Wednesday, 8 November 2017

Dongeng Ajaib dari Para Pemimpi

Dongeng sebelum tidur….
Ceritakan yang indah, biar ku terlelap…
Dongeng sebelum tidur…
Mimpikan diriku, mimpikan yang indah…

Lirik di atas merupakan lagu yang berjudul “Dongeng”, dibawakan oleh sebuah grup musisi kakak beradik yang bernamakan Wayang.

Waktu masih lajang, aku memang sudah menaruh minat terhadap pendidikan anak melalui bercerita. Minatku ini bisa tersalurkan saat ikut menemani pacar pada saat itu menjadi seorang guru Sekolah Minggu. Aku ingat pernah berkeliling Sekolah Minggu di Jakarta untuk melakukan puppet show. Mungkin, ini juga salah satu alasanku memilih si dia sebagai pasangan hidup sekarang.

Dan, terbukti semenjak kami memiliki anak pertama, abank, panggilan sayangku terhadap suami sangat terlibat dalam setiap tumbuh kembang Darren.

Kami mulai memperkenalkan bercerita kepada si sulung sedini mungkin melalui buku bergambar. Awalnya memang sulit untuk membuat si bayi kecil ini fokus terhadap apa yang kami lakukan. Namun lambat laun, dia mulai tertarik dan selalu meminta untuk dibacakan buku cerita favoritnya.


Pernah ada masa di mana Darren merasa bosan dengan cerita yang sama. Aku pun mencoba untuk berdongeng dengan bermodalkan cerita buatan sendiri dan boneka tangan hadiah dari pembelian popok sekali pakai. Ternyata dia semakin tertarik dengan cerita yang aku bawakan melalui dongeng.

Awalnya aku hanya sebatas tahu bahwa mendongeng lebih baik daripada membiarkan anak diasuh oleh gadget. Pada kenyataannya, melalui dongeng, anak-anak mengasah kemampuan berimajinasi.

Menurut pendidik dan pendiri Yayasan Rangkul Keluarga Kita, Najelaa Shihab, “Dengan kesempatan berimajinasi, anak terus menumbuhkan kemerdekaan belajarnya. Kemampuan ini mengembangkan kreativitas anak dan mendorongnya untuk belajar efektif dan menjadi cerdas di masa depan.”

Hal ini pula yang membuat Ariyo Faridh Zidni membentuk komunitas dongeng yang bernamakan Ayo Dongeng Indonesia (ayoDI). Ariyo bermimpi akan Indonesia yang memiliki anak-anak yang cerdas, gemar belajar dan membaca. Dongeng atau cerita bisa “membawa” anak ke mana saja melalui imajinasinya. 


AyoDI konsisten untuk mengkampanyekan kegiatan mendongeng ke berbagai penjuru Indonesia. Komunitas sosial ini telah mengadakan Festival Dongeng Internasional Indonesia (FDII) sejak tahun 2015. Tahun ini, dengan mengangkat tema Cerita Ajaib, AyoDI berharap anak-anak Indonesia akan mampu berimajinasi seluas-luasnya dan mengembangkan kreativitasnya. “Dan di sinilah peran orangtua dan guru untuk menunjukkan keajaiban sebuah cerita kepada anak-anak,” ujar Ariyo yang juga merupakan Direktur FDII.


Kegiatan FDII layak mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya Danone Indonesia melalui Bintang Nutricia. Arif Mujahidin, Communications Director Danone Indonesia, menambahkan, “Bintang Nutricia memiliki komitmen untuk menjadi partner dari orangtua dalam masa tumbuh kembang anak. Selain pemenuhan nutrisi yang tepat, anak juga harus dibangun kecerdasan kognitifnya agar tumbuh kembangnya optimal. Oleh karena itu, Bintang Nutricia mendukung pengembangan kognitif melalui kegiatan dongeng. Dongeng adalah aktivitas yang memiliki banyak manfaat, selain sebagai alat untuk mengembankan kecerdasan kognitif anak, dapat juga sebagai wahana mendekatkan hubungan keluarga.”

FDII 2017 yang berlangsung 4-5 November di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo mungkin sudah berlalu. Namun, jangan sedih, para pendongeng internasional akan mengadakan kunjungan serta roadshow ke beberapa kota di Indonesia.

Apa saja yang terjadi di FDII 4-5 November lalu?

Festival tersebut mempersembahkan puluhan pertunjukan dongeng dari pendongeng Indonesia dan mancanegara yaitu Kiran Shah (Singapura), Seung Ah Kim (Korea Selatan), Craig Jenkins (Inggris), Tanya Batt (Selandia Baru), dan Uncle Fat (Taiwan).

Selain pertunjukan dongeng, ada juga kelas-kelas dongeng yang dapat diikuti oleh pengunjung yang materinya beragam mulai dari cara berdongeng sampai berdongeng tanpa kata. Menarik bukan?

Istimewanya lagi, FDII kali ini kedatangan kelompok teater boneka asal Yogyakarta, Papermoon Puppet Theater. Pertunjukan boneka ini unik dan sangat personal karena cerita diciptakan berdasarkan permintaan penontonnya. Selain itu, Belalang Kupu Kupu yang merupakan kelompok teater boneka yang terdiri dari pendongeng AyoDI yang baru didirikan tahun ini tampil perdana. Kejutan lainnya datang dari penyanyi Andien yang mempersembahkan sebuah dongeng.


Pada kesempatan yang sama, AyoDI merilis buku kumpulan dongeng berjudul "Dongeng Ajaib, Kisah-kisah pilihan Ayo Dongeng Indonesia" yang diterbitkan oleh Noura Publishing. "Penerbitan buku ini adalah langkah bagus bagi AyoDI yang semakin mengukuhkan eksistensinya sebagai sebuah komunitas dongeng yang tidak hanya menguasai teknik mendongeng tapi juga menciptakan cerita-cerita yang bagus untuk anak-anak," ujar Pangestu Ningsih mewakili Penerbit Noura. Untuk pre order buku ini bisa langsung menghubungi Penerbit Noura.


 

6-8 November 2017, AyoDI dan para pendongeng internasional akan mengunjungi sekolah yang ada di JABODETABEK untuk menggelar dongeng. Tujuannya adalah agar dapat mempromosikan kegiatan dongeng di sekolah dalam skala kecil dan menebarkan virus mendongeng kepada anak-anak.

Tidak berhenti di sana, Ayo Dongeng Indonesia bersama para Pendongeng Internasional akan melakukan roadshow secara bersamaan yang dibagi ke beberapa tim, ke berbagai kota di Indonesia dengan jadwal sebagai berikut:

11 November 2017
Bogor, Yogyakarta, Surabaya, dan Banda Aceh
12 November 2017
Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Banda Aceh

Informasi lebih lanjut dapat dilihat di akun media sosial AyoDI
 
Tunggu apalagi, ajak seluruh anggota keluarga untuk mengikuti roadshow FDII 2017!

Selamat mendongeng!

2 comments:

Siti Mudrikah said...

Wah seneng banget deh sm orgtua yg mau meluangkan waktunya buat bercerita atau mendongeng bersama putra-putrinya. Aku jg dlu wktu kecil suka baca cerita2 fantasi ddimajalah bobo, itu mnjadi kenangan Indah smpai skrg. Ayo dongeng keren bgt, mau menjaga mimpi-mimpi anak2 Indonesia dan dunia.

honnie josep said...

Semoga makin banyak lagi orangtua yang membacakan dongeng untuk anaknya terutama di pelosok :)