Thursday, 12 October 2017

[SYUKUR PAGI] #7

7 (dibaca tujuh) adalah sebuah angka, sistem bilangan, dan nama dari glyph yang mewakili angka tersebut. Bilangan yang dilambangkan dengan angka 7 (Arab) atau VII (Romawi). Angka ini merupakan bilangan asli di antara 6 dan 8 yang juga adalah angka favoritku.

7 (tujuh) bulan yang lalu, awal Februari 2017, dengan sangat terpaksa, perusahaan network marketing tempat saya bekerja selama hampir satu tahun lamanya harus tutup. Beban operasional yang cukup besar tidak mampu ditutupi oleh pendapatan penjualan. Tentu saja, saat kabar sedih itu datang, ada rasa khawatir karena aku harus kehilangan nafkah yang jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhanku dan keluarga. Dengan bermodalkan pesangon, aku harus pintar-pintar mengatur keuangan agar kebutuhanku terpenuhi tanpa harus berhutang.

Dan, apakah yang terjadi selama kurun waktu 7 bulan? Banyak! Banyak hal yang sudah terjadi hanya dalam waktu 7 bulan!

Bulan pertama kehilangan pekerjaan full time membuat aku harus  mulai main kucing-kucingan dengan mamih (panggilanku kepada mama). Hal ini aku lakukan supaya mamih ga perlu khawatir dengan keadaanku yang jobless karena sesungguhnya aku masih punya 3 pekerjaan part time yang memberikan nafkah walau tidak sebesar gaji pekerjaan yang lalu. Selain melakukan 3 pekerjaan part time yang menyita waktu dan tenaga, aku juga menerima pekerjaan menulis advertorial maupun product review yang berbayar. Setiap pagi aku harus berangkat pagi dan pulang sore hari selayaknya pekerja kantoran agar mamih tidak curiga. Sebenarnya kalau saja mamih mengerti bahwa bekerja, berkarya tidak hanya bisa dilakukan di korporasi dengan jam kerja yang saklek, mungkin aku ga perlu menutupi kondisiku saat itu. Karena jam kerja part time  yang fleksibel itu, aku jadi bisa punya kesempatan untuk menghadiri blogger event yang seru-seru. Menyenangkan deh bisa ketemu banyak orang baru, menyaksikan pertunjukan teater serta manggungnya Endah n Resha.

Bulan kedua, walau dalam kondisi keuangan yang perlu berhemat, aku masih menyempatkan untuk berlibur ke Puncak dan Lembang bersama dengan keluarga. Tentunya liburan dengan perhitungan, kami bisa saja nekat liburan keluar negeri tapi untuk apa kalau pada akhirnya harus dibayar dengan berhutang? Walau hanya liburan lokal tapi kami merasa punya quality time terbaik terutama di saat mellow seperti ini! Bulan ini juga abank (panggilan saya kepada suami) berulang tahun dan kami hanya makan malam sederhana di bakmi gondangdia yang tempatnya pindah karena pernah terbakar dulu. We survived the second month!

April, bulan ketiga, sekaligus bulan kelahiran aku dan papih (panggilan aku kepada papa). Bulan ini juga pilkada Jakarta dilaksanakan dan aku diberi kesempatan untuk masuk kedalam Balai Kota. Tapi sayang aku ga bisa foto yang bagus dengan Basuki Tjahja Purnama. Pekerjaan part time mulai lucu-lucunya dengan ritme yang cepat dan tiba-tiba. Tanpa aku sadari, stres mulai menggelayut di hati dan pikiran. Tentu saja orang terdekat yaitu suami yang terkena dampaknya, sumbu sabar memendek! Tapi di balik semua kondisi yang serba ga enak itu, aku mendapatkan insight  yang bermanfaat dari #MamakMeiraMeetUp, ceritanya bisa dibaca di sini

Bulan keempat, karena bekerja dengan waktu yang fleksibel, aku jadi punya banyak waktu untuk hadir di acara-acara sebagai seorang blogger. Dan yang paling berkesan adalah acara #TUMBloggersMeetUp bersama Blue Band, aku ketemu lagi dengan Andra setelah sekian lama ga bersua, senang!

