Monday, 6 December 2010

jatuh cinta terhadap website the urban mama



Setiap hari, saya senang membaca apapun mulai dari buku pelajaran, majalah, koran sampai tagline iklan.

Beberapa waktu lalu, saat main ke rumah orang tua, saya menemukan beberapa catatan buku harian saya dan puluhan majalah remaja dan wanita.

Saya baru sadar bahwa gaji pertama saya di tahun 2002 pun digunakan untuk membeli majalah wanita.

Tinggal mama saya yang selalu “bernyanyi” dan berkata,” duh, kenapa uangnya dibuang- buang untuk beli majalah ?” saya pun hanya memberikan senyum termanis saya untuk mama saya.

Saat saya mengandung putra pertama saya, saya berusaha membekali diri saya yang belum pernah punya pengalaman apapun sebagai seorang calon mama apalagi menjadi seorang mama dengan cara membaca semua buku dan majalah mengenai kehamilan, kelahiran dan cara merawat bayi.

Hingga sekarang saya menjadi seorang mama buat Darren yang menggemaskan, minat membaca saya bukannya menghilang namun semakin menggebu- gebu terutama bacaan mengenai cara mengasuh dan mendidik anak.

Sampai akhirnya saya kenal dengan yang dinamakan blog dan blog yang pertama kali saya lihat adalah blog-nya Ninit Yunita.

Diam- diam saya mulai menjadi pembaca setia www.istribawel.com dan sampai akhirnya Ninit beserta dua sahabat baiknya akan membuat sebuah situs mengenai parenting yang diberi nama The Urban Mama.



Sampai pada tanggal 22 Desember 2009, bertepatan dengan Hari Ibu Indonesia, website The Urban Mama diluncurkan dalam versi beta untuk pertama kalinya.

Tagline The Urban Mama yang berbunyi,” there is always a different story in every parenting style” benar adanya. Bahwa setiap orang tua punya cara mengasuh dan mendidik anak yang berbeda satu dengan yang lainnya. Tapi dengan adanya website The Urban Mama, saya jadi bisa mencuri ide dan ilmu dari setiap mama dan papa yang tergabung dalam forum the urban mama’s website.

Yang sangat berkesan bagi saya adalah saat The Urban Mama menjadi website yang pertama kali menggalang dana untuk korban bencana alam di Wasior, Mentawai dan Merapi. Inilah yang membuat saya jatuh cinta terhadap The Urban Mama yang bukan hanya sibuk membahas mengenai parenting tapi juga peduli terhadap kejadian dan keadaan sekitar kita.

Selamat hari jadi yang pertama The Urban Mama, terima kasih sudah hadir di tengah para ibu Indonesia yang akan melahirkan dan mendidik anak Indonesia yang kuat!

Dan Selamat Hari Ibu Indonesia!

Thursday, 25 November 2010

Grey not (always) Gloomy



Saya bukanlah penggemar fanatik warna abu- abu.

Bagi saya abu- abu warna yang serba tanggung, dibelang kelam tidak, dibilang bersih juga tidak.

Tepat di hari raya Idul Adha, kami janjian dengan teman masa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang masih sering bertemu bahkan kami beri geng kami ini sebuah nama yaitu The Best Seven Girls.

Awalnya saya memakaikan kaos warna abu- abu ke Darren setelah dia selesai mandi sore. Lalu saya pun masih mencari- cari baju apa yang mau saya pakai sampai suami saya memberi ide.

Urban Papa : “Neii, pakai kaos abu- abu kamu aja, aku pakai kaos abu- abu juga.. biar kompakkan”

Urban Mama: “Oh, kaos yg beli 1 dapat 2 itu?”

Urban Papa : “Bukan, kan yang aku beliin ada” *sambil mengambilkan untuk saya*

Urban Mama : “Oh, iya… bawahannya jeans juga ya”

Dan akhirnya, pergilah kami ke mal dengan dandanan seperti foto diatas.

