Thursday, 11 August 2016

His 1st Bite Experience

Hello!

Beberapa bulan lalu saat akan mempersiapkan Makanan Pendamping ASI buat Dre, bayi bungsuku, aku mulai browsing dan baca mengenai memulai makanan padat pertama.

Pilihan pertama tentunya jatuh pada homemade MPASI tapi tiba-tiba aja beberapa minggu belakangan Dre yang sekarang sudah berusia 10 bulan memulai Gerakan Tutup Mulut (GTM). Kalau begini, aku jadi galau. Galau karena takut Dre kurang makan, berat badan menyusut dan daya tahan tubuh menurun.

Ternyata gak cuma hal-hal yang aku sebutkan di atas bisa mengganggu tumbuh kembang bayi lho, stunting (perawakan pendek) salah satunya. Berdasarkan data World Health Organization pada tahun 2014, Indonesia menempati urutan ke-17 dari 117 negara dengan prevalensi wasting (perawakan kurus) sekitar 14% dan stunting  (perawakan pendek) yang mencapai proporsi tertinggi yaitu 35%.
“Masalah perawakan pendek (stunting), tidak terhenti di tinggi badan bayi. Dalam jangka pendek, kekeurangan zat besi dan asam amino berdampak terhadap tumbuh kembang, daya tahan tubuh dan fungsi kognitif. Tanpa asaupan nutrisi yang cukup, dalam jangka panjang, kekurangan zat besi, yodium, zinc dan vitamin A, bisa mengakibatkan terjadinya penurunan IQ dan risiko penyakit seperti obesitas, diabetes melitus, jantung koroner, hipertensi dan osteoporosis,” jelas Dr. Attila Dewanti, SpA(K), pakar kesehatan bayi dan anak.

Christofer Samuel Lesmana selaku Brand Manager Milna, menjelaskan bahwa, “Nutrisi yang cukup selama periode emas atau 1000 hari pertama pertumbuhan bayi berperan penting dalam mengantisipasi dampak dari masalah gizi kompleks. Karena pada periode emas, otak, otot dan tulang rangka berkembang pesat dan ketika si kecil genap berusia 2 tahun, perkembangan otaknya sudah sama dengan 80% otak orang dewasa.”

Melihat penjelasan di atas, aku harus gerak cepat nih untuk memenuhi asupan nutrisi Dre yang sedang GTM karena nutrisi dan energi yang dikandung oleh ASI sudah tidak lagi mencukupi!

Aku jadi ingat pernah melihat Milna Bubur Bayi Organik saat berbelanja kebutuhan bulanan pada salah satu lorong hypermarket. Wah, aku jadi tertarik mencobanya untuk Dre karena Milna Bubur Bayi Organik sebagai Bubur Bayi Organik Pertama di Indonesia terbuat dari bahan alami organik pilihan.


Kenapa aku memilih Milna Bubur Bayi Organik untuk Dre

Berikut penjelasan dari Dr. Atilla Dewanti, SpA (K), “Bahan pangan organik diproses secara alami dan system pertaniannya tidak menggunakan bahan bahan kimia dan pengawet. Kelebihan lainnya adalah kandungan zat gizinya dan kadar gulanya lebih tinggi dibandingkan bahan pangan biasa sehingga tidak membutuhkan penambahan gula pada proses pengolahannya.”

Hal tersebut pun ditegaskan oleh Christofer Samuel Lesmana bahwa “Milna Bubur Bayi Organik yang tersedia dalam dua varian rasa yaitu Beras Merah dan Kacang Hijau mengandung 95% bahan organik berkualitas dan sudah tersertifikasi resmi juga sangat cocok untuk suapan pertama bayi sebagai awal pengenalan tekstur dan rasa.”

Nah, terbukti kan kalau Milna Ahlinya Makanan Bayi, maka aku gak kuatir lagi memberikan rangkaian produk Milna yang diformulasikan untuk bayi usia 6 bulan keatas.

Yang kerennya lagi ya, untuk ikut mendukung program pemerintah dalam rangka perbaikan gizi nasional, Kalbe Nutritionals mengadakan kampanye MILNA 1st Bite Day- Momen Makan Pertama Si Kecil.

Kampanye ini mengangkat peran penting ASI dan MPASI dalam rangka memenuhi Angka Kecukupan Gizi Si Kecil lewat seminar interaktif denga pakar kesehatan bayi dan anak serta rangkaian aktivitas lainnya yang berkaitan dengan suapan dan gigitan pertama bayi.

MILNA 1st Bite Day- Momen Makan Pertama Si Kecil memberikan manfaat penting baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Manfaat jangka pendeknya adalah penanaman memori rasa lewat perkenalan ragam rasa dan tekstur sejak dini serta mengurangi risiko alergi pada bayi. Sedangkan dalam jangka panjangnya, MILNA 1st Bite Day- Momen Makan Pertama Si Kecil bermanfaat meminimalisasi kemungkinan bayi menjadi susah makan di kemudian hari dan agar mudah beradaptasi dengan makanan baru.