Juni, bulan kelima sepertinya bulan keberuntunganku. Aku mendapatkan kesempatan wawancara kerja di sebuah perusahaan di daerah Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Selain itu, aku juga diundang untuk melakukan perawatan rambut di Irwan Team Hair Design, Central Park, Jakarta Utara. Highlight of the month adalah aku tampil secara live menjadi narasumber Atur Keuangan Pasca Lebaran di Selamat Pagi Metro TV!

Bulan keenam aku memutuskan untuk menerima tawaran kerja dari sebuah perusahaan perabot rumah tangga dengan brand dari Jerman dan perusahaan ini merupakan sebuah PMA! Itu artinya aku harus melapor segala aktivitas keuangan ke grup yang ada di Spanyol. Doakan aku bisa mengunjungi Spanyol suatu hari nanti ya :)

Sebenarnya aku sangat cinta pada pekerjaan paruh waktu di sebuah HR Consultant dengan life coach yang keren-keren! Lewat mereka, aku jadi semakin mengenali kekuatanku serta belajar menjadi otentik! Dan ga ketinggala kesempatan jalan-jalan keliling Indonesia dan dunia secara gratis! Tapi dibalik semua organisasi keren pasti ada saja personil yang ganggu, nah daripada aku ikutan terganggu juga jiwanya mendingan aku mengalah dan menerima pekerjaan penuh waktu yang sekarang kujalani :)

Agustus, bulan ketujuh. Bulan yang penuh dengan ucapan syukur karena aku bisa melewati masa-masa sulit di awal tahun ini. Bersama dengan TUM Family, aku staycation  untuk bekerja di Selaras Guest House and Restaurant yang menyenangkan sekali!

Dari semua hal yang pernah terjadi di dalam hidupku, hanya satu yang selalu kupegang teguh bahwa Dia yang Empunya hidup tidak pernah sekalipun meninggalkan aku. Di tengah ketidakberdayaan, tanganNya selalu menopangku dan menjagaku.

Aku selalu percaya, "good things happens to good people who wait"

Jadi, apapun masalah yang kalian hadapi saat ini, percayalah badai pasti berlalu pada saatnya.

related article: Nikmat Sehat

Monday, 25 September 2017

Ibu Bersinar

Saat aku masih lajang, semua kegiatan berpusat pada diri sendiri. Kegiatan yang bermula dari bangun tidur - sarapan ala kadarnya - berangkat bekerja - pulang ke rumah, sesekali hangout bersama teman dan begitu saja terus menerus setiap harinya. Mungkin kegiatan di atas tidak berubah banyak saat aku sudah menikah tapi hal tersebut berubah drastis sejak menjadi seorang ibu.

Pusat kegiatanku kini adalah anak-anak, mulai dari membuka mata, aku harus sigap mempersiapkan semua kebutuhan Darren, putra sulungku yang akan berangkat sekolah. Tidak hanya Darren, aku pun harus menyiapkan sarapan bagi seluruh anggota keluarga. Setelah itu, aku masih harus bersiap untuk berangkat ke kantor dan bekerja penuh waktu.

Jam pulang kantor merupakan jam yang membahagiakan bagi ibu bekerja seperti aku karena itu artinya aku akan segera kembali bertemu dengan suami dan kedua anak kami. Biasanya, setelah tiba di rumah, aku menyempatkan untuk bermain dengan Dre, anakku yang bungsu. Puas bermain dengan si bungsu, aku menyisihkan waktu untuk ngobrol dengan si sulung tentang kegiatannya di sekolah. Dan daftar kegiatan setelah pulang bekerja pun masih berlanjut. Menemani si sulung belajar, menyiapkan makan malam, membersihkan dapur serta peralatan makan, membersihkan diri untuk beranjak tidur, dan hal tersebut berulang setiap harinya!

Terkadang aku merasa bahwa kesibukan sehari-hari ini menyita waktu sehingga tidak sempat untuk melakukan hal yang berkaitan dengan passion-ku. Padahal masih banyak impian yang ingin aku capai walaupun sudah berkeluarga dan berumah tangga. Aku ingin sekali bisa belajar olah vokal, ingin juga lebih sering bepergian dengan keluarga, tidak lupa juga untuk belajar fotografi dan sejumlah bucketlist  yang tertunda.


