Thursday, 18 August 2016

Dapur Kaya Rasa

Aku termasuk perempuan yang jarang masuk ke dapur karena sudah terbiasa mendapatkan bala bantuan dari ibu mertua dan asisten rumah tangga. Bukannya anti masuk dapur sih, memang waktu aku aja sebagai working mom yang amat terbatas tapi kalau ada waktu luang yang teramat panjang saat akhir pekan pasti deh langsung masuk dapur walau hanya sekadar ngejus.

Emang deh kalau punya peralatan masak memasak yang kece itu bikin tambah semangat berkreasi di dapur. Setelah pernah menghadiri kelas memasak bareng Philips Indonesia, aku diundang untuk menyaksikan Philips Indonesia new mixer and blender launching.


Dalam rangka menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, Philips Indonesia memperkenalkan mixer (alat pencampur) dan blender (alat pengaduk).


Cakep cakep ya mixer dan blender baru dari Philips ini, nanti aku akan kasih tau kelebihannya.

Pastinya kita udah tau dong kalau mengkonsumsi makanan, cemilan dan minuman olahan sendiri lebih sehat dibandingkan makanan siap saji atau yang dibeli di luar. Mengolah makanan sendiri artinya kita dapat mengontrol apa yang kita konsumsi. Data terbaru dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa 75% biaya pengobatan berkaitan dengan pilihan gaya hidup, dimana pola makan yang tidak sehat menjadi sumber komplikasi, contohnya rendahnya konsumsi sayur dan buah menjadi penyebab 1,7 juta atau 2,8% kematian di seluruh dunia.

Jasper Westerink, General Manager, Philips Personal Health Indonesia menjelaskan, "Salah satu tujuan Philips adalah mendorong peningkatan kesadaran gaya hidup sehat yang dimulai dari rumah. Kita ketahui bersama bahwa makanan atau kudapan olahan sendiri tentunya lebih sehat karena kita dapat mengontrol bahan yang digunakan, proses menyiapkan hingga memasaknya. Rangkaian produk dan inovasi Philips memang difokuskan pada tahapan persiapan dan pengolahan di dapur. Kami ingin agar para ibu dapat lebih bersemangat lagi menyiapkan makanan dan kudapan olahan sendiri yang bergizi dan lezat sebagai salah satu wujud kasih sayangnya pada keluarga".

Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran akan gaya hidup sehat melalui konsumsi makanan rumah buatan sendiri, Philips Indonesia mendesain dan mengembangkan  mixer dan blender khusus untuk pasar di Indonesia mulai dari warna produk sampai spesifikasi produk seperti kapastas jar lebih besar untuk blender.

"Dengan mixer Philips terbaru yang berperforma tinggi, kami ingin mendorong para ibu supaya lebih sering membuat kudapan seperti cake untuk seluruh anggota keluarga. Sementara blender Philips terbaru membantu para ibu untuk membuat keluarganya lebih sehat dengan menyediakan buah dan sayur setiap hari dalam bentuk smoothies", tambah Jasper. 

Acara Philips selalu menyenangkan karena ada resep yang akan dibuat dengan menggunakan rangkaian produk mixer dan blender terbaru. Kali ini Philips menghadirkan pakar kuliner yang sudah melegenda, Ibu Sisca Soewitomo yang akan mengajak ibu berkreasi membuat cake  merah putih kreasi sendiri. Selain itu, Ibu Sisca Soewitomo juga menantang para ibu untuk membuat muffin pisang secara estafet dalam setiap kelompok dengan menggunakan mixer terbaru dari Philips

 
  
 

Ibu Sisca mengatakan, "Saya sudah menggunakan produk peralatan dapur Philips sejak lama karena memang tahan lama dan praktis. Sebagai ibu rumah tangga sekaligus pengajar, pengisi acara, memsak dan membuat kudapan di rumah bagi keluarga menjadi ritual yang menyenangkan. Selain rasa senang bisa memberikan makana rumah yang bernutrisi, menikmatinya bersama keluarga juga bisa mempererat hubungan keluarga. Jadi untuk para ibu muda, modern, ayo membuat kudapan sendiri di rumah untuk keluarga".