On Urban Papa
Baju : unbranded
Celana : number 61
Sendal: ando

On Urban Mama
Baju: hammer
Rok: nevada
Sendal : crocs

On Urban Kid
Baju: unbranded, FO Bandung
Celana: hippo baby
Sendal: unbranded, Passer Baroe

Monday, 22 November 2010

Day 4 Liburan Lokal 2010

Pagi- pagi sekali kami menuju pantai untuk melihat lumba- lumba.



Sayangnya, lumba- lumba hanya sesekali melompat keluar ke permukaan air. Saya rasa terlalu banyak kapal yang mengejar sehingga lumba- lumba enggan keluar permukaan air.





Sebelum meninggalkan Lovina, kami sempatkan berenang di kolam yang memiliki view ke pantai , ah menyenangkan sekali!





Hari ini kami akan kembali ke Jakarta. Sebelum meninggalkan pulau dewata ini, kami sempatkan mampir ke pura Ulundanu.



Pura Ulundanu Batur adalah pura yang terletak di tengah danau Beratan. Anehnya, setiap kali saya ke tempat ini cuaca pagi sampai jam 2 siang matahari bersinar terik tapi kalau lewat jam 2 siang selalu ada hujan rintik yang menghiasi.



Goodbye Bali, till we meet again :)

Friday, 19 November 2010

Day 3 Liburan Lokal 2010



Setelah check out dari Waka di Ume, kami melanjutkan perjalanan ke pura Tirta Empul yang letaknya tepat dibawah Istana Kepresidenan Tampak Siring dan melanjutkan perjalanan menuju ke Lovina.









Sampai di Lovina, kami segera mencari penyewaan kapal tongkang untuk melihat lumba- lumba besok. Sebenarnya hotel juga menyediakan penyewaan kapal hanya saja lebih mahal sehingga kami memutuskan untuk menyewa kapal milik penduduk sekitar pantai Lovina.



okay, that is the end of today :)

DAY 2 Liburan Lokal 2010

Kami hanya menginap semalam saja di hotel sekitaran Tuban maka kami puaskan dengan berenang pagi sebelum meninggalkan hotel menuju tempat wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan pasar Sukowati.



Dalam perjalanan kami sempatkan untuk membeli makanan cepat saji untuk makan siang Darren dan mampir ke Pia Legong untuk cemilan kami selama di perjalanan.

Sampailah kami di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park. GWK didesain dan dibangun oleh Nyoman Nuarta, seorang seniman Indonesia. Hanya sayang, monumen yang terdiri dari beberapa bagian dan tingginya akan mencapai 150 meter terbengkalai karena sejak dibuat sampai saat ini belum juga kelihatan akan disatukan.







Selesai dari GWK, kami meluncur ke pasar seni Sukowati untuk menyalurkan hasrat belanja.

Sayangnya, kami tiba saat pasar sudah akan tutup. Hanya beberapa oleh- oleh yang berhasil kami beli.

Di hari ke- 2 ini, kami menginap di Ubud.

Karena memang perjalanan kami ke Bali ini akan sampai ke Lovina yang letaknya di ujung atas pulau dewata ini. Sehingga kami menginap berpindah- pindah, but it is fun anyway.

Ubud terkenal dengan tempat yang sejuk dan tenang. Dan benar saja, saya “kerasan” di Ubud.

Di Ubud bisa kita temukan resto untuk vegetarian yang ramah lingkungan seperti Bali Buddha, ah jadi ingat film Eat, Pray, Love-nya Julia Roberts.

Ubud pun terkenal dengan tempat berkumpulnya kesenian khususnya kesenian mematung dan melukis.

Sayang sekali kami tidak menyempatkan diri berhenti di pasar seni Ubud, padahal pandangan mata saya memberikan sinyal bahwa banyak benda seni yang dijual murah disana.

Di Ubud, kami menginap di Waka di Ume villa and hotel.





Waka di Ume sendiri artinya adalah Heaven in paddy field. Hotel ini sangat nyaman dan sunyi, cocok sekali untuk menyendiri dan relaksasi dari kebisingan kota besar seperti Jakarta. Suatu saat saya akan kembali ke Ubud untuk berdiam dan menikmati hening selama beberapa hari (crossing finger).