“Harapannya, edukasi kampanye MILNA 1st Bite Day- Momen Makan Pertama Si Kecil dalam pemberian MPASI yang tepat dapat memenuhi zat gizi spesifik yang dibutuhkan bayi untuk berkembang secara optimal baik dari segi fisik maupun kognitif, bisa berperan dalam mengatasi masalah gizi kompleks yang ada dan mewujudkan Indonesia sehat menuju kehidupan yang lebih baik,” ungkap Helly Oktaviana, Business Unit Head Nutrition for Infant and Baby dari Kalbe Nutritionals.

Dan kabar baiknya, edukasi kampanye MILNA 1st Bite Day- Momen Makan Pertama Si Kecil hadir di Hermes Place, Medan 21 Agustus 2016. Info selengkapnya dapat di baca di Facebook Milna.

And, this is his 1st bite experience with MILNA Bubur Bayi Organik :)


Oh iya, aku pernah memberikan sarapan MILNA Bubur Bayi Organik rasa kacang hijau dicampur dengan potongan pisang untuk menu sarapan Dre dan dia suka sekali!


Beberapa resep MILNA BUBUR BAYI ORGANIK yang juga pernah aku buat:

BUBUR KACANG SAUS JERUK (6 bulan +)
BAHAN:
20 gr MILNA Bubur Bayi Organik rasa kacang hijau
100ml air hangat
30ml perasan air jeruk baby sebagai saus

Cara Membuat:
Tuang air hangat kedalam MILNA Bubur Bayi Organik rasa kacang hijau, aduk rata dan sajikan dengan saus jeruk

*untuk 1 porsi


BUBUR HIJAU ( 7 bulan+)
BAHAN:
30 gr MILNA Bubur Bayi Organik rasa kacang hijau
100ml air hangat
3 kuntum brokoli
1 sdm kacang polong

Cara Membuat:
Cuci bersih brokoli dan kacang polong dan kukus hingga empuk kemudian blender.
Tuang air hangat kedalam MILNA Bubur Bayi Organik rasa beras merah kemudian campur dengan brokoli dan kacang polong yang telah diblender, aduk rata dan sajikan.

*untuk 1 porsi

*Tips: untuk naik tekstur, sayur atau buah dapat dicacah halus tanpa diblender.


Facebook: MilnaID

Twitter: @BundaMilna

Instagram: @milnaid

Website: www.bayimilna.com

Semoga info ini bermanfaat dan selamat mencoba resep Milna Bubur Bayi Organik untuk buah hati Anda :)

9 comments:

Helenamantra said...

Wah asik dapat resep mpasi praktis dan bergizi

Prita Hw - LIVE UR PASSION said...

Wahhhh, lucunya pas maem bubur :D Resepnya oke juga ya mbak^^

Aprillia Ekasari said...

Anak-anakku paling suka produk milna juga terutama biskuit sama pudingnya :D

keluargahamsa(dot)com

zata ligouw said...

Wah buburnya organik ya Hon, sehat dong yaa.. Jd inget dulu anak2 msh kecil kadang aku kasih milna juga..

Nunung Yuni Anggraeni said...

Sudah lama bangeet gak berurusan sama MPASI ini. Tapi bentar lagi kayaknya berurusan lagi deh sama MPASI ini kalau debay nya ntar lahir.Btw dulu kakak-kakaknya juga pakai Milna.Praktis soalnya..

honnie josep said...

Helenamantra: selamat mencoba ya bunda, semoga dedek bayi suka jadi ada variasi makannya :)

Prita: hai mbak Prita, wajib coba deh resepnya mudah :)

Aprillia Ekasari: aku juga ga sabar mau kasih puding Milna sebulan lagi :)

zata: iya Ta, seneng deh ketemu bubur organik ini, sehat. Emang Milna nih andalan banget apalagi kalau lagi traveling :)

Nunung Yuni: wah selamat ya buat kehamilannya, sehat dan lancar sampai melahirkan ya. Semangat buat MPASI/MPASU debay nanti ya :)

Rusydina Tamimi said...

Resepnya enak itu kayaknya :D
btw aku juga makan milna kadang2 wkwkw aku camilin XD

Relita Aprisa said...

Sama mba..anak saya juga sekarang 1 th mulai susah makan..sejak 10 bulan, bingung jg yaa mba kalau anak kaya begini :(

Relita Aprisa said...

Sama mba..anak saya juga sekarang 1 th mulai susah makan..sejak 10 bulan, bingung jg yaa mba kalau anak kaya begini :(