 

Jadi makin penasaran dengan produk terbaru Philips? Ini informasinya:

Daily Collection Mixer HR1559/10/40/50
Mixer tipe ini dilengkapi dengan stand  dan mangkuk. Stand mixer Philips ini memiliki desain pengaduk yang pas dengan mangkoknya sehingga memungkinkan aliran udara masuk kedala adonan dengan maksimal, mengocok lebih sebentar dan lebih cepat sampai 30% dibandingkan mixer lain jadi adonan yang tercampur lebih merata.  Mixer ini memiliki 5 pilihan kecepatan yang dapat diatur dengan mudah, mengocok dengan stabil dan daya listrik hanya 170 sesuai kondisi rumah tangga di Indonesia.

Selain Daily Collection Mixer HR1559/10/40/50, ada koleksi mixer handheld tanpa mangkuk yang mengaduk berbagai adonan kue lebih baik, lebih cepat sampai 15% dibandingkan mixer lain. Mixer Handheld Philips ini juga memiliki  5 pilihan kecepatan yang dapat diatur dengan daya listrik hanya 170 watt.

Sedangkan koleksi blender terbaru dari Philips dengan tipe HR2056 dan HR2057 hadir dengan kekuatan penuh dan tahan lama, menghasilkan smoothies yang lembut, saus yang enak, bumbu dan es batu yang tergiling dengan sempurna. Dilengkapi dengan perlindungan motor anti panas, sistem pengamanan jika tidak tertutup sempurna dan pisau blender bermata empat yang dapat mencampur dengan kuat dengan daya listrik 280 watt. Dan yang paling aku suka dari blender ini adalah bahannya 0% BPA yang aman untuk digunakan bahkan untuk membuat makanan bayi juga kapasitas jarnya yang bisa sampai 1 liter, jadi makin semangat nih bikin almond mylk buat seluruh keluarga.


Rangkaian mixer dan blender terbaru dari Philips sudah bisa didapatkan di pasar swalayan dan toko elektronik terdekat di rumah Anda.

Berikut resep dari Ibu Sisca Soewitomo:

Selamat mencoba!

Facebook: Philips
Twitter: @philips_id

Thursday, 11 August 2016

His 1st Bite Experience

Hello!

Beberapa bulan lalu saat akan mempersiapkan Makanan Pendamping ASI buat Dre, bayi bungsuku, aku mulai browsing dan baca mengenai memulai makanan padat pertama.

Pilihan pertama tentunya jatuh pada homemade MPASI tapi tiba-tiba aja beberapa minggu belakangan Dre yang sekarang sudah berusia 10 bulan memulai Gerakan Tutup Mulut (GTM). Kalau begini, aku jadi galau. Galau karena takut Dre kurang makan, berat badan menyusut dan daya tahan tubuh menurun.

Ternyata gak cuma hal-hal yang aku sebutkan di atas bisa mengganggu tumbuh kembang bayi lho, stunting (perawakan pendek) salah satunya. Berdasarkan data World Health Organization pada tahun 2014, Indonesia menempati urutan ke-17 dari 117 negara dengan prevalensi wasting (perawakan kurus) sekitar 14% dan stunting  (perawakan pendek) yang mencapai proporsi tertinggi yaitu 35%.

“Masalah perawakan pendek (stunting), tidak terhenti di tinggi badan bayi. Dalam jangka pendek, kekeurangan zat besi dan asam amino berdampak terhadap tumbuh kembang, daya tahan tubuh dan fungsi kognitif. Tanpa asaupan nutrisi yang cukup, dalam jangka panjang, kekurangan zat besi, yodium, zinc dan vitamin A, bisa mengakibatkan terjadinya penurunan IQ dan risiko penyakit seperti obesitas, diabetes melitus, jantung koroner, hipertensi dan osteoporosis,” jelas Dr. Attila Dewanti, SpA(K), pakar kesehatan bayi dan anak.