Menurut survei yang dilakukan oleh Sunlight, 7 dari 10 perempuan akui kesibukan sehari-hari yang menyita waktu bisa jadi hambatan untuk mengejar mimpi terpendamnya. Juga merupakan fakta bahwa perempuan Indonesia adalah sosok yang ingin selalu maju (progress seeker), yang memiliki keinginan kuat untuk mewujudkan impian mereka. Tapi perempuan Indonesia dihadapkan dengan berbagai kesibukan yang menyita waktu sehingga bisa menjadi penghalang untuk mewujudkan impiannya.


"A Happy Mom is A Happy Life". Kalimat ini benar adanya karena perempuan yang menjalankan passion-nya bisa membawa dampak positif bagi dirinya dan juga orang-orang di sekitarnya. "Orang yang telah mencapai aktualisasi diri (self actualization) mampu membangun dan menjaga relasi lebih baik dan memiliki empati yang lebih besar," jelas Ratih Ibrahim, Psikolog Anak dan Keluarga.


Veronika Utami, Head of House Hold Care PT Unilever Indonesia Tbk mengatakan, "Melalui kampanye Ibu Bersinar Sunlight, kami mengajak perempuan Indonesia untuk meluangkan waktu dan berkomitmen #sayasempat untuk mewujudkan impiannya. Dengan keunggulan mencuci 5x lebih cepat, Sunlight memberikan ekstra waktu setiap hari jika dimanfaatkan dengan baik bisa membantu perempuan Indonesia wujudkan impiannya."

Melalui penelitian "Pockets of potential: How micro-learning during pockets of time can lead to new skills and opportunities" Sunlight mengungkapkan bahwa setiap orang dapat wujudkan impian atau passion yang dimiliki dengan menyediakan waktu paling tidak 15 menit setiap harinya dengan mempelajari dan mengulangi keterampilan yang sama.

Kampanye Ibu Bersinar Sunlight memiliki program-program dengan 3 pilar utama, yaitu:
  • Konsumen. Bagi konsumen, Sunlight mengadakan Kelas Ibu Bersinar seputar fesyen bersama Ria Miranda dan memasak bersama Rinrin Marinka. Acara tersebut akan diadakan pada bulan November 2017 di Jakarta sekaligus edukasi memulai bisnis sesuai dengan bidang fesyen dan memasak.
  • Retailer (ibu pemilik warung). Bagi ibu pemilik warung, Sunlight mengadakan "Warung Ibu Bersinar" untuk mentransformasi keterampilan usaha pemilik warung dan bekerja sama dengan Dulux Catylac melakukan pengecatan dan penataan ulang warung agar lebih menarik.
  • Komunitas. "Ibu Bersinar Sunlight" mengundang partisipasi aktif perempuan Indonesia untuk mengikuti program ini dengan mengunggah foto hobi dan minat mereka ke Facebook dan Instagram Sunlight dengan tagar #IbuBersinar untuk mendapatkan kesempatan mengikuti Kelas Ibu Bersinar yang akan diadakan pertama kali di Jakarta pada November mendatang.
Dua mentor yang berpartisipasi dalam Kelas Ibu Bersinar Sunlight, Ria Miranda yang berprofesi sebagai fashion designer dan Rinrin Marinka sebagai chef menyambut positif kegiatan ini. Rinrin menambahkan, "Dengan melihat potensi dan kreativitas yang tinggi dari perempuan Indonesia di bidang kuliner dan memasak, saya berharap dapat membantu mereka selangkah lebih dekat dengan impian mereka."

"Sebagai seorang istri dan ibu memang tidak mudah awalnya memiliki waktu luang untuk menjalankan passion saya sebagai fashion blogger. Semoga keterlibatan saya dapat menginspirasi lebih banyak ibu di Indonesia untuk tidak takut mengejar mimpinya walau sudah berkeluarga dan bekerja sekalipun," ujar Ria.

