasanya, barang yang paling gampang dibeli dan diberikan sebagai hadiah Natal adalah mainan anak-anak tapi bukan sembarang mainan ya...mainan yang dipilih harus sesuai dengan umur dan pertumbuhan anak contohnya mainan-mainan yang ada di Early Learning Centre (ELC).

Jelang akhir tahun, ELC meluncurkan kampanye "Come and Play This Christmas" yang berlangsung mulai 23 November sampai dengan 22 Desember 2016. ELC memperkenalkan rangkaian produk Christmas Toys  yang tepat dan sesuai dengan suasana liburan sekaligus membantu proses tumbuh kembang anak. Dengan demikian, orang tua akan dimudahkan dalam memilih hadiah yang tepat.

Dalam peluncuran koleksi Christmas Toys ELC yang berlangsung di hotel Morrisey, Jakarta, acara dimulai dengan Do It Yourself (DIY) membuat hiasan pohon Natal sambil menunggu undangan media yang datang. Sssst, ternyata siapa yang DIY-nya menarik bisa memenangkan voucher ELC lho... Dan memang ya setiap kali ada event ELC pasti selalu ada DIY yang hadiahnya menarik banget, jadi coba deh kalau datang ke event ELC bikin DIY-nya yang total!

Setelah hadirin sudah tiba, Inga Laurina selaku host membuka acara yang kemudian dilanjutkan dengan live performance adik adik yang menyanyikan lagu lagu Natal.


"Ada sekitar 53 mainan unggulan yang direkomendasikan oleh ELC untuk anak-anak usia 0-8 tahun. Bahkan mainan Drop and Pop Girrafe merupakan koleksi mainan yang berhasil memperoleh penghargaan sebagai "Best Toddler Toy" untuk kategori mainan anak usia 1-3 tahun dari Prima Baby Award yang berpusat di Inggris," jelas Abi selaku Marketing Manager ELC.

Let's check it out!

Kategori 0-1 tahun


Kategori 1-2 tahun



Kategori 2-3 tahun



Kategori 3-4 tahun



Kategori 4-5 tahun


Selain itu, ada juga beberapa promosi seperti kompetisi foto dengan hashtag #ElfieSelfie atau foto di booth yang disediakan ELC, juga tote bag khusus edisi Natal untuk setiap pembelanjaan senilai Rp750.000.


Gak cuma itu, untuk setiap pembelanjaan di seluruh gerai ELC selama periode kampanye bisa mendapatkan free wrapping paper tanpa minimum pembelanjaan. Tersedia juga ELC Gift card sebagai alternatif hadiah sehingga si penerima untuk memilih sendiri mainan-mainan yang diinginkan.

Jadi gimana, udah kebayang mau beli apa buat hadiah Natal?

Happy shopping and have a Merry Christmas!

Tuesday, 15 November 2016

Cerita Payung


Hello!

Pernah denger 'November Rain' kan? 

Emang deh cuaca akhir akhir ini bikin mager! Minggu lalu aja, sepanjang hari Sabtu-Minggu diguyur hujan lebat dan yang menyedihkan di daerah Bandung kena banjir, tanah longsor dan pohon tumbang.

Semoga kondisi Bandung bisa semakin membaik tapi kayaknya akhir Desember gak akan ke Bandung dulu deh buat staycation padahal aku udah haus liburan HAHAHAHA.

Jadi gini, kemarin Jakarta diguyur hujan lebat dan  semalam seperti biasanya aku pulang menggunakan angkutan umum, bus TransJakarta padahal sudah diminta suami untuk menggunakan transportasi berbasis aplikasi tapi karena jam sibuk dan hujan biasanya bakalan lama deh dapetnya....kan aku pengen cepet sampe rumah biar bisa main sama Xiao Dre. Waktu tempuh dengan Bus TransJakarta kurang lebih satu jam, jadi aku udah bisa prediksi jam berapa akan sampai. 

Cerita payung dimulai saat bus berhenti di halte Sarinah, 

Seorang ibu masuk dengan seorang gadis remaja dan petugas meminta kesediaan penumpang untuk memberikan bangku prioritas. Ternyata ibu itu membawa seorang bayi yang sedang tertidur di pelukannya. Ibu tadi terpaksa hujan hujanan dan baju si bayi basah, aku jadi gelisah. Biasa deh kalau udah urusannya sama bayi tiba tiba hati ini jadi mellow. Masih inget kan  tentang cerita botol ASIP?

Begitu ngeliat si ibu dan anak remajanya yang nyaris ga bawa apa-apa, aku jatuh kasian... satu-satunya yang bisa aku bagi cuma payung lipat yang setiap hari aku bawa. Payung lipat itu khusus diberikan oleh papi buatku, jadi sebenernya ada nilai sentimentilnya.