Christofer Samuel Lesmana selaku Brand Manager Milna, menjelaskan bahwa, “Nutrisi yang cukup selama periode emas atau 1000 hari pertama pertumbuhan bayi berperan penting dalam mengantisipasi dampak dari masalah gizi kompleks. Karena pada periode emas, otak, otot dan tulang rangka berkembang pesat dan ketika si kecil genap berusia 2 tahun, perkembangan otaknya sudah sama dengan 80% otak orang dewasa.”

Melihat penjelasan di atas, aku harus gerak cepat nih untuk memenuhi asupan nutrisi Dre yang sedang GTM karena nutrisi dan energi yang dikandung oleh ASI sudah tidak lagi mencukupi!

Aku jadi ingat pernah melihat Milna Bubur Bayi Organik saat berbelanja kebutuhan bulanan pada salah satu lorong hypermarket. Wah, aku jadi tertarik mencobanya untuk Dre karena Milna Bubur Bayi Organik sebagai Bubur Bayi Organik Pertama di Indonesia terbuat dari bahan alami organik pilihan.


Kenapa aku memilih Milna Bubur Bayi Organik untuk Dre

Berikut penjelasan dari Dr. Atilla Dewanti, SpA (K), “Bahan pangan organik diproses secara alami dan system pertaniannya tidak menggunakan bahan bahan kimia dan pengawet. Kelebihan lainnya adalah kandungan zat gizinya dan kadar gulanya lebih tinggi dibandingkan bahan pangan biasa sehingga tidak membutuhkan penambahan gula pada proses pengolahannya.”

Hal tersebut pun ditegaskan oleh Christofer Samuel Lesmana bahwa “Milna Bubur Bayi Organik yang tersedia dalam dua varian rasa yaitu Beras Merah dan Kacang Hijau mengandung 95% bahan organik berkualitas dan sudah tersertifikasi resmi juga sangat cocok untuk suapan pertama bayi sebagai awal pengenalan tekstur dan rasa.”

Nah, terbukti kan kalau Milna Ahlinya Makanan Bayi, maka aku gak kuatir lagi memberikan rangkaian produk Milna yang diformulasikan untuk bayi usia 6 bulan keatas.

Yang kerennya lagi ya, untuk ikut mendukung program pemerintah dalam rangka perbaikan gizi nasional, Kalbe Nutritionals mengadakan kampanye MILNA 1st Bite Day- Momen Makan Pertama Si Kecil.

Kampanye ini mengangkat peran penting ASI dan MPASI dalam rangka memenuhi Angka Kecukupan Gizi Si Kecil lewat seminar interaktif denga pakar kesehatan bayi dan anak serta rangkaian aktivitas lainnya yang berkaitan dengan suapan dan gigitan pertama bayi.

MILNA 1st Bite Day- Momen Makan Pertama Si Kecil memberikan manfaat penting baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Manfaat jangka pendeknya adalah penanaman memori rasa lewat perkenalan ragam rasa dan tekstur sejak dini serta mengurangi risiko alergi pada bayi. Sedangkan dalam jangka panjangnya, MILNA 1st Bite Day- Momen Makan Pertama Si Kecil bermanfaat meminimalisasi kemungkinan bayi menjadi susah makan di kemudian hari dan agar mudah beradaptasi dengan makanan baru.

“Harapannya, edukasi kampanye MILNA 1st Bite Day- Momen Makan Pertama Si Kecil dalam pemberian MPASI yang tepat dapat memenuhi zat gizi spesifik yang dibutuhkan bayi untuk berkembang secara optimal baik dari segi fisik maupun kognitif, bisa berperan dalam mengatasi masalah gizi kompleks yang ada dan mewujudkan Indonesia sehat menuju kehidupan yang lebih baik,” ungkap Helly Oktaviana, Business Unit Head Nutrition for Infant and Baby dari Kalbe Nutritionals.