Dulux Catylac yang diwakili Anastasia Tirtabudi selaku Head of Brand & Consumer Marketing PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia), turut menyambut baik kerjasama dengan Sunlight. "Bagi Dulux, merupakan visi kami untuk dapat meningkatkan hidup masyarakat dengan menjadikan lingkungan mereka lebih baik. Kami percaya bahwa kekuatan transformatif warna dapat membuat lingkungan menjadi lebih menyenangkan, nyaman dan menginspirasi. Kami berharap warna yang diberikan oleh Dulux Catylac membuat Warung Ibu Bersinar lebih cerah menakjubkan sehingga dapat membawa kemajuan usaha."

Dengan kekuatan 5x lebih cepat membersihkan kotoran membandel, Sunlight tidak hanya meringankan pekerjaan rumah tangga sehari-hari namun juga membuat waktu lebih efektif dalam membersihkan dapur. #sayasempat merupakan langkah awal  aku untuk mengembangkan potensi diri sambil tetap memenuhi tanggung jawab sebagai seorang Ibu Bersinar.


Terima kasih Sunlight!

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai Kampanye Ibu Bersinar Sunlight, sila mengunjungi www.sunlight.co.id

Monday, 29 May 2017

Bikin Kue Tanpa Oven, Bisa Gak Ya?

Siapa sih yang ga suka nyemil? Tentunya semua suka dong termasuk aku yang suka banget nyemil aneka kue kering. Saking sukanya, aku jadi kepengen bikin kue sendiri tapi niat ini terpaksa diurungkan karena aku ga punya oven, salah satu peralatan membuat kue yang penting. Sampai-sampai aku mau bikin kue tanpa oven tapi kira-kira bisa gak ya? Akan berhasil atau gagal total ya?

Tau gak sih, padahal mama aku itu jagoan bikin kue lho! dan setiap memasuki bulan puasa dan Idul Fitri, pasti beliau kebanjiran pesanan kue kering.  Dulu waktu belum berkeluarga, aku ikut membantu mama membuat kue pesanan tersebut jadi kurang lebih cukup tahu bahan serta proses pembuatannya. Nah sekarang setelah berkeluarga, aku kepengen juga dong bisa bikin kue yang enak buat suami dan anak-anak.

Tahun lalu, saat D2 mulai MPASI, aku pernah bikin almond cookies sendiri dengan kondisi tanpa oven. Aku memanggangnya dengan menggunakan frying pan dan hasilnya... almond cookies bentuknya ga menarik dan sedikit gosong. Belajar dari pengalaman itu, aku jadi gak pede lagi untuk bikin kue tanpa oven. So, i think having an oven in my kitchen is A MUST!

20 Mei 2017 bertempat di Lucy In The Sky, SCBD, Blue Band Indonesia bersama The Urban Mana mengadakan talkshow dan baking workshop kue khas Lebaran dengan Blue Band Cake and Cookie yang bertema "From Kitchen with Love" yang dihadiri oleh Nando  Kusmanto (Brand Manager Blue Band), Ayu Anjani Raharjo (chef muda berbakat), Ayudia Slamet yang berbagi tentang kebiasaan membuat kue sendiri serta Amy Zein sebagai MC.


"Blue Band mengerti setiap ibu ingin selalu membuat kue khas Lebaran yang enak, istimewa karena dibuat sendiri dengan penuh cinta. Tapi ada tantangan yang juga dihadapi ibu dalam membuat kue Lebaran mulai dari minimnya peralatan membuat kue hingga keterbatasan inspirasi membuat resep kue Lebaran yang unik. Blue Band Cake and Cookies adalah varian Blue Band yang dikhususkan untuk membuat kue dengan perpaduan margarin dan butter. Dengan kandungan butter yang lebih banyak, kue buatan ibu akan lebih sempurna teksturnya, lebih renyah dengan rasa dan aroma yag pas tanpa perlu menambahkan butter", ujar Nando Kusmanto.

Blue Band Cake and Cookie berkolaborasi dengan chef Anjani dengan menciptakan 10 resep kue khas Lebaran tanpa oven. 10 resep kue khas Lebaran tanpa oven tersebut adalah Kastengel, Nastar Keju, Putri Salju Pandan, Bola Mentega, Chocolate Chip Cookies, Kue Kacang Strawberry, Kue Kelapa Kismis, Kue Sus Keju, Kue Putu dan Rainbow Crispy Treats. Kumpulan Resep No-Oven ini dapat diakses gratis melalui website resmi Blue Band dan Fan Page Blue Band.