Sempet sih merasa, 'yah cuma payung lipat apa artinya?' Kalau aku bawa pasmina atau scarf pasti aku kasih juga supaya bayi kecil itu bisa ganti bajunya yang basah dan jadi sedikit hangat.

Mungkin ibu itu tidak menyangka kalau hari ini akan hujan.
Mungkin ibu karena terburu-buru jadi pergi tidak membawa payung.

Apa yang aku bisa bantu untuk bayi kecil itu.....

Halte tempat aku turun sudah semakin mendekat dan batin bergejolak. 

Akhirnya aku putuskan untuk memaksa gadis remaja itu menerima payung lipatku. 

'Semoga bermanfaat', doaku meninggalkan bus yang kutumpangi.

Salah satu alasan untuk tetap menggunakan kendaraan umum ketimbang transportasi berbasis aplikasi adalah aku bisa lebih merasakan apa yang terjadi di luar sana, 

Seperti kutipan di buku Adhitya Mulya yang berjudul "Parent's Stories' pada halaman 52, aku ingin menjadi contoh untuk anak-anakku merasa nyaman dengan ragam taraf hidup. Merasa cukup dengan kesederhanaan dan menghargai kemewahan.

Monas, 15 September 2016

Tuesday, 8 November 2016

This Too Shall Pass


Rasanya sudah satu bulan aku gak update blog!

Banyak banget masalah yang datang dan gak udah-udah, sampe aku mau hilang ditelan bumi aja rasanya.

Aku itu paling ga bisa terima kenyataan kalau ada anggota keluarga yang sakit, rasanya tuh patah hati!

Setelah mami sakit dan sembuh pada 2013 lalu, kini giliran papi yang sakit pada 16 Oktober 2016 sampai perlu memakai kateter sampai 2 minggu lamanya. Tes darah pun harus dilakukan untuk melihat kondisi kesehatan papi dan ada 1 tes yang hasilnya ga terlalu bagus, semoga saja itu hanya mengindikasikan adanya infeksi saja.

Belum selesai urusan kesehatan papi, Xiao Dre demam sejak Sabtu, 15 Oktober 2016 dan demam tinggi mulai Senin, 17 Oktober 2016. Pas Senin itu papi harus konsul ke urolog, jadinya aja aku nemenin papi sedangkan abank nemenin Dre ke pediatrician.  Hampir saja Xiao Dre harus menjalani tes darah namun bersyukur dia hanya terkena roseola, sejenis campak yang disebabkan oleh virus yang menyebabkan timbul ruam pada tubuh bila demam sudah turun.

Staycation di Bandung 22 Oktober 2016 yang rencananya mengajak mami dan papi pun batal dan aku kurang piknik karena staycation  terakhir adalah beberapa bulan lalu yang ceritanya bisa dibaca di sini *sedih*

Jumat, 4 November 2016 
Saat kota Jakarta sibuk dengan demonstrasi, aku sibuk bolak balik rumah sakit. Papi harus konsul dengan dr. Prihadi, SpU mengenai hasil cek darahnya. Papi kembali diberikan obat dan antibiotik untuk melihat efek pemberian obat terhadap hasil tes darah selanjutnya.

Selesai dari poliklinik, aku pamit ke papi karena dijemput oleh abank dan Darren untuk jemput calon ART dan mengerjakan beberapa artikel yang sudah tenggat waktu.

Baru saja sampai di tempat calon ART dijemput, mami telepon mengabari kalau Xiao Dre muntah muntah sudah lima kali saat mau mulai makan siang. Akhirnya dengan sedikit panik, kami ke UGD salah satu rumah sakit di Salemba, dengan harapan Dre bisa ditemui pediatrician yang jadwalnya sudah penuh dan gak bisa disisipin walaupun keadaan darurat *huft* Beneran deh sebel banget sama birokrasinya rumah sakit ini! Akhirnya kami memutuskan membawa pulang Dre karena kondisi Dre masih bisa dikatakan baik walaupun memang muntahnya banyak sekali, setiap diisi ASI, air putih dan makanan kecil pasti muntah.

Sebenernya kami bisa aja ke UGD salah satu rumah sakit di Kelapa Gading tempat kakak ipar praktek tapi koq rasanya segan, takut membebani. 

Sesampainya kami di rumah, Xiao Dre kami balurkan bawang merah yang dicampur dengan minyak kayu putih dengan harapan kalau masuk angin seenggaknya bisa meringankan rasa gak enak badannya. Sampai menjelang tidur frekuensi muntah Dre berkurang sampai akhirnya dia tertidur, aku sedikit bisa bernapas lega. 

