Sabtu, 17 Maret 2018 akhirnya tiba, hari itu merupakan hari aku sekeluarga terbang ke Singapura (SIN) untuk liburan sekejap.
read more: Buat Paspor Tanpa Calo
Aku menggunakan maskapai penerbangan Jetstar yang didapatkan dari traveloka. Jangan tanya berapa harga tiket pesawat yang dibayarkan karena aku membeli tiket pesawat pp beserta dengan hostel (private room) selama 4D3N total seharga Rp8.266.594 untuk 4 orang dewasa dan 2 orang anak. Kalau dihitung murah juga ya, per orang hanya membayar Rp1.378.000 untuk tiket CGK-SIN pp beserta hostel 4D3N!
read more: Berburu Tiket Pesawat dan Akomodasi Murah
Jadwal pesawat boarding adalah jam 12:35, aku dan keluarga berangkat menuju Soekarno Hatta International Airport (SHIA), Cengkareng Terminal 2 (T2) pada jam 10:00. Sehari sebelumnya suami sudah memesan taksi Bluebird dan meminta armada Honda Mobilio karena jumlah penumpang dewasa sebanyak 4 orang dan 2 orang anak (umur 10 tahun dan 2 tahun) serta bagasi yang cukup banyak.
It is about life changing experience. Enjoy the blog, write your comment and hope that we all learn something about LIFE :)
Sunday, 24 June 2018
Tuesday, 12 June 2018
Sentuhan Cinta Ibu
"Ma... kaki dedek pegel"
Biasanya kalau Xiao Dre sudah ngomong begini artinya dia minta dipijat lembut menjelang tidur malam. Dre memang senang sekali beraktifitas di luar ruangan, walau hanya sekadar mengunjungi rumah seorang Oma bernama Ai Chen. Dre akan berlari-lari kecil menuju rumah sang Oma. Setelah dipijat, Dre akan tidur malam dengan nyenyak, ajaib deh!
Nah, siapakah dia antara ibu/mama/mommy/bunda sekalian yang juga memijat bayi sejak lahir? Kalau aku sejak memiliki anak pertama sampai kedua selalu melakukan pijat untuk bayi sendiri belajar dari buku.
Biasanya kalau Xiao Dre sudah ngomong begini artinya dia minta dipijat lembut menjelang tidur malam. Dre memang senang sekali beraktifitas di luar ruangan, walau hanya sekadar mengunjungi rumah seorang Oma bernama Ai Chen. Dre akan berlari-lari kecil menuju rumah sang Oma. Setelah dipijat, Dre akan tidur malam dengan nyenyak, ajaib deh!
Nah, siapakah dia antara ibu/mama/mommy/bunda sekalian yang juga memijat bayi sejak lahir? Kalau aku sejak memiliki anak pertama sampai kedua selalu melakukan pijat untuk bayi sendiri belajar dari buku.
Monday, 11 June 2018
Anti Panik saat anak sakit di tempat liburan
Memiliki anak yang mudah diajak liburan memang menyenangkan. Darren, si sulung memang terbiasa menggunakan jalur darat dan udara sejak usianya belum satu tahun. Aku enggak pernah mengalami D1 mendadak sakit saat bepergian, pokoknya memori liburan kami indah sekali!
Maret lalu, kami sekeluarga liburan ke negara singa nyembur banyu. Persiapannya memakan waktu 4 tahun dengan menabung karena aku juga mengajak papi dan mami ikut serta.
read more: Liburan Pertama Kali Ke Singapura
Perjalanan pun lancar, D2 tertidur saat pesawat take off. Ketika mendarat, mendadak tubuh D2 demam! Celakanya, aku enggak membawa obat penurun demam yang biasa dikonsumsinya. Yang aku bawa hanya minyak atsiri peppermint yang dapat digunakan untuk membantu meredakan demam. Aku pun berharap setelah diolesi minyak atsiri, demam D2 bisa turun sehingga kami bisa melanjutkan liburan.