 Sedangkan bagi Ayudia, "Lebaran merupakan momen spesial untuk keluarga besar saya yang selalu berkumpul saat Lebaran dan pastinya banyak sekali makan dan kue-kue enak. Sekarang saat saya sudah berkeluarga, saya tetap ingin mempertahankan kebersamaan itu dan membuat kue Lebaran sendiri untuk suami dan anak. Saya cukup bingung dalam mencari resep, bukan karena tidak ada tapi justru karena terlalu banyak resep sehingga bingung harus pakai yang mana, belum lagi risiko gagalnya. Makanya saya seneng banget waktu lihat Resep No-Oven di website Blue Band, saya udah gak sabar mau mencoba sendiri karena kelihatannya mudah dibuat, praktis dan pasti enak."

Chef Anjani menceritakan, "Selama proses kreatif menciptakan 10 resep kue khas Lebaran tanpa oven ini, saya merasa antusias sekaligus tertantang karena saya harus menciptakan modifikasi untuk kue-kue yang sangat khas disajikan saat Lebaran sehingga kue-kue ini dapat dibuat tanpa perlu menggunakan oven. Kami pilih resep kue yang biasanya selalu tersedia saat Lebaran dengan cara baking  yang sangat berbeda. Tantangannya, rasa dan tekstur tetap harus klasik seperti yang dikenal banyak orang. Saya berharap 10 resep kue khas Lebaran tanpa oven ini bisa membuat ibu lebih bersemangat menyiapkan kue  yang tidak terlalu rumit proses pembuatannya dan tentunya bisa dibuat tanpa oven."

Kemudian chef Anjani mendemonstrasikan cara membuat Chocolate Chip Cookies tanpa oven. 

  

Ternyata beneran bisa lho bikin kue tanpa oven dengan cara pakai panci yang diberi 2sdm air dan api yang sangat kecil. Dengan cara ini (tanpa oven), proses membuat kue menjadi lebih sederhana dan mudah.  

Selanjutnya aku ikutan tantangan bikin kue tanpa oven dan berhasil!


Ternyata beneran bisa bikin kue tanpa oven! Kalau begini caranya aku jadi makin pede deh bikin kue sendiri yang enak untuk keluarga dan ga ada alasan lagi gak punya oven, resepnya sulit atau gak ada waktu. Rintangan-rintangan itu semua sudah dibuat mudah oleh Blue Band Cake and Cookies, Than you Blue Band dan The Urban Mama!

Kira-kira aku akan cobain bikin kue dari #ResepMudahMeriah yang mana ya di Resep No Oven?

Tuesday, 16 May 2017

COMFI - It's SAFE, COZY and CLEAN

Adakah yang merasa kalau cuaca belakangan ini terasa panas?

Sudah beberapa hari ini aku memasang AC dengan suhu
20o dari malam hingga pagi padahal biasanya dengan suhu 25o saja sudah nyaman. Akibatnya bukan hanya aku saja yang kegerahan tapi Xiao Dre juga, dia jadi rewel dan sulit tidur karena kepalanya gerah dan basah akibat keringat.

Kasian deh tidurnya Xiao Dre jadi terganggu, padahal kualitas tidur pada bayi mempengaruhi pertumbuhan emosi-kognitif (fase REM) dan pertumbuhan fisik (fase non REM).
 
Kenyamanan fisik selama tidur akan membuat tidur bayi menjadi lebih nyaman, siklus tidur REM dan non REM akan bergantian secara alamiah dan teratur, sehingga pertumbuhan fisik, emosi dan kognitif akan berkembang optimal. Kenyamanan fisik selama tidur dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang langsung dirasakan bayi dan balita, antara lain: suhu ruangan, sirkulasi udara, cahaya, suara, dan alas tidur yang digunakan.

Nah, pas banget minggu lalu aku diundang acara launching COMFI Breathing Pillow di tokopedia.