Aku berharap Xiao Dre bisa cepat pulih agar aku bisa meninggalkannya di rumah dengan tenang karena aku ada undangan makan siang bersama Andra.

Jam 5 subuh seperti biasa Xiao Dre akan terbangun dan biasanya kembali tidur, tapi dia mulai muntah lagi dengan demam 37,5 derajat Celcius. Duh, rasanya sedih ngeliat Dre muntah begitu.... bahkan frekuensinya mencapai 7 kali semenjak pagi sampai siang. Selain muntah, Xiao Dre juga mulai mencret dengan warna kuning kehijauan dan baunya ya ampun, busuk deh Akhirnya aku memutuskan Xiao Dre harus diperiksa kakak ipar dan pulang dibekali dengan antibiotik.

Aku tuh tipikal ibu yang menghindari pemberian antibiotik kalau tidak perlu tapi melihat kondisi Xiao Dre seperti itu jadinya mau gak mau deh hantam antibiotik.

Beberapa obat yang diminum Dre saat muntaber (dari kiri ke kanan):
  • Lacidofil. Ini merupakan suplemen untuk kondisi flora usus, isinya bakteri baik. Diminum 1 kali sehari dengan cara dicampur dengan makanan atau minuman dan harus diberi jarak waktu kurang lebih 3 jam dari obat-obatan lainnya terutama antibiotik. 
  • Narfoz. Obat anti mual dan muntah yang bertujuan untuk menekan rasa mual dan mencegah muntah agar makanan dan minuman bisa diserap usus. Narfoz diminum setiap 1 jam menjelang makan. Muntah itu dikarenakan kondisi di dalam usus yang menolak hadirnya makanan dan minuman. 
  • Cefixime. Ini merupakan antibiotik generik. Aku memilih antibiotik generik karena ini pertama kalinya Dre terpapar antibiotik dengan harapan tubuhnya tidak mudah resisten terhadap antibiotik.
  • Darya Zinc. Ini merupakan suplemen Zinc yang berfungsi untuk menggantikan zinc yang hilang saat anak terkena diare. Baca selengkapnya tentang fungsi zinc.


Get well soon papi and Xiao Dre! Aku udah kangen jalan jalan bareng kalian!

And I do believe in every difficulties, this too shall pass!

Saturday, 22 October 2016

Happy Birthday Sonshines

Hello!

Rasanya baru sekejap mata aku melahirkan Xiao Dre dan sekarang bayi itu sudah berumur genap satu tahun.

Seperti beberapa tahun lalu saat putra sulung saya berulang tahun yang pertama, kami hanya merayakannya meniup lilin pada hari H dan acara syukuran mengundang keluarga saja saat akhir pekan.

Tapi ulang tahun Xiao Dre yang pertama amat berbeda, tidak ada perayaan pas hari H dikarenakan aku sakit sehari menjelang ulang tahun Xiao Dre.

Sedih rasanya, bukannya senang senang dengan Dre....saya malah sibuk dengan sakit saya sendiri.

Aku curhat kepada suami dan meminta untuk membuatkan perayaan kecil-kecilan untuk Xiao Dre dan Darren yang ulang tahunnya berdekatan sekaligus membuat acara syukuran atas selesainya renovasi atap rumah yang membuat kami harus menumpang di rumah salah satu tante suami. 

Curhat pun berujung pada persetujuan abank untuk mengadakan perayaan ulang tahun diawali dengan makan siang tepat di hari ulang tahun Darren. Ide untuk mengumpulkan beberapa teman Darren diinisiasi aku. Aku ingin Darren bisa memiliki persahabatan yang awet dengan beberapa teman sekolahnya sampai dia dewasa nanti.

Dan bersyukur Darren amat senang karena bisa bertemu kembali dengan teman-temannya yang sudah dipisahkan sekolah dan kelas. Aku pun bisa berkenalan dengan orangtua teman-teman Darren, maklum sebagai pekerja kantoran aku jarang banget bisa ketemu dengan orangtua murid teman sekola Darren.

Akhirnya, waktu yang dinanti tiba juga. Acara dilaksanakan di rumah dengan hanya mengundang keluarga dekat dan sahabat yang selama ini banyak membantu kami dala hal renovasi. Bukan hanya Xiao Dre dan Darren yang berulang tahun, ternyata keponakan dan anak sahabat kami juga baru merayakan ulang tahun. Keriuhan ucapan syukur bisa dilihat di foto di bawah ini. 


Aku bersyukur Xiao Dre amat senang begitu juga dengan Darren yang memiliki kesan tersendiri pada ulang tahunnya tahun ini.