Maret lalu, kami sekeluarga liburan ke negara singa nyembur banyu. Persiapannya memakan waktu 4 tahun dengan menabung karena aku juga mengajak papi dan mami ikut serta.
read more: Liburan Pertama Kali Ke Singapura
Perjalanan pun lancar, D2 tertidur saat pesawat take off. Ketika mendarat, mendadak tubuh D2 demam! Celakanya, aku enggak membawa obat penurun demam yang biasa dikonsumsinya. Yang aku bawa hanya minyak atsiri peppermint yang dapat digunakan untuk membantu meredakan demam. Aku pun berharap setelah diolesi minyak atsiri, demam D2 bisa turun sehingga kami bisa melanjutkan liburan.
Saturday, 9 June 2018
Keluarga Indonesia Berdaya Lawan Korupsi
Juni 2011, berita nasional mengangkat permasalahan yang dialami oleh Ibu Siami. Ibu Siami merupakan orangtua murid siswa kelas VI yang dipaksa oleh wali kelasnya untuk memberikan jawaban ujian nasional kepada seluruh teman kelasnya. Tentu saja Ibu Siami tidak tinggal diam. Dia yang berusaha mengajarkan kejujuran kepada buah hatinya mencoba untuk meminta penjelasan dari pihak sekolah.
Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Upaya Ibu Siami menghadap pihak sekolah justru mendapatkan tudingan mencemarkan nama baik sekolah dan kampung tempat tinggalnya. Bahkan keluarga Ibu Siami mengalami pengusiran dari rumahnya sendiri dan dipaksa untuk meminta maaf kepada masyarakat atas perbuatannya menegakkan kejujuran. Ironis bukan?
Perbuatan mencontek dan memberikan contekan merupakan perilaku koruptif yang merupakan awal gerbang tindakan korupsi.
Menurut Najelaa Shihab, Penggagas Pesta Pendidikan mengatakan bahwa, "Melihat apa yang dialami oleh Ibu Siami, korban bukan hanya anak dan orangtua. Jangan-jangan guru juga menjadi korban dari sistem pendidikan yang belum mengutamakan nilai kejujuran."
Orangtua berperan untuk terlibat dalam menanamkan nilai kejujuran terhadap anak. Dan hanya anak-anak yang cerdaslah yang dapat membedakan perilaku koruptif dengan perilaku yang benar.
Apa sih definisi anak cerdas?
Anak cerdas merupakan anak yang kreatif, bukan sekadar patuh pada peraturan tetapi juga kritis.
Sebagai orangtua tentu saja kita ingin agar anak-anak menjadi cerdas, mandiri, bahagia dan berdaya hanya terkadang caranya salah termasuk mengizinkan perilaku koruptif. Kita terkadang berbohong karena cinta dengan anak kita. Padahal dengan berbohong kita sudah mengajarkan ketidakjujuran kepada anak kita.
Menurut data KPK, ada 75 orang pelaku korupsi dengan usia di bawah 40 tahun. Ada 5 kasus korupsi yang ditangani KPK, pelakunya ayah-anak/ibu-anak. 2 kasus korupsi pelakunya kakak beradik dan belasan kasus pelakunya pasutri. Ini membuktikan bahwa korupsi terjadi dari dalam keluarga. Mengejutkan bukan?
Bagaimana tindak pidana korupsi bisa terjadi? Karena orangtua belum melihat benang merah ketidakjujuran yang dilakukan oleh anak sebagai potensi tindakan koruptif di masa mendatang. Akibatnya orangtua menjadi permisif dengan isu korupsi padahal tidak ada pelaku korupsi yang tiba-tiba melakukan korupsi. Tindak pidana korupsi merupakan evolusi dari perilaku koruptif.
Lalu, bagaimana agar keluarga Indonesia bisa berdaya melawan korupsi?
Ada 5 cara untuk mencintai anak dengan lebih baik dan mengajarkan nilai kejujuran kepada anak:
Cari cara sepanjang masa
Ingat impian tinggi
Nerima tanpa drama
Tidak takut salah
Asyik main bersama
Pola asuh masa lalu sudah tidak dapat lagi diterapkan pada generasi anak-anak kita. Orangtua perlu belajar cara mencintai anak yang membuat anak cerdas dan berdaya. Pendidikan dan pengasuhan dalam keluarga harus memperhatikan dam pak di masa depan bukan hanya efek yang ditimbulkan saat ini. Pendidikan mengenai nilai kejujuran bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga inti namun juga menjadi tanggung jawab masyarakat. Contohnya kasus yang dialami Ibu Siami. Atau bisa juga pola asuh dengan sogokan, misalnya akan mendapatkan es krim apabila mau makan sayur.