Dan kabar baiknya, edukasi kampanye MILNA 1st Bite Day- Momen Makan Pertama Si Kecil hadir di Hermes Place, Medan 21 Agustus 2016. Info selengkapnya dapat di baca di Facebook Milna.

And, this is his 1st bite experience with MILNA Bubur Bayi Organik :)


Oh iya, aku pernah memberikan sarapan MILNA Bubur Bayi Organik rasa kacang hijau dicampur dengan potongan pisang untuk menu sarapan Dre dan dia suka sekali!


Beberapa resep MILNA BUBUR BAYI ORGANIK yang juga pernah aku buat:

BUBUR KACANG SAUS JERUK (6 bulan +)
BAHAN:
20 gr MILNA Bubur Bayi Organik rasa kacang hijau
100ml air hangat
30ml perasan air jeruk baby sebagai saus

Cara Membuat:
Tuang air hangat kedalam MILNA Bubur Bayi Organik rasa kacang hijau, aduk rata dan sajikan dengan saus jeruk

*untuk 1 porsi


BUBUR HIJAU ( 7 bulan+)
BAHAN:
30 gr MILNA Bubur Bayi Organik rasa kacang hijau
100ml air hangat
3 kuntum brokoli
1 sdm kacang polong

Cara Membuat:
Cuci bersih brokoli dan kacang polong dan kukus hingga empuk kemudian blender.
Tuang air hangat kedalam MILNA Bubur Bayi Organik rasa beras merah kemudian campur dengan brokoli dan kacang polong yang telah diblender, aduk rata dan sajikan.

*untuk 1 porsi

*Tips: untuk naik tekstur, sayur atau buah dapat dicacah halus tanpa diblender.


Facebook: MilnaID

Twitter: @BundaMilna

Instagram: @milnaid

Website: www.bayimilna.com

Semoga info ini bermanfaat dan selamat mencoba resep Milna Bubur Bayi Organik untuk buah hati Anda :)

Thursday, 4 August 2016

Healthy Breakfast

Selamat pagi!

"Udah sarapan belum? Sarapan apa?"

Pasti kalau ditanya pertanyaan di atas,  jawabannya ada yang nyabu, nasduk.... eits, jangan salah sangka dulu.... nyabu adalah nyarapan bubur J

Biasanya aku memilih buah untuk sarapan tapi beberapa bulan belakangan sepertinya gak memungkinkan untuk mengkonsumsi buah di pagi hari.

Pas banget lagi bingung soal persiapan sarapan, aku mewakili The Urban Mama menghadiri undangan "Healthy Breakfast with Nestle Breakfast Cereal"  di Maple & Oak.

Saat sampai di Maple & Oak, aku suka dengan desain interior-nya, seperti sedang berada di farmhouse J


Aku tergila-gila dengan Cereal Killa, sarapan yang ditawarkan Maple & Oak


Takaran oatmeal-nya pas banget, gak keenceran atau pun kekentalan, taburan Nestle flakes-nya bikin sensasi crunchy 

Sembari menikmati sarapan sehat dari Nestle Breakfast Cereal, Maggie Efendy selaku Marketing Manager memperkenalkan Ece Durukan yang adalah Regional Nutrition and External Affairs Manager sekaligus sebagai narasumber "Healthy Breakfast with Nestle Breakfast Cereal"


Udah tahu belum pentingnya sarapan buat tubuh?

Saat bangun di pagi hari, tubuh kita sudah tidak makan kurang lebih 12 jam. Makanan pertama yang dikonsumsi sehabis bangun tidur sangatlah penting karena memberikan energi dan nutrisi bagi tubuh dan otak.

Perumpamaannya begini, tubuh kita adalah mobil dan sarapan adalah bahan bakarnya. Sarapan mencegah terjadinya mogok pada tubuh akibat kekurangan energi. Sarapan menjadi sangat penting terutama bagi anak-anak usia sekolah. Namun biasanya, waktu sarapan juga merupakan waktu yang amat sibuk dan pastinya banyak ibu yang kerepotan menyiapkan sarapan!