Aku juga menyiapkan goodie bag yang desainnya dibantu oleh adik iparku, Vita dan eksekusinya dibantu oleh sahabatku, Livia yang merupakan seorang party planner.

At the end, I want to thank God for His blessings to our little family.
A year is a long journey for Xiao Dre, a sweet journey for me because until today I am able to breastfed him.
9 years is a memorable journey for Darren, I hope.... but for me this 9 years is a journey that teach me that being a mother is the greatest gift ever in my life.

Happy birthday sonshines, rise and shine!

Read More: Darren's 5th Dinomite Birthday Party and Birthday Party on Budget

Monday, 26 September 2016

[SYUKUR PAGI] Reward Yourself

Good morning!

How is your morning?

Mine is busy but good! Sibuk banget sampe ga bisa update blog!

Beberapa waktu lalu, pagi hari saat berangkat ke kantor menggunakan bus transjakarta, aku melihat aksi unjuk rasa di depan stasiun Gambir yang isinya kurang lebih tentang pertanyaan mengapa mereka ternacam di-PHK. Duh, sedih ya ngeliat kayak gitu, sempat kepikiran gimana dengan anak-anak kalau orangtuanya dipecat dan terpaksa harus putus sekolah. Makanya, kita yang sudah punya pekerjaan yang layak dan nyaman harus bersyukur sekaligus gak lupa untuk berdaya bagi lingkungan sekitar kita. Enggak usah deh merasa iri dengan kesuksesan orang lain, yang padahal kalau kita mau tau, dia sukses karena dia bekerja 100 kali lebih keras dibandingkan dengan kita.

Kali ini aku mau ngomongin soal menghargai diri sendiri. Penghargaan terhadap diri itu datangnya dari kita sendiri, kalau datang dari orang lain, kita akan rendah diri. Seringkali banyak orang terjebak dengan opini orang lain tentang dirinya. Kalau kata kata orang lain sudah mulai membuat kamu sedih, inget aja lagunya Christina Aquilera "I am beautiful no matter what they say"

Tuesday, 30 August 2016

IKEA, momen kecil yang berharga


Siapa yang sudah pernah ke IKEA? Kalau aku, akhir pekan minggu lalu berkunjung ke IKEA untuk yang ketiga kalinya!  

Pada kunjungan pertama dan kedua ke IKEA, aku belum pernah mengajak putra sulungku karena terbentur dengan jadwal sekolahnya. Awalnya kami tidak ada rencana untuk main-main ke daerah Alam Sutera, Tangerang tapi sepertinya memang semesta mendukung dan tibalah kami di IKEA.

Sebelumnya, aku tidak pernah tahu apa itu IKEA sebelumnya, sampai pada akhirnya melihat thread discussion di forum The Urban Mama. Sejak dari situ deh akhirnya aku tergila-gila dengan IKEA, selalu kepengen berkunjung ke IKEA karena memang IKEA itu menyenangkan! 

Nih, aku kasi tau 5 hal yang membuat belanja di IKEA begitu menyenangkan:

Thursday, 18 August 2016

Dapur Kaya Rasa

Aku termasuk perempuan yang jarang masuk ke dapur karena sudah terbiasa mendapatkan bala bantuan dari ibu mertua dan asisten rumah tangga. Bukannya anti masuk dapur sih, memang waktu aku aja sebagai working mom yang amat terbatas tapi kalau ada waktu luang yang teramat panjang saat akhir pekan pasti deh langsung masuk dapur walau hanya sekadar ngejus.

Thursday, 11 August 2016

His 1st Bite Experience

Hello!

Beberapa bulan lalu saat akan mempersiapkan Makanan Pendamping ASI buat Dre, bayi bungsuku, aku mulai browsing dan baca mengenai memulai makanan padat pertama.

Pilihan pertama tentunya jatuh pada homemade MPASI tapi tiba-tiba aja beberapa minggu belakangan Dre yang sekarang sudah berusia 10 bulan memulai Gerakan Tutup Mulut (GTM). Kalau begini, aku jadi galau. Galau karena takut Dre kurang makan, berat badan menyusut dan daya tahan tubuh menurun.

Ternyata gak cuma hal-hal yang aku sebutkan di atas bisa mengganggu tumbuh kembang bayi lho, stunting (perawakan pendek) salah satunya. Berdasarkan data World Health Organization pada tahun 2014, Indonesia menempati urutan ke-17 dari 117 negara dengan prevalensi wasting (perawakan kurus) sekitar 14% dan stunting  (perawakan pendek) yang mencapai proporsi tertinggi yaitu 35%.