Read more: Sudah cek BalitaKita di tokopedia belum



Setelah aku coba gunakan untuk tidur Xiao Dre, COMFI Breathing Pillow punya keunggulan SAFE-COZY-CLEAN:
  • Total support, no pressure point. Terkadang bantal kepala untuk anak yang ada di pasaran terlampau keras atau bahkan terlalu lembek. COMFI Breathing Pillow dengan struktur "X-90 Degree" 3D yang unik dan terdiri dari 40 titik support per cmsehingga memberikan topangan ortopedi yang baik bagi posisi tulang belakang yang tentunya memantu pertumbuhan serta perkembangan fisik bayi dan balita.
  • Dry Net Surface, High Ventilation. Pernah merhatiin gak kalau anak tidur, pasti kepalanya keringetan? Hal ini sebenarnya wajar karena saat tidur pun tubuh sebenarnya masih bekerja sehingga menghasilkan panas tubuh dan keringat. COMFI Breathing Pillow memiliki bahan 3D Breathable Fabric yang berpori dan membuat tidur si kecil lebih nyaman karena ada sirkulasi udara.
  • Preventing the suffocation. Sering membaca tentang Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)? Sekarang orangtua ga perlu kuatir lagi karena COMFI Breathing Pillow dengan 3D Breathable Fabric-nya mengurangi risiko mati lemas kekurangan oksigen pada bayi karena bahan berporinya membuat udara bebas keluar masuk. Aku sendiri sudah mencoba tidur dengan membenamkan kepala dan memang ga terasa sesak sama sekali.
  • Washable and cleanliness. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa penyebab alergi serta asma pada anak disebabkan oleh tungau. Bahan COMFI Breathing Pillow dapat dicuci dengan air dan kering dengan mudah sehingga semua bakteri, kuman bahkan tungau tidak dapat bertumbuh dan berkembang biak. Artinya kualitas kesehatan anak jadi meningkat, ini investasi yang nilainya tiada tara.
  • Adjustable layer. Ketinggian dari COMFI Breathing Pillow dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan umur bayi dan anak sehingga perkembangan tulang belakangnya baik.
  • European standard- OEKO- TEX 100 Certification. Bantal ini sudah mendapatkan sertifikasi tekstil untuk material (bantal) serta pendukungnya yaitu sarung bantal. Kalau standar Eropa siapa sih yang ragu?

Varian COMFI Breathing Pillow terdiri atas newborn, kids dan teen. Pilihan warna terdiri atas pink dan biru.



 Tenang rasanya kalau melihat tidur Xiao Dre kembali berkualitas!

Gimana, tertarik dengan COMFI Breathing Pillow? Langsung saja kunjungi BalitaKita di tokopedia

Friday, 12 May 2017

Sudah Cek BalitaKita Di Tokopedia Belum?

Hal yang menggembirakan saat memiliki bayi adalah ketika para ibu mulai berburu perlengkapan bayi yang lucu-lucu.

Siapa yang mengalami hal di atas? Tentu saja aku juga mengalami hal yang sama

Waktu anak pertamaku lahir, memang aku mencari perlengkapan bayi yang lucu-lucu tapi ternyata mubazir karena ga sesuai fungsi! Aku sempat menyesal membeli beberapa keperluan bayi yang hanya lucu tapi ga berfungsi sama sekali, jadinya buang buang uang aja kan!

Saat aku dinyatakan hamil anak kedua, aku berjanji mau berburu perlengkapan bayi yang ga hanya lucu tapi punya fungsi yang membantu membuat kehidupanku sebagai seorang ibu menjadi lebih praktis. 

Pucuk dicinta ulam tiba. Tahun 2016, aku berkenalan dengan BalitaKita dan sejak saat itu BalitaKita menjadi referensiku dalam mencari perlengkapan bayi yang terbaik. BalitaKita merupakan penyedia perlengkapan bayi yang aman dan nyaman sehingga ibu tenang dan bayi senang. Aku mencoba salah satu produk BalitaKita yaitu uPang, UV sterilizer tanpa air pertama di dunia yang berasal dari Korea. 

Read more: Review uPang

Kenapa memilih BalitaKita? Karena produk-produk BalitaKita merupakan produk inovasi perlengkapan bayi yang memperhatikan kesehatan, keamanan serta kenyamanan untuk ibu dan bayi. Selain itu, menurut aku, produk-produk BalitaKita merupakan investasi yang baik untuk bayi karena dapat dipakai untuk jangka waktu yang panjang.