Cara orangtua mencintai anak dengan mengingat impian tinggi. Semua orangtua punya harapan tinggi berupa kecerdasan, kemandirian dan keberdayaan terhadap anak-anaknya. Saat timbul masalah, orangtua harus mengajak anak menemukan solusi yang membuat mereka berupaya menyelesaikan tanpa mengorbankan impian mereka.
Seringkali orangtua kelewat drama ketika menerima kenyataan terutama hal-hal yang kurang mengenakkan terjadi pada anak. Kita perlu menjadi orangtua yang bijak dan tetap tenang saat masalah timbul. Contohnya, ketika anak berbohong.
Berapa banyak dari kita yang mengalami pola pengasuhan lama yang seringkali menyatakan bahwa orangtua tidak pernah salah? Aku merasakan pola pengasuhan tersebut. Kita sebagai manusia pasti tidak luput dari kesalahan. Maka saat orangtua salah kepada anak, minta maaflah... Tidak perlu gengsi. Dari sana anak akan belajar bahwa dia tidak perlu takut berbuat salah. Namun justru anak dapat belajar dari kesalahan yang pernah diperbuat.
Cara terakhir, belajar sambil bermain. Penelitian membuktikan bahwa cara paling efektif anak belajar adalah ketika mereka bermain. Dan, siapakah di dalam keluarga yang menyenangkan untuk diajak bermain? Jawabannya adalah ayah. Melihat betapa pentingnya peran ayah dalam menanamkan nilai kejujuran kepada anak, yuk para ayah kita upayakan keluarga Indonesia berdaya melawan korupsi!
![]() |
| Ibu Siami bercerita pengalamannya beberapa tahun silam |
Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Upaya Ibu Siami menghadap pihak sekolah justru mendapatkan tudingan mencemarkan nama baik sekolah dan kampung tempat tinggalnya. Bahkan keluarga Ibu Siami mengalami pengusiran dari rumahnya sendiri dan dipaksa untuk meminta maaf kepada masyarakat atas perbuatannya menegakkan kejujuran. Ironis bukan?
Perbuatan mencontek dan memberikan contekan merupakan perilaku koruptif yang merupakan awal gerbang tindakan korupsi.
Menurut Najelaa Shihab, Penggagas Pesta Pendidikan mengatakan bahwa, "Melihat apa yang dialami oleh Ibu Siami, korban bukan hanya anak dan orangtua. Jangan-jangan guru juga menjadi korban dari sistem pendidikan yang belum mengutamakan nilai kejujuran."
![]() |
| Najelaa Shihab berbagi cara menanamkan kejujuran pada anak |
Orangtua berperan untuk terlibat dalam menanamkan nilai kejujuran terhadap anak. Dan hanya anak-anak yang cerdaslah yang dapat membedakan perilaku koruptif dengan perilaku yang benar.
Apa sih definisi anak cerdas?
Anak cerdas merupakan anak yang kreatif, bukan sekadar patuh pada peraturan tetapi juga kritis.
Sebagai orangtua tentu saja kita ingin agar anak-anak menjadi cerdas, mandiri, bahagia dan berdaya hanya terkadang caranya salah termasuk mengizinkan perilaku koruptif. Kita terkadang berbohong karena cinta dengan anak kita. Padahal dengan berbohong kita sudah mengajarkan ketidakjujuran kepada anak kita.
Menurut data KPK, ada 75 orang pelaku korupsi dengan usia di bawah 40 tahun. Ada 5 kasus korupsi yang ditangani KPK, pelakunya ayah-anak/ibu-anak. 2 kasus korupsi pelakunya kakak beradik dan belasan kasus pelakunya pasutri. Ini membuktikan bahwa korupsi terjadi dari dalam keluarga. Mengejutkan bukan?