Supaya gak repot, Nestle Breakfast Cereal menawarkan solusi berupa sarapan yang mudah disiapkan tanpa mengesampingkan kandungan gizi yang diperlukan oleh tubuh.

Sebenarnya, kandungan gizi sarapan yang diperlukan oleh tubuh adalah yang seimbang dan mencakup beberapa kelompok makanan seperti buah-buahan, produk susu atau cereal

Why cereal, why not? Mari kita lihat infografis di bawah ini: 


Namun jangan sembarang memilih produk cereal, pilih yang terbuat dari gandum utuh!


Kabar baiknya, Nestle Breakfast Cereal mengurangi jumlah gula dan garam serta melengkapi produknya dengan vitamin D dan kalsium.

So, what breakfast do you have this morning? Please do share J

Friday, 29 July 2016

[CISARUA] Sadly, holiday is over

Hello, masih ingat cerita kami sekeluarga menginap di Safari Lodge Caravan dan berjalan-jalan di Taman Safari Indonesia?

Well, sadly, our holiday must over and we ought to go home.


Pagi ini, begitu bangun dari tidur kami segera sarapan karena saya harus packing, which I really really hate saat D2 tidur sesi paginya.... ya nasib ga bawa asisten jadinya harus pinter pinter curi waktu supaya acara packing hassle free! Saking sebelnya sama packing, aku berharap suatu saat nanti ada robot yang bisa bantuin J


Selesai packing, ternyata sudah wakatunya makan siang! See, packing is time consuming! That's why I hate it, still :p 

Akhirnya kami memutuskan makan siang di dalam Taman Safari  supaya setelah makan siang kami bisa mampir ke bagian Reptil yang sekarang jadi favoritnya D1. Puas melihat aneka jenis reptil, kami beranjak pulang tapi gak seru kalau langsung pulang, biasanya kami sempetin mampir ke beberapa tempat yang ada di Puncak. 


Kali ini pilihan jatuh ke Cimory Riverside sekalian beli oleh oleh buat mama di rumah J

Seneng deh karena di Cimory Riverside ini playground-nya udah rapi dan kita bisa langsung menuju sungainya tanpa harus memesan makanan di dalam resto. Bisa foto-foto cantik secara gratis kan?! J

Gimana, seru kan? Cobain deh dan share juga kalau kalian udah nyobain nginep di caravan J

Monday, 25 July 2016

[CISARUA] Day 2 Night At Caravan


Masih ingat cerita hari pertama kami di Safari Lodge Caravan? Pagi hari kedua, D1 bangun pagi pagi benar dan berjalan jalan di sekitar caravan. 


Setelah Darren puas menjelajahi sekitar caravan, kami memutuskan untuk sarapan pagi di restoran Safari Lodge. Sepanjang perjalanan ke resto, kami menemui beberapa hewan seperti rusa, siamang, kura-kura, angsa dan ikan. Seru sekali!

Surprisingly, resto memiliki akuarium yang bisa membuat anak-anak duduk diam, makan sambil memandangi ikan ikan yang bergerak kesana kemari. Menu sarapan pagi pun cukup beragam sehingga kami bisa sarapan pagi dengan tenang dan kenyang J


Safari Lodge juga dilengkapi dengan kolam renang yang airnya dingin sehingga kami urung untuk berenang, kami hanya mencelup-celupkan kaki sebentar kemudian kembali ke caravan untuk mandi dan bersiap menuju Taman Safari Indonesia (TSI).


Kalau menginap di Safari Lodge, kita bisa mendapatkan keistimewaan berupa pembelian tiket masuk TSI seharga Rp100.000 per orang dan berlaku selama kita menginap.