Rabu, 10 Mei 2017 bertempat di kantor tokopedia, Wisma 77 Tower 2, Lantai 2, Jakarta Barat, BalitaKita resmi menjadi salah satu merchant di tokopedia.

 
Pada kesempatan itu, BalitaKita yang diwakili oleh Ibu Carlin dan Bapak Alwin memperkenalkan produk-produk yang tersedia di tokopedia (dan akan aku review di blogpost terpisah) yaitu:
  • Comfi Pillow. Bantal ini merupakan bantal yang memiliki rongga sirkulasi udara sehingga bayi dan anak akan tetap merasa nyaman tanpa kepanasan.
  • uPang Sterilizer. Alat steril juara yang menjamin kebersihan peralatan bayi dan membuat hidup ibu menjadi lebih praktis.
  • i-Angel Hip Seat Carrier. Baby carrier yang memperhatikan kesehatan tulang panggul bayi.
  • Comotomo Bottle. Botol susu yang menyerupai payudara ibu sehingga meminimalisasi risiko bayi bingung puting.
  • Brothermax. Peralatan MPASI, botol minum sampai termometer yang amat berguna bagi keluarga.

Dengan adanya BalitaKita di tokopedia, tentunya memudahkan para ibu dalam membeli produk-produk BalitaKita dengan menggunakan cicilan. Sebagai ibu bijak, aku tentunya memanfaatkan cicilan yang tersedia di tokopedia tapi sesuai budget tentunya!



Monday, 10 April 2017

Lifebuoy ActivSilver Formula


Hello all, how are you?

Masih ingat kan ceritaku yang terpaksa harus menjalani Long Distance Love dengan pasangan?

Duh, sedih banget deh karena beberapa minggu lalu, suami dan ibu mertua sakit secara bersamaan dan aku ga bisa hadir 24 jam untuk merawat mereka.

Entah ya, kenapa aku merasa kalau kuman semakin kuat dibandingkan sewaktu dulu. Bahkan, rekan kerja aku juga ada yang anaknya harus dirawat di rumah sakit karena demam namun setelah dites darah masih belum terlihat jenis penyakit apa yang dideritanya, dokter hanya mengatakan bahwa ada virus saja.

Wednesday, 15 March 2017

Multi Language at Early Age, Why Not?

Kekhawatiranku menjelang D2 berusia hampir 18 bulan adalah kemampuannya berbicara.

Bila dibandingkan kakaknya D1 yang lebih fasih berbicara saat seusianya, D1 lebih dulu menguasai kata dan mampu berbicara dua suku kata dengan jelas.

Karena aku masih mengungsi sementara di rumah orangtuaku, kebanyakan orangtuaku menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi dengan D2 sedangkan aku terkadang bahasa Indonesia dan Inggris. Hal ini membuat aku mengira-ngira apakah ada hubungannya keterlambatan bicara (speech delay) dengan penggunaan multi bahasa sehari-hari.

Thursday, 9 March 2017

[SYUKUR PAGI] Nikmat Sehat

Kalau dibaca dari judulnya, udah tau kan postingan kali ini tentang kesehatan.

Hello readers, how is your morning?

Udah lama banget nih ga update  tentang Syukur Pagi, artikel terakhir tentang Reward Yourself.

Kali ini aku mau cerita kalau aku baru aja sembuh dari sakit maag beberapa waktu lalu.

Mungkin karena tanpa saya sadari tubuh ini stres berkepanjangan sejak akhir Januari 2017 di mana perusahaan tempat aku bekerja hampir setahun belakangan ditutup karena tidak tercapainya target revenue untuk menutupi cost perusahaan.

Tuesday, 7 March 2017

Mickey and The Roadster Racers

Mickey Mouse, salah satu karakter Disney yang ceria dan bersemangat menjadi kegemaran anak-anak tanpa terkecuali saya.

Setelah memiliki dua orang putra, tentunya  Mickey Mouse juga menjadi salah satu pilihan tontonan untuk mereka melalui saluran Disney Junior.