Bagaimana tindak pidana korupsi bisa terjadi? Karena orangtua belum melihat benang merah ketidakjujuran yang dilakukan oleh anak sebagai potensi tindakan koruptif di masa mendatang. Akibatnya orangtua menjadi permisif dengan isu korupsi padahal tidak ada pelaku korupsi yang tiba-tiba melakukan korupsi. Tindak pidana korupsi merupakan evolusi dari perilaku koruptif.
Lalu, bagaimana agar keluarga Indonesia bisa berdaya melawan korupsi?
Ada 5 cara untuk mencintai anak dengan lebih baik dan mengajarkan nilai kejujuran kepada anak:
Cari cara sepanjang masa
Ingat impian tinggi
Nerima tanpa drama
Tidak takut salah
Asyik main bersama
Pola asuh masa lalu sudah tidak dapat lagi diterapkan pada generasi anak-anak kita. Orangtua perlu belajar cara mencintai anak yang membuat anak cerdas dan berdaya. Pendidikan dan pengasuhan dalam keluarga harus memperhatikan dam pak di masa depan bukan hanya efek yang ditimbulkan saat ini. Pendidikan mengenai nilai kejujuran bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga inti namun juga menjadi tanggung jawab masyarakat. Contohnya kasus yang dialami Ibu Siami. Atau bisa juga pola asuh dengan sogokan, misalnya akan mendapatkan es krim apabila mau makan sayur.
Cara orangtua mencintai anak dengan mengingat impian tinggi. Semua orangtua punya harapan tinggi berupa kecerdasan, kemandirian dan keberdayaan terhadap anak-anaknya. Saat timbul masalah, orangtua harus mengajak anak menemukan solusi yang membuat mereka berupaya menyelesaikan tanpa mengorbankan impian mereka.
Seringkali orangtua kelewat drama ketika menerima kenyataan terutama hal-hal yang kurang mengenakkan terjadi pada anak. Kita perlu menjadi orangtua yang bijak dan tetap tenang saat masalah timbul. Contohnya, ketika anak berbohong.
Berapa banyak dari kita yang mengalami pola pengasuhan lama yang seringkali menyatakan bahwa orangtua tidak pernah salah? Aku merasakan pola pengasuhan tersebut. Kita sebagai manusia pasti tidak luput dari kesalahan. Maka saat orangtua salah kepada anak, minta maaflah... Tidak perlu gengsi. Dari sana anak akan belajar bahwa dia tidak perlu takut berbuat salah. Namun justru anak dapat belajar dari kesalahan yang pernah diperbuat.
Cara terakhir, belajar sambil bermain. Penelitian membuktikan bahwa cara paling efektif anak belajar adalah ketika mereka bermain. Dan, siapakah di dalam keluarga yang menyenangkan untuk diajak bermain? Jawabannya adalah ayah. Melihat betapa pentingnya peran ayah dalam menanamkan nilai kejujuran kepada anak, yuk para ayah kita upayakan keluarga Indonesia berdaya melawan korupsi!
Monday, 30 April 2018
Kebaikan 11 Nutrisi
Sebagai seorang ibu, pasti deh persoalan berat badan anak sering bikin baper! Seringkali aku membandingkan berat badan Darren ataupun Xiao Dre dengan anak sebayanya. Ditambah lagi, Darren, si sulung susah sekali untuk diajak makan sayur dan buah, aku jadi makin kuatir dengan asupan nutisi dan gizinya apalagi setelah mendengar pencerahan dari dr. Jansen Ongko mengenai zat gizi.
Siapa yang di sini bingung membedakan zat gizi makro dengan zat gizi mikro? Aku nih termasuk salah satu yang ga bisa membedakan nutrisi zat gizi makro dengan zat gizi mikro... Ketauan banget deh kalau pas pelajaran biologi ga nyimak *hahahahahaha
Zat gizi makro itu terdiri atas: karbohidrat - protein - lemak yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar.
Sedangkan zat gizi mikro yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil sering disebut sebagai "kendaraan" agar zat gizi makro terpenuhi. Zat ini terdiri dari mineral dan vitamin.
Kedua zat gizi tersebut sangat penting terutama zinc, zat besi, vitamin B serta vitamin C bagi anak usia sekolah. Kenapa penting? Karena zat mikro tersebut sebagai energi untuk anak melakukan aktivitas harian mereka. Selain itu, kandungan gizi tersebut dapat memperkuat daya tahan tubuh serta meningkatkan konsentrasi anak.