Udah lama gak main ke TSI, ternyata banyak yang berubah...jadi makin cakep! Daaaaaan yang pasti kegirangan adalah D1 karena dia bisa ngeliat komodo dan hewan reptil lainnya. Sayangnya kami main ke TSI sudah menjelang sore jadi atraksi live show sudah tutup, entah besok masih keburu atau gak untuk balik ke TSI lagi.

Untuk makan malam, kami beli warteg yang ada di pinggir jalan menuju Safari Lodge dari TSI karena restoran di TSI sudah tutup.

Finally, (I) we survived day 2! 

... to be continued ...

Wednesday, 20 July 2016

[CISARUA] Day 1 Night at Caravan

Darren, putra sulung aku sekarang sedang menyukai binatang kadal dan caravan, apalagi setelah menyaksikan Edward Suhadi's Campervan Trip, dia berkhayal suatu hari juga bisa merasakan hal yang sama.

Melihat keinginan Darren yang menggebu-gebu tentang caravan, akhirnya pak suami googling dan ketemu Safari Lodge Caravan.

Aku dan suami memang berencana untuk memberikan kejutan hadiah kenaikan kelas berupa menginap di caravan.

Semenjak melahirkan Dre, kami memang belum sempat untuk berlibur lagi. Hal yang menjadi penghalang bagi saya untuk menginap adalah Dre sudah mulai makan makanan padat ditambah lagi liburan kenaikan kelas tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadhan, duh beneran deh jadi serba salah karena kalau gak berangkat di bulan puasa, Darren akan kembali masuk sekolah dan kami akan menunda liburan untuk kesekian kalinya, padahal aku juga butuh liburan!

Awalnya, karena melihat kapasitas caravan yang cukup untuk 4 orang dewasa, aku mau mengajak kedua orangtuaku berlibur juga tapi Papa gak bisa cuti karena menjelang libur Lebaran perlu stock opname.

Akhirnya, kami memutuskan untuk pergi menginap berempat saja, jujur aku agak kuatir kalau Dre rewel atau susah mencari makan di sana tapi liburan kali ini juga bisa dibilang pilot project untuk liburan kedepannya dengan bayi, jadi aku putuskan let's GO!

Kami sekeluarga berangkat Minggu, 26 Juni dan tidak terlalu pagi karena saat bulan puasa jalanan menuju Cisarua cukup lancar.

First stop, kami mampir ke Cimory untuk beli makanan camilan supaya punya persediaan kalau kelaparan melanda.

Melrimba Garden, waktu nyampe sih gerimis tapi kelamaan cuma mendung aja dengan sinar matahari yang malu-malu. Aku justru senang karena jadi gak terlalu panas. Di Melrimba, kami main di tamannya yang gratis kemudian D1 minta mancing.


Duh, aku ngebayangin kalau kedua orangtua aku ikut pasti mereka bakalan kesengsem sama taman ini! 


Selesai D1 mancing, kami makan siang di restoran yang tersedia di dalam Melrimba Garden, ada high chair dan indoor playground. Makanan rasanya cukup oke dan harganya standar.

Hari pun menjelang sore, kami beranjak dari Melrimba Garden menuju Safari Lodge.


Tentunya saat tiba D1 belum tahu kalau kami akan menginap di Caravan dan dia ribut terus saat check in di lobby.

Daaaaan saat mobil terparkir di depan caravan #10, D1 senang bukan kepalang!


Kondisi caravan cukup baik namun memang karena cuaca yang lembab, lantainya seolah olah basah terus dan terasa dingin, bersyukur pihak Safari Lodge menyediakan sendal ruangan sehingga kami tidak kedinginan. Dalam caravan tersedia 1 bunk bed, 1 kasur yang besar, TV, kulkas mini, electric kettle serta kamar mandi yang dilengkapi shower, toilet, wastafel dan toiletries. Hanya minus di ranjang dan sprei, yang sudah kelihatan kurang terawat. 