Tuesday, 16 November 2010

Day 1 Liburan Lokal 2010

Liburan lokal kali ini dengan misi hadiah ulang tahun ke- 66 buat mama mertua.

Dari jauh- jauh hari kami sudah beli tiket pesawat tujuan Denpasar dengan transit di Surabaya dan harganya lumayan murah.

Jum’at, 13 Agustus 2010 seharusnya kita berangkat kurleb jam 2 siang tapi tiba- tiba jam 10.30 (hari yang sama) sms masuk dan memberitahu bahwa penerbangan kami dipindahkan ke jam 21.00.

Alasannya karena penumpang dari Surabaya penuh.

Jujur saya marah, karena alasan yang dikemukakan maskapai penerbangan tersebut sangat tidak masuk akal.

Kami sudah menyewa kendaraan yang sudah stand by di bandara Ngurah Rai sejak jam 5 sore.

Kami sudah membeli tiket penerbangan 3(tiga) bulan dimuka, seharusnya mereka dapat mengantisipasi membludaknya penumpang dari Surabaya.

Akhirnya siang itu juga kami mendatangi kantor pusat maskapai penerbangan tersebut dan meminta agar penerbangan kami dapat berjalan sesuai jadwal, tapi tetap saja kami harus menunggu sampai nanti malam.

Setelah tidak ditemukan titik temu, kami mengalah dengan mengikuti jadwal terbang nanti malam. Namun tetap saja walaupun jadwal penerbangan adalah jam 21.00, pesawat delay sampai jam 22.00.



Lagi- lagi saya kecewa dengan pelayanan maskapai ini, masalahnya saya membawa anak balita.

Benar- benar kapok untuk menggunakan maskapai penerbangan yang satu ini. Puji Tuhan anak saya bukan anak yang manja sehingga dia bisa “menikmati penantian panjang” untuk masuk ke dalam kabin pesawat.



Tepat pukul 23.30 kami tiba di bandara Ngurah Rai dengan kondisi yang sudah lelah dan langsung bergegas menuju hotel untuk istirahat malam.

Thursday, 28 October 2010

Memaknai Sumpah Pemuda 28 Okt 2010



Tepat 26 Oktober 2010, setelah kemarin malam warga Jakarta bersumpah serapah di jejaring sosial, bencana kembali melanda ibu pertiwi.

Gempa dan tsunami di Wasior dan Mentawai serta awan panas Merapi memakan korban jiwa.

*Deepest condolences for all victims*

Keadaan mereka, kita, saya yang terjebak banjir dan kemacetan berjam- jam nampaknya tidak seberapa dibanding saudara kita yang terkena bencana.

Sejatinya, kita masih bersyukur karena kita masih bisa bernapas dengan “seenak udel” kita, kita masih bisa makan 3 (tiga) kali sehari, pakaian layak masih melekat di tubuh kita yang bisa dikatakan sehat, kita masih punya tempat tinggal dan mata pencaharian kita.

Entah, bagaimana kalian memaknai Sumpah Pemuda , 28 Oktober 2010.

Sumpah Pemuda harusnya menjadi momen kebangkitan atas perjuangan para pendahulu kita.

Saat itu, ibu pertiwi begitu berarti bagi para pendahulu kita.

Mereka berdiri diatas segala perbedaan untuk menjadi satu, satu tumpah darah, satu bahasa dan satu bangsa.

Sedangkan, lihat bangsa ini sekarang… tidak lebih dari bangsa yang kerdil cara berpikirnya, kekerasan atas nama agama diagungkan, tidak ada lagi kata satu dalam nafas kita.

Begitu mudah kita diporakporandakan hanya oleh kata “perbedaan”.

Hanya karena seseorang tidak sawo matang, tidak se- “aliran”, tidak kuning langsat, tidak sepaham, tidak setuju maka yang lain dapat dengan mudah menuduh, mencaci, bahkan menikam.

Apa perjuangan nyatamu untuk Indonesia ?