Ternyata kebutuhan harian zat besi pada anak adalah 10 mg dan zinc sebanyak 11 mg. Dan, masih banyak lho anak usia sekolah yang terkena anemia. Tahun 2013 misalnya, tercatat sebanyak 26,4% anak usia 5-12 tahun yang menderita anemia gizi.
Kekurangan zat besi pada anak dapat mengakibatkan:
- Turunnya sistem kekebalan tubuh
- Gangguan pertumbuhan organ tubuh
- Gangguan perilaku
- Daya ingat rendah
- Penurunan konsentrasi belajar
Ada 3 faktor yang harus diperhatikan pada anak usia sekolah yakni FOKUS, AKTIFITAS dan KETAHANAN TUBUH. Tiga hal ini sangat berkaitan dengan performa anak di sekolah. Kids jaman now saat ini memiliki banyak tuntutan, seperti tuntutan berprestasi di sekolah, aktif di luar sekolah dan sosial pertemanan. Dengan begitu besar tuntutan mereka, sangat dibutuhkan kecukupan nutrisi agar mereka bisa nyaman menjalankan peran anak usia sekolah.
Terus apa hubungannya sama MINUTE MAID NUTRIFORCE?
Andrew Soendjojo, Marketing Manager Minute Maid menjelaskan, "Fokus, aktivitas dan ketahanan juga merupakan tiga pilar dari Minute Maid Nutriforce. Minute Maid Nutriforce merupakan minuman rasa buah yang dilengkapi dengan kandungan 11 gizi bermanfaat. Dengan Minute Maid Nutriforce, kita dapat membantu penuhi 1/3 kebutuhan nutrisi harian si buah hati. "
Kandungan vitamin C dan E yang merupakan jenis antioksidan baik untuk melindungi si buah hati dengan melindungi jaringan tubuh, sementara vitamin B1, B3 dan B12 mampu membantu pembentukan energi bagi anak untuk menjalankan segala aktivitas di sekolah dan luar sekolah, dan zat besi yang merupakan komponen hemoglobin dalam sel darah merah yang membawa oksigen keseluruh tubuh untuk membantu perkembangan kemampuan berpikir anak.
Minute Maid Nutriforce hadir dalam dua varian rasa yaitu jeruk dan mangga. Minuman ini bebas pengawet, bebas pewarna dan bebas pemanis buatan. Diperkenalkan dengan ukuran 180ml dengan harga terjangkau Rp3.000 per kotak.
Saat aku mencoba Minute Maid Nutriforce rasa jeruk, kesannya asam segar. Itu membuktikan bahwa Minute Maid Nutriforce dibuat dari jeruk asli. Walau asam, saya juga merasakan sensasi sedikit manis di lidah. Ternyata minuman ini menggunakan stevia.
Jadi gampang nih melengkapi bekal Darren dan Xiao Dre sehari-hari dengan minuman yang sehat, praktis dan mudah untuk dinikmati kapan saja.
Kalau kamu, udah cobain Minute Maid Nutriforce?
Monday, 5 March 2018
Chicco Buat Senyuman dengan Baby Moments dan Natural Sensation
Tentunya kita semua familiar dengan chicco (baca: kiko), brand produk perlengkapan bayi yang menjadi pilihan ibu termasuk aku. chicco diciptakan pertama kali oleh Pietro Catelli, seorang penemu peralatan kesehatan pada tahun 1958. Saat putranya lahir, Mr Catelli mendedikasikan pekerjaannya untuk menciptakan solusi terbaik untuk orangtua dan bayi sejak 0-36 bulan.
Monday, 19 February 2018
Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Pada Anak
Masih membekas di ingatan saat anak pertama saya, Darren
sakit. Ketika itu, usianya baru tiga bulan dan Darren mengalami demam tinggi.
read more: Every Mums Battle
Tentu saja sebagai ibu baru, saya panik bahkan merasa ingin
menangis pada saat itu. Padahal tindakan pertolongan pertama saat si kecil
sakit sangat krusial. Dibutuhkan ketenangan dalam berpikir dan bertindak agar
sakit yang diderita si kecil tidak bertambah parah.