Menjelang sore, gerimis turun dan membuat kami harus berada tetap di dalam caravan padahal kami belum membeli makan malam. Ga usah kuatir karena restoran Safari Lodge menyediakan makanan dan minuman yang dapat dipesan dan diantar ke caravan.

Makan malam yang kami pesan adalah capcay kuah, bihun goreng dan ayam goreng, hanya bihun goreng saja yang terasa lebih asin sedangkan capcay kuah dan ayam gorengnya pas!

Malam harinya, kami tidur cukup nyenyak dan tidak terdengar suara suara aneh yang mengganggu. Terkadang karena berada di alam liar, suka takut dengar suara aneh-aneh kan ?! Eh, apa itu aku aja? Hihihihihihi

... to be continued...

Monday, 4 July 2016

[SYUKUR PAGI] Momen Pertama

Pagi ini, saat tulisan Syukur Pagi ini dibuat, aku sedang mengetik sambil menemani Dre yang tidur setelah mandi dan sarapan. Walau Dre sedang sedikit pilek dan batuk, dia bisa tidur nyenyak tentunya karena #Pakai Pampers.

Aku masih ingat #MomenPertama saat Dre masih berbalutkan lemak putih dibaringkan di atas dadaku untuk memulai Inisiasi Menyusu Dini (IMD).

Rasa haru dan bahagia bercampur menjadi satu, janin yang selama hampir 10 bulan ada didalamku, keluar dari tempatnya yang paling nyaman untuk bertemu keluarga yang mencintainya J

Rangkaian peristiwa demi peristiwa mengantarkan Dre, bayi kecil yang kelihatan tak berdaya itu menjadi Dre yang sekarang sudah bisa menutup rapat mulutnya bila tidak menyukai makanan padatnya. Dre sekarang sudah merangkak, duduk dan mulai berdiri atas keinginannya sendiri.


Time flies!

Begitu juga dengan datangnya bulan Ramadhan bagi teman teman umat Muslim yang merayakan, tentunya sibuk dengan persiapan sahur sebelum subuh menjelang. Pampers Indonesia punya tips agar Si Kecil tetap terlelap sementara Ibu mempersiapkan santap sahur untuk anggota keluarga lainnya.


Senangnya kalau Si Kecil mendapatkan tidur berkualitas sehingga bangun dengan ceria dan Ibu tetap dapat mempersiapkan santap sahur bagi seluruh anggota keluarga. Selamat berpuasa keluarga Indonesia J

Kembali lagi ke #MomenPertama, Pampers juga punya video yang kece nih!


Ingin tahu lebih lanjut mengenai #MomenPertama, langsung saja kunjungi Pampers Indonesia.

Apa #MomenPertama Si Kecil? Silakan share di kolom comment J

@honeyjt

Thursday, 30 June 2016

Menjaga Kulit Si Kecil

Beberapa hari lalu, putra bungsu aku rewel banget...gak seperti biasanya dan rewelnya ini sampai narik narik bajunya.

Pastinya dong sebagai seorang ibu aku langsung ngecek baju Dre, siapa tahu ada serangga yang menggigitnya sehingga dia rewel.

Thursday, 23 June 2016

[SYUKUR PAGI] Reality Bites

Masih inget kan tentang postingan Syukur Pagi yang pertama?

Kali ini aku mau cerita tentang Syukur Pagi kembali.

Seperti hari biasanya, aku selalu berangkat dengan menggunakan angkutan umum walaupun terkadang suamiku menawarkan untuk mengantarku tapi entah kenapa semenjak SD aku lebih suka melakukan segala hal sendiri termasuk berangkat kerja.

Berdesak-desakan di KRL gak menciutkan niatku sedikit pun untuk menggunakan angkutan umum, bahkan kalau boleh jujur aku menikmati kesendirianku saat berangkat dan pulang kantor menggunakan angkutan umum walaupun ada sedikit rasa kuatir tentang keamanan apalagi kalau terpaksa harus pulang malam.

Pagi ini sedikit berbeda.

Wednesday, 1 June 2016