Lokasi bencana perlu kalian, kita dan saya untuk bergerak.

Kadang saya berpikir, alangkah baiknya kalau tenaga mahasiswa yg kerjanya hanya demonstrasi dan protes kepada pemerintah untuk membantu di lokasi bencana.

Action Speaks Louder than Words

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Thursday, 21 October 2010

Tujuan keuangan pasangan menikah part 2



Akhirnya tulisan ini terbit juga setelah beberapa waktu ini saya disibukkan dengan urusan pekerjaan dan rumah tangga.

Yuk kita bahas apa saja tujuan keuangan pasangan menikah bagian ke- dua ini.

Setelah tujuan memiliki rumah dan kendaraan menjadi prioritas tujuan keuangan pasangan yang baru menikah, maka prioritas selanjutnya adalah memiliki anak.

Memiliki anak berarti orangtua bertanggung jawab dalam pendidikan si anak.

Kalau di perencanaa keuangan syariah, memiliki anak merupakan salah satu tujuan keuangan yang utama . Dimulai dari biaya pemeriksaan rutin calon bayi ke DSOG sampai biaya melahirkan.

Ada baiknya walaupun belum memiliki anak, Dana Pendidikan anak sudah mulai dipersiapkan.

Ingat bahwa semakin dini dipersiapkan maka semakin sedikit uang yg diinvestasikan setiap bulannya sehingga kita masih bisa menikmati gaya hidup kita.

Pada kenyataannya, sekolah di Indonesia itu mahal! Program sekolah gratis pun tidak sepenuhnya gratis.

Biaya pendidikan di Indonesia mengalami inflasi sebesar 20% per tahunnya.

Deposito yang bunganya pertahun hanya sebesar 7-9% tentunya tidak mampu menandingi inflasi biaya pendidikan apalagi tabungan biasa di bank.

Oleh sebab itu berinvestasi menjadi penting. Investasi yang dapat dimulai dengan murah meriah adalah reksadana.

Hanya dengan modal Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) saja kita sudah mampu memiliki reksadana saham.

Reksadana saham dapat dipersiapkan untuk Dana Pendidikan Anak jenjang SMP- S1.

Sedangkan untuk jenjang pendidikan pre school dan TK , RD Pasar Uang merupakan pilihan yang tepat.

Untuk jenjang pendidikan SD , bisa digunakan RD Campuran.

Setelah Dana Pendidikan Anak aman dari jenjang pre school sampai S1, maka selanjutnya yang perlu dipersiapkan adalah Dana Pensiun.

Mengapa Dana Pensiun ? Karena setelah pensiun, penghasilan seseorang tentunya akan terhenti (kecuali PNS) padahal masih memerlukan uang untuk biaya hidup setelah pensiun.

Saya pernah berdiskusi dengan suami saya dan kami berjanji setelah tua nanti, kami tidak ingin membebani anak- anak dengan biaya hidup kami. Kami ingin masih bisa nongkrong di bioskop, bisa liburan walaupun anak- anak sudah mandiri secara finansial nantinya.

Reksadana saham menjadi pilihan tepat untuk persiapan Dana Pensiun.

Selamat berinvestasi!

Owning Self Confidence

This is radio show of Career Coach on hardrock fm

Confidence may be the single most important criteria in personal and professional growth.

Having confidence is like being pregnant either you have it or you don’t

There is no half way in confidence. It is not about what you know, it is about what you believe in

People who lack of confidence are mostly afraid of being wrong and be blamed for it

People without confidence would complain 10 times as much about life’s uncertainties

Lack of confidence is not knowing yourself, not sure about your intention or expect instant gratification

Confidence is replace self doubt with self worth.

Confident people simply do not care about being wrong. They are sure about being truthful with themselves

Confident people are not apologetic because they do not make mistakes intentionally

Confident people finds insecurity stimulating and opportunity exciting

Confident people would say, “Never complain” nor explain

Take some risks, make yourself do what you fear

You don’t know everything but so does the rest of the people of the world

Nobody knows anything

You know more than you think you do

Good intention is a good start but should be complimented with real acts