Monday, 1 January 2018
W.O.N.D.E.R
![]() |
| pic courtesy of www.teaser-trailer.com |
Penasaran, saya pun mulai membaca sinopsis film ini dan
memutuskan untuk menonton bersama suami dan anak sulung saya, Darren.
Film dimulai dengan kehebohan persalinan yang dilalui oleh
Isabel Pullman (diperankan oleh Julia Roberts) dengan didampingi suaminya, Nate
Pullman (diperankan oleh Owen Wilson).
Monday, 11 December 2017
Sentuhan Ibu
Kalau aku ditanya "Apa sih rasanya menjadi seorang ibu?"
Aku akan menjawab bahwa menjadi seorang ibu memang merupakan kehormatan tapi juga bukan hal yang mudah. Menjadi seorang ibu artinya harus siap berkorban mulai dari jam tidur yang akan berkurang drastis, puting lecet, berat badan yang tidak kunjung turun, stretchmark di mana-mana sampai selalu belajar untuk mendidik anak-anak.
Dari semua hal yang aku sebutkan tadi, ada saat di mana terkadang aku ingin berhenti sejenak mengenakan jubah yang bertuliskan ibu. Tapi pada minggu lalu, aku jadi malu kalau harus berhadapan dengan seorang ibu yang istimewa dengan kasih yang luar biasa. Ibu itu bernama Yola Tsagia, yang memiliki anak yang istimewa bernama Odilia Queen Lyla yang kerap disapa Odil.
Kenapa istimewa?
Here is the story
9 tahun lalu saat melahirkan Odil, tidak pernah terbayangkan kalau putrinya yang cantik ini memiliki penyakit yang langka. Barulah setelah Odil berumur 6 tahun, dia baru mengetahui bahwa putrinya mengalami Treacher Collins Syndrome (TCS).
Aku akan menjawab bahwa menjadi seorang ibu memang merupakan kehormatan tapi juga bukan hal yang mudah. Menjadi seorang ibu artinya harus siap berkorban mulai dari jam tidur yang akan berkurang drastis, puting lecet, berat badan yang tidak kunjung turun, stretchmark di mana-mana sampai selalu belajar untuk mendidik anak-anak.
Dari semua hal yang aku sebutkan tadi, ada saat di mana terkadang aku ingin berhenti sejenak mengenakan jubah yang bertuliskan ibu. Tapi pada minggu lalu, aku jadi malu kalau harus berhadapan dengan seorang ibu yang istimewa dengan kasih yang luar biasa. Ibu itu bernama Yola Tsagia, yang memiliki anak yang istimewa bernama Odilia Queen Lyla yang kerap disapa Odil.
Kenapa istimewa?
Here is the story
9 tahun lalu saat melahirkan Odil, tidak pernah terbayangkan kalau putrinya yang cantik ini memiliki penyakit yang langka. Barulah setelah Odil berumur 6 tahun, dia baru mengetahui bahwa putrinya mengalami Treacher Collins Syndrome (TCS).
Sunday, 3 December 2017
Berkunjung ke Jakarta Aquarium
Juli lalu saat aku menikmati me time di salah satu mal di Jakarta, aku teringat akan sebuah
tempat wisata baru tepat di sebelah mal yang sedang kukunjungi.
read more: Mahkota Baru
Anak sulungku, Darren pernah mengatakan kalau ada
akuarium yang baru di buka di dalam mal tersebut. Karena penasaran, aku pun
akhirnya menuju akuarium tersebut sembari menunggu suami tiba menjemput.
read more: Pesona S.E.A Aquarium
Dan saat tiba di sana, aku memang terkesima dengan konsep
akuarium di dalam mal. Sejak kecil, hampir setiap bulan aku mengunjungi Ancol
bersama kedua orangtuaku dan menyaksikan pertunjukan lumba-lumba. Bahkan aku pernah bercita-cita menjadi
marine biologist. Aku berjanji pada
diri sendiri kalau akan mengajak keluarga kecilku untuk menikmati Jakarta Aquarium suatu hari nanti.
Subscribe to:
Posts (